Thursday, January 22, 2015

Ciuman yang Membuat Amnesia

BY 69HUM dot com IN , , No comments


Amnesia (source: exofanfictionindonesia.wordpress.com)

Akhirnya usai sudah masa opname beberapa hari di Rumah Sakit. Dokter memberikan surat pengantar keluar RS dengan catatan kontrol lagi 3 hari ke depan. Badan lumayan segar ketika kaki melangkah meninggalkan bangunan megah tempat orang menyembuhkan diri dari penyakitnya itu.

Tiga hari berlalu untuk istirahat di rumah. Terasa ada sesuatu yang belum kembali utuh ketika tiba waktu kontrol lagi ke dokter.

“Dok, kondisi badan sih sudah mulai segar lagi. Tapi kok terasa ada sesuatu yang hilang ya, Dok?”, aku coba buka percakapan di sesi konsultasi dengan dokter hari itu.

“Yang dirasakan bagaimana, Pak?”, dokter balik bertanya memperjelas.

“Saya sepertinya amnesia terhadap beberapa kejadian yang telah berlalu, Dok..”

Kemudian mengalir sesi diskusi selanjutnya dan ditambah sesi cek kondisi tubuh. Kesimpulan dokter hanya perlu istirahat satu dua hari lagi untuk pulih seperti sedia kala.

Dalam perjalanan pulang masih kucoba untuk menggali memori masa lalu yang ternyata banyak yang blank... hilang dari ingatan. Sampai di rumah langsung kubukalaptop dan browsing isi hard disk. Satu tujuannya…melihat photo-photo untuk bisa mengembalikan sebagian memoriku yang hilang. Satu persatu folder berisi photo-photo kubuka perlahan. Sedikit senyum lega ketika beberapa photo berhasil mengingatkan kembali memori ketika melihat pose bersama teman-teman dekat, meski banyak juga photo-photo orang yang tak masuk ke memori di kepalaku. Berkali kucoba menerawang jauh untuk mengingat sosok-sosok yang ada di photo itu, tapi belum membuahkan hasil juga. Lelah juga mata ini menatap monitor dengan serius. Akhirnya terlelap tanpa sempat mematikan laptop.

Mentari pagi masuk menerobos kisi-kisi jendela membangunkanku yang terlelap. Langsung kuraih laptop yang masih menyala. Kembali kubuka photo-photo semalam. Ternyata masih sama, aku belum bisa juga mengenali beberapa sosok di dalamnya.

Guyuran air shower membasahi ujung rambutku, terus menyiram deras dari atas ke bawah. Guyuran demi guyuran deras mengalir dengan penuh harap segarnya pagi ini dapat menyegarkan kembali isi kepalaku.

Sambil menyantap roti dan teh hangat sarapan pagiku, kembali kubuka layarlaptopku. Kali ini coba masuk ke folder-folder yang lainnya. Mouse di tangan terhenti sejenak ketika kursor tertuju pada sebuah folder bernama “My Special”. Perlahan kubuka isinya. Muncul deretan file gambar di dalamnya. Sedikit tertegun ketika salah satu file kubuka. Muncul photoku sedang bersama dengan seorang gadis cantik dalam pose yang cukup manja mencium pipiku. Kupukul kepalaku sedikit…damn..siapa gadis ini..? Tak terlintas sedikit pun di memoriku. Siyal.!
Beberapa photo yang lain dengan tidak sabar kubuka satu persatu. Muncul lagi photo dengan pose yang hampir sama, tapi dengan gadis yang berbeda lagi. Tak kurang dari 10 orang gadis yang berpose bareng berdua denganku. “Cukup romantis ternyata aku ya..?”, sedikit senyum ketika bergumam dalam hati. Ternyata cukup banyak gadis cantik di sekelilingku selama ini. “Tapi kenapa di usiaku yang sudah kepala tiga ini aku masih saja jomblo ya..?” Kembali kumerenung berusaha mengembalikan sisa-sisa memori masa laluku. “Ahh..mungkin dulu aku terlalu memilih..atau..aku seorang plaboy..?” damn…bisa jadi kenapa tak satu pun gadis di photo itu yang menemani disampingku sekarang.

Kucoba explore lagi lebih dalam photo-photo tadi. Dari data exif photo memperlihatkan creation date maupun date modified yang beragam, tapi masih dalam kisaran waktu satu dua tahun ini. Artinya gadis-gadis tadi belum lama ada di kehidupanku, tapi sayangnya hilang dari memoriku.

Akhirnya kuhempaskan tubuh ini di ranjang sambil pencet remote controlmenyalakan TV. Perlahan mata ini terlelap lagi terbuai di peraduan diiringi suara TV yang masih nyala. Bunyi bip-bip beberapa kali dari smartphone di meja membuyarkan mimpiku. Segera kuraih gadget itu dan terlihat ada pesan dari Joe, salah seorang teman akrab yang tidak hilang dari ingatanku.

“Hi Bro..gimana kabar..? Dah baikan belom..? Cepetan balik tu isi kepala..biar bisa bantuin gw eksis di socmed..hehe.. Btw thanks ya photo terakhir kemaren…editannya mantab Bro..! Temen gw pada ngiri semua tu jadinya..hahhaa..!!”

Deretan pesan dari Joe seketika membuat pening kepala. Segera kuraih lagi laptopyang masih setia menyala. Kubuka satu photo mesra saat seorang gadis manis dengan manja mencium pipiku. Kupandangi dengan seksama wajah gadis cantik itu. Suara TV yang sedang menayangkan acara infotainment membuatku memalingkan mata mengamatinya. Terlihat di layar kaca seorang gadis cantik sedang diwawancara. Sekali lagi kupalingkan muka ke layar laptopku…damn..ini kan gadis yang sama..seorang artis pernah menciumku..?

Kuraih bantal disamping dan cepat kupukulkan ke kepalaku…damn…seketika dunia berputar dan balik semua isi kepalaku…
Ohh NO….aku adalah seorang jomblo yang maniak photoshopdamn its true..!!
Sayup-sayup terdengar alunan lagu back sound acara infotainment di TV..
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku

…………
*terinspirasi saat bolak-balik ke RS akibat dicium nyamuk
**semoga sehat semua :)

Salam,
HUM

Saturday, January 10, 2015

Kenapa Aku Dilarang Mengucapkan Selamat Natal?

BY 69HUM dot com IN No comments


“Selamat Natal…”

Sebaris kata terlontar dari mulutku ketika berpapasan dengan seorang perempuan.

“Husshh…tidak boleh..!”, perempuan itu menyahut sapaanku tadi.

Hhmm…sepertinya salah orang, gumamku dalam hati. Sekilas kupandang sosok perempuan yang berbapasan tadi. Pakaian putih bersih dikenakannya dengan kerudung anggun yang menyisakan raut mukanya yang cukup ramah. Identitas sebagai seorang muslimah terlihat jelas, pantas saja dia tidak menyambut ucapan selamat natal tadi.

Masih kususuri koridor pejalan kaki yang dipenuhi pohon rindang di kanan kiri yang membuat siang itu terasa cerah dengan angin sepoi-sepoi menerpa ujung rambut ini. Di kejauhan terlihat seorang laki-laki yang sedang berjalan menyusuri koridor yang sama. Sebentar lagi tentunya akan berpapasan denganku.

“Selamat Natal, Pak…”, sekali lagi terlontar ucapan yang sama seperti tadi. Reaksi sang bapak ternyata tidak jauh beda dengan perempuan berkerudung tadi, bahkan lebih singkat “Hushhh…!, sambil menempelkan jari telunjuk ke bibirnya yang dihiasi kumis tipis dan…ohh..iya, ternyata si bapak juga berjenggot lumayan tebal. Ohh…seorang muslim juga kah..?

Belum lama si bapak berlalu dari hadapan ketika di depan terlihat seorang laki-laki berpakaian putih bersih, berkacamata dengan kulit yang putih juga, khas seorang warga keturunan. “Kali ini mudah-mudahan tidak salah lagi”, kataku dalam hati.

“Selamat Natal…”, sambil tersenyum kulontarkan sekali lagi ucapan yang sama. Kali ini reaksinya ternyata tidak beda jauh, tetap dengan “Hussshh…!”, meski sedikit senyum terlihat sambil berlalu.

Sebuah kursi taman di bawah sebatang pohon yang rindang akhirnya menjadi tujuanku menghempaskan diri. Sambil merenung apa yang salah dengan ucapan “Selamat Natal” ku tadi. Perlahan kuraih dompet dari balik saku celana. Entah apa yang mendorongku untuk mengeluarkan selembar KTP dari sela-sela lipatan dompet. Segera muka ini berbinar melihat tulisan di dalamnya. Kulihat perempuan berkerudung tadi tidak jauh dari tempatku duduk. Segera kuberlari menghampirinya dengan muka berbinar. “Hari ini benar tanggl 25 kan, Bu..?”

“Iya, betul…ada apa kok gembira begitu..?”, jawabnya dengan antusias. “Coba lihat KTP ku, Bu..”, sambil kusodorkan selembar KTP ke depannya. Tertulis di situ, tanggal lahir 26 Juli 1969, “berarti besok aku ulang tahun…!!”, teriakku gembira.
“Wah, selamat ya…coba kasih tahu teman-teman yang lain”, si Ibu dengan antusias menambahkan.

Segera kuberlari keliling taman sambil teriak gembira, “Teman-teman….besok aku ulang tahunnn…!!”

RSJ (Doc: OM AY)

Rasa gembira yang meluap membuatku terus berlari mengelilingi taman dan berteriak kepada setiap orang yang berpapasan. Sampai akhirnya aku berlari ke pintu gerbang dan sekilas terlihat sebuah papan nama besar terpampang di sana “Rumah Sakit Jiwa”. Ahh…ternyata aku gila..


Salam,
HUM




*terinspirasi liburan di RS (nggak pakek “J”) :D