Tuesday, June 30, 2015

Optimalkan Gadget Saat Perjalanan Mudik Lebaran

BY 69HUM dot com IN No comments

Aplikasi Gadget di Mobil (source: speedarchitech.com
Puasa bulan Ramadhan tidak terasa sudah masuk separuh perjalanan. Bayangan bertemu keluarga di kampung halaman tentunya sudah menghias di depan mata. Bagaimana dengan rencana perjalanan mudik Anda, apakah sudah dipersiapkan dengan matang?
Bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi darat tentunya sudah mempersiapkan diri untuk bermacet ria di jalanan. Selain cek kendaraan yang akan digunakan untuk mudik, kondisi fisik yang prima dari pengemudi maupun penumpang cukup penting. Tidak lupa persiapan makanan, bagi yang musafir, dan juga obat-obatan tentunya tidak lupa untuk disiapkan. Bagaimana dengan persiapan lainnya selama perjalanan? Saya coba berbagi sedikit tips mudik lebaran untuk memanfaatkan gadget yang kita punya dalam mendukung perjalanan selama mudik lebaran. Beberapa ilustrasi saya ambil dari perangkat pribadi yang mungkin berbeda dan perlu disesuaikan dengan perangkat Anda masing-masing.
Hiburan sampai dengan Aplikasi Religi
Perjalanan jauh menuju kampung halaman dan bertepatan momen spesial seperti liburan atau mudik lebaran ini tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan hari biasa. Sesuai teori relativitas yang mengatakan bahwa waktu itu relatif, kita bisa menciptakan sebuah relativitas waktu. Perjalanan yang panjang dengan waktu lama akan membosankan sehingga waktu terasa relatif lebih lama. Hiburan di perjalanan akan membuat waktu menjadi mengkerut relatif lebih cepat dan tak terasa jika kita menikmati waktu sepanjang perjalanan.

Menonton film di in dash monitor (Doc: HUM)
Head Unit (HU) mobil saat ini sudah bisa memanjakan para penumpang dengan suguhan film di in dash monitor maupun alunan suara musik yang menemani perjalanan kita. Bagaimana optimalisasi yang bisa kita lakukan dengan gadget kita? Meski film atau pun musik favorit bisa kita simpan di flash disk atau DVD, kepraktisan bisa kita lakukan dengan memanfaatkan gadget atau smartphone yang setiap saat ada di genggaman. Musik atau film bisa kita simpan di gadget kita sehingga praktis. Manfaatkan fungsi sinkronisasi gadget dengan perangkat HU mobil kita. Koneksi perangkat bisa melalui aux in yang membutuhkan kabel input atau melalui koneksi bluetooth. Cukup praktis bukan? Hiburan sepanjang perjalanan cukup dalam satu genggaman.
Koneksi Lagu di Gadget via Bluetooth (Doc: HUM)

Fungsi gadget yang lainnya adalah sebagai media untuk bermain games. Banyak aplikasi game yang bisa diunduh dari masing-masing penyedia aplikasi apakah itu berbasis Android, Black Berry maupun Iphone. Game interaktif multiplayer bisa jadi pilihan untuk melibatkan penumpang yang lebih dari satu orang. Konsep interaktif memang tidak melulu harus dengan game multiplayer, bahkan gadget bisa dimanfaatkan untuk download aplikasi joke atau teka-teki yang seru sehingga bisa melibatkan semua orang di kabin. Dijamin perjalanan panjang bermacet ria tidak terasa membosankan dan tiba-tiba sudah sampai di tujuan.
Download aplikasi di gadget kita ternyata tidak hanya sebatas untuk hiburan saja. Banyak aplikasi yang berhubungan dengan unsur religi. Aplikasi Al Qur'an bisa Anda download dan koneksikan gadget ke HU mobil. Alunan suara ayat-ayat suci Al Qur'an yang menyejukkan tentunya akan menambah segar jiwa kita sepanjang perjalanan. Kumpulan tausyiah dari ustadz atau alunan lagu-lagu religi juga bisa kita nikmati dalam perjalanan. Macet panjang, rasa haus sepanjang perjalanan niscaya akan terasa segar dengan siraman rohani dan sentuhan alunan merdu musik religi tadi. Emosi yang biasa muncul karena rasa bosan dan capek niscaya akan tergantikan dengan senyuman cerah meski bibir kering merekah.
Fitur GPS
Perangkat GPS (Global Positioning System) saat ini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna smartphone. Aplikasi GPS sudah jamak tertanam dalam gadget kita. HU bawaan mobil juga sudah banyak yang terintegrasi dengan perangkat GPS, sehingga kita bisa memanfaatkan keduanya sesuai kebutuhan. Seiring perkembangan jaman, fungsi GPS sebagai petunjuk arah mulai sedikit bergeser atau lebih tepatnya berkembang bukan hanya sebagai petunjuk arah semata. Peta yang menunjukkan arah dan lokasi saat ini sudah lebih berkembang dengan dukungan para pengembang menjadi sebuah database berbagai macam tempat yang kita bisa singgahi, istilahnya adalah POI (Point of Interest). Mulai dari tempat makan, pompa bensin, pos polisi, rumah sakit bahkan tempat menginap atau pusat perbelanjaan bisa dengan mudah kita dapatkan lokasi dan arahnya. Salah satu aplikasi peta GPS yang cukup update dan didukung oleh para pengembang sukarela bisa Anda download di Navigasi.net.
POI (Point of Interest) GPS (Doc: HUM)

Fungsi perangkat GPS yang lain sebenarnya bisa kita gunakan untuk mengukur kecepatan dan ketinggian lokasi di mana kita sedang berada. Memang fungsi ini kurang begitu aplikatif karena di setiap mobil pun pasti ada speedometer yang menunjukkan kecepatan kendaraan kita. Sedangkan untuk pengukuran ketinggian lokasi juga jarang kita butuhkan informasinya kecuali ketika ada kasus darurat terjadi bencana alam seperti Tsunami sehingga kita butuh untuk mencari tempat dengan ketinggian yang aman.
Fungsi kecepatan dan ketinggian lokasi (Doc: HUM)

Aplikasi peta GPS yang bisa kita akses online seperti Google Map ataupun aplikasi Waze sangat membantu untuk memberikan informasi yang akurat dan realtime tentang kondisi di jalan yang akan kita lalui. Kondisi lalu lintas yang diwakili dengan warna-warna merah atau hijau yang menandakan kondisi macet atau lancar. Algoritma sistem ini memanfaatkan pengguna yang sedang mengakses aplikasi sehingga bisa dikalkulasi kecepatannya yang akan mengindikasikan tingkat kepadatan arus lalu lintas. Aplikasi Waze bahkan bersifat interaktif antar pengguna, sehingga kita bisa saling memberikan informasi tentang kondisi lalu lintas kepada pengguna yang lain. Konsep sharing & connecting sangat terasa di sini.
Waze screen shoot

Informasi Lalu-lintas dan CCTV
Kondisi lalu-lintas sepanjang perjalanan selain dengan aplikasi berbasis GPS di atas, bisa kita akses juga melalui perangkat smartphone kita secara online melalui website. Jasamarga merupakan salah satu yang menyediakan layanan CCTV arus lalu lintas yang dipasang di beberapa titik di jalan tol. Anda bisa mengaksesnya di www.jasamargalive.com. Untuk mengakses kondisi lalu lintas melalui CCTV selain di jalan tol bisa memanfaatkan situs Departemen Perhubungan Darat (www.rttmc-hubdat.com) yang setiap tahunnya memberikan layanan CCTV di beberapa titik arus mudik. Situs lain yang cukup populer adalahLewatmana.com. Dengan akses melalui CCTV ini kita bisa memantau kondisi lalu lintas di tiap titik yang akan kita lewati sehingga bisa memutuskan untuk memilih alternatif perjalanan melewati mana.
Selain akses melalui CCTV, pengguna smartphone bisa memanfaatkangadgetnya untuk saling tukar informasi melalui aplikasi media sosial seperti twitter misalnya. Akun lewatmana.com (@lewatmana) menjadi langganan para pengguna twitter pada saat perjalanan mudik ini. Konsep sharing & connecting sekali lgi merupakan kuncinya. Aplikasiclose group messenger seperti BBM maupun WA atau yang lainnya bisa juga dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi kondisi sepanjang perjalanan.
Safety First
Dalam proses instalasi gadget kita juga harus memperhatikan masalah peletakannya, jangan sampai mengganggu visibilitas maupun proses mengemudi. Di pasaran banyak tersedia bracket untuk pemasangangadget di dashboard mobil. Pilihlah area yang tepat sehingga memudahkan akses kita tanpa mengganggu proses berkendara. Keselamatan selama berkendara merupakan faktor yang utama.
Pemasangan gadget di mobil (Source: otosia.com)

Faktor lain yang harus diutamakan bagi para pemudik adalah konsentrasi selama berkendara. Kondisi perjalanan jauh dan lalu-lintas yang padat serta fisik berpuasa merupakan faktor pemicu terjadinya kelelahan saat berkendara. konentrasi penuh sepanjang perjalanan khususnya untuk pengemudi menjadi hal wajib. Lalu bagaimana dengan optimalisasi gadget saat perjalanan mudik bagi pengemudi? Bagi pengemudi memang haram hukumnya menggunakan gadget saat mengemudi karena sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. Beberapa mobil sudah mengaplikasin konektivitas antara smartphonedengan HU untuk fungsi telepon, sehingga kita bisa menerima panggilan dengan konsep hands free, sehingga tidak menganggu proses mengemudi. Bagi Anda yang perangkat di mobilnya belum mengaplikasikan konektivitas phone in dash ini bisa menjadi pertimbangan untk upgrade HU yang banyak beredar di pasaran. Meski cukup aman dengan konsep hands free ini, perlu diingat juga bahwa faktor konsentrasi pengemudi terhadap jalanan tetap harus diperhatikan, jangan sampai konsentrasi terpecah karena berbicara di telepon. Akan lebih baik jika ada panggilan diangkat oleh penumpang samping jika ada. Prinsipnya adalah safety first!

Koneksi telepon mobil (Doc: HUM)

Sumber Catu Daya
Dengan optimalisasi fungsi gadget saat perjalanan mudik ini, ada satu faktor yang jangan sampai terlewatkan yaitu catu daya untuk menyambung hidup baterai gadget kita. Persiapan baterai cadangan merupakan salah satu pilihan untuk memperpanjang usia pakai gadgetsepanjang perjalanan. Yang paling praktis adalah dengan memanfaatkan sumber listrik yang ada di mobil kita. Charger mobil bisa kita koneksikan ke pemantik rokok di mobil kita. Bisa juga dengan kabel data yang terkoneksi ke USB port di HU. Beberapa mobil mewah bahkan sudah mengaplikasikan wireless charging system sehingga tidak perlu lagi kabel untuk melakukan isi ulang baterai gadget kita.
USB Charging (Doc: HUM)

Jika perangkat isi ulang daya gadget kita sudah aman, jangan lupakan untuk catu daya yang lebih penting, yaitu catu daya buat pengemudi dan penumpangnya. Perjalanan panjang dan lama akan menguras energi dan stamina apalagi jika tetap berpuasa selama perjalanan siang hari. Cukupkan waktu untuk istirahat, perkirakan waktu dengan akses via GPS lokasi tempat makan favorit sehingga bisa tepat waktu dalam isi ulang energi di tubuh.
Selamat menjalankan ibadah puasa..semoga lancar seperti perjalanan mudik yang pasti akan menyenangkan nanti ya..? Have fun go mudik!
Salam,
HUM

Monday, June 29, 2015

Antara Tarawih Kilat dan Ejakulasi Dini

BY 69HUM dot com IN , , , No comments

Tarawih Kilat (source: sharia.co.id)
Beberapa waktu yang lalu muncul sebuah video yang diunggah ke media sosial mengenai prosesi sholat tarawih kilat yang dilakukan di sebuah pondok pesantren di Blitar, Jawa Timur. Prosesi sholat tarawih super kilat ini memang cukup menghebohkan. Sholat tarawih sebanyak 20 raka'at dilakukan tidak lebih dari 10 menit!
Salah seorang pengurus pondok pesantren yang terlihat diwawancarai menjelaskan bahwa ritual ini sudah dilakukan bertahun-tahun yang lalu, mengikuti ajaran para sesepuh. Jika dirunut lebih jauh, cerita tarawih kilat ini pada awalnya dimaksudkan untuk membuat para jama'ah tertarik mengikuti sholat tarawih berjamaah. Dengan prosesi yang cepat membuat orang-orang tertarik karena merasa ringan dan mudah. Fenomena ini cukup menarik karena ternyata ritual sholat tarawih kilat ini diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai usia dan bahkan dari berbagai tempat yang cukup jauh dari lokasi pondok pesantren ini.
Saya tertarik satu hal melihat fenomena ini, yaitu masalah cepat, kilat. Ya..orang maunya cepat. Kata-kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, bukan? Memang sebuah hal yang umum dan manusiawi sekali ketika kita sebagai manusia ini maunya serba cepat, mudah. Maka tidak heran jika banyak sekali kita jumpai di sekitar kita yang gemar mengambil 'jalan pintas' untuk membuat tujuannya 'cepat' tercapai.
Nah, coba kita luruskan sedikit mengenai kata 'cepat' ini. Yang diinginkan setiap orang untuk 'cepat' tentunya adalah cepat untuk mendapatkan hasil, cepat mencapai tujuannya. Coba kalau kita lihat fenomena sholat tarawih kilat ini, apa kira-kira tujuan atau hasil yang mau didapat oleh orang yang melaksanakan sholat tarawih? Apakah bertujuan agar cepat selesai? atau untuk beribadah mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa?
Jika tujuannya adalah cepat selesai berarti memang pas kalau ikut jama'ah sholat tarawih kilat ini. Bahkan bila perlu dibuatkan sebuah target atau catatan lama waktu untuk pelaksanaan sholat tarawih ini, sehingga bisa dilihat secara grafik pencapaian setiap hari kecepatan tarawihnya mengalami peningkatan atau penurunan. Jika muncul tren penurunan maka bisa dibuatkan sebuah PICA (Problem Identification & Corrective Action) atas pelaksanaannya sehingga bisa ditingkatkan kecepatannya pada hari berikutnya. Jika ternyata tren semakin meningkat alias waktunya lebih kilat khusus, buatlah menjadi sebuah standar baru sehingga bisa menentukan target yang baru. Kira-kira begitu arahnya jika tujuan dari sholat tarawih ini adalah 'cepat selesai'.
Bicara mengenai 'cepat selesai' saya jadi tertarik untuk membahas lebih panjang dan dalam lagi. Kata-kata 'cepat selesai' identik dengan pembicaraan dewasa. Istilah kerennya adalah ejakulasi dini. Nah, jika dikaitkan dengan target dan tujuan, ejakulasi dini ini juga sedikit absurd. Target dan tujuan dari pasangan lawan jenis ketika berhubungan badan adalah untuk bereproduksi, menghasilkan benih sebagai penerus keturunan. Menjadi cukup absurd dan kontradiktif ketika orang-orang berlomba-lomba untuk 'tahan lama' dibandingkan 'cepat selesai'. Padahal jika yang terjadi adalah 'tahan lama', maka tujuan untuk segera menanam benih dan punya anak sebagai penerus keturunan juga akan lebih lama lagi, target tidak tercapai. Memang aneh fenomena yang terjadi ini, semua serba terbalik, salah kaprah.
Kalau kita renungkan lebih dalam lagi, sebenarnya apa sih yang membuat orang buru-buru ingin cepat selesai atau berlama-lama melakukan sesuatu? Satu kata yang paling pas untuk mewakili adalah 'Nikmat'. Ya..kenikmatan lah yang dicari orang dan berharap untuk bisa berlama-lama menikmatinya. Hubungan suami istri merupakan sebuah kenikmatan tersendiri, halal tentunya, maka tidak heran jika pasangan berusaha untuk berlama-lama menikmati setiap prosesinya.
Bagaimana dengan sholat tarawih? kenapa muncul fenomena tarawih kilat? kenapa orang lebih senang cepat selesai? kenapa memilih ikut jamaah dengan bacaan pendek? apakah sholat tarawih bukan sebuah kenikmatan?
Jawabannya adalah 'Ya' untuk orang yang ikut sholat tarawih kilat tersebut kalau tujuannya adalah 'cepat selesai'. Tapi tentunya adalah sebaliknya bagi orang-orang yang merasa bahwa ibadah di bulan suci Ramadhan ini merupakan sebuah ibadah yang ditunggu-tunggu selama satu tahun sehingga tidak menyia-nyiakan waktu dan berlama-lama menikmati setiap prosesi ibadah termasuk sholat tarawih ini. Bisa kita lihat bagaimana prosesi sholat tarawih yang dilakukan dengan bacaan surat-surat panjang sehingga memakan waktu berjam-jam dan dilakukan oleh jama'ah dengan khusuknya.
Memang tidak ada aturan harus berapa lama sholat tarawih dilakukan, tapi tentunya ada syarat dan rukunnya yang tidak boleh kita tinggalkan meski boleh saja bahkan kita tinggalkan sama sekali, tidak melaksanakan sholat tarawih karena memang hukumnya adalah sunnah. Jadi tidak perlu ada pertentangan dan perdebatan di sini mau seberapa cepat sholat tarawih Anda, seberapa khusuk Anda melakukannya, Allah lah yang menilainya.Tapi lain lagi kalau urusannya ejakulasi dini. Akan muncul perdebatan dan pertentangan dengan pasangan tentunya jika Anda terlalu cepat selesai dan tidak khusuk menjalaninya, Istri Anda lah yang akan menilai. #nyengir
Salam,
HUM

Waspadai Serbuan Jama'ah Malliyah!

BY 69HUM dot com IN , No comments

Jama'ah Malliyah menyerbu pusat perbelanjaan (source: theglobejournal.com)
Merebaknya aliran-aliran yang cukup beragam di tanah air memang perlu untuk kita waspadai. Menjelang paruh waktu kedua bulan Ramadhan ini kita harus mewaspadai akan munculnya sebuah aliran baru yang saya sebut sebagai Jama'ah Malliyah. Jangan sampai kekhusyukan ibadah kita di bulan suci ini menjadi terganggu dan berkurang pahalanya gara-gara kita ikut menjadi bagian dari jama'ah Malliyah ini.
Jama'ah Malliyah yang saya bicarakan ini bukan seperti kelompok jama'ah-jama'ah sliran agama atau garis keras semacam ISIS dan turunannya, tapi merupakan sekelompok orang atau jama'ah yang beramai-ramai, berbondong-bondong menyerbu Mall-mall dan pusat perbelanjaan menjelang Lebaran. Euforia menyambut lebaran seringkali membuat kita lupa diri, apalagi ditambah gencarnya promosi dan rengekan anak istri yang membuat emosi kita membumbung tinggi. Fenomena ini pasti sudah tidak asing lagi dan akan segera kita jumpai.
Dari data statistik yang saya kumpulkan dari masjid di dekat rumah, jumlah Jama'ah sholat Tarawih semakin hari makin terlihat adanya kemajuan. Pada saat awal-awal Ramadhan, jama'ah penuh sesak memenuhi masjid, bahkan sampai luber ke belakang dan jalanan samping masjid. Seiring waktu berjalan, barisan jama'ah mengalami kemajuan. Yup..kemajuan secara harfiah. Pelan-pelan jumlah shaft bergerak maju, yang awalnya penuh sampai baris belakang sedikit demi sedikit mulai maju ke barisan depan. Yang pada awal-awal puasa kita harus datang lebih awal biar kebagian tempat buat sholat Tarawih, telat sedikit bakal kebagian tempat di halaman masjid, tapi semakin tambah hari semakin mudah untuk kita mendapatkan tempat nyaman untuk sholat Tarawih. Hebat bukan..? Dan masih mengambil dari data statistik juga dari Mall di dekat rumah juga, kemajuan jama'ah sholat Tarawih ini memicu bertambahnya jama'ah Malliyah yang memadati pusat perbelanjaan di malam hari. Merupakan sebuah korelasi positif vs positif, kemajuan jama'ah sholat Tarawih meningkatkan jumlah jama'ah Malliyah. Coba nanti saya buat grafik eksponensial untuk menjelaskan korelasi antara dua parameter ini.
Menjelang paruh waktu kedua bulan Ramadhan ini bertepatan dengan masa gajian yang jatuh di akhir bulan maupun awal bulan nanti. Hal ini mau tidak mau dan harus kita sadari sebagai salah satu faktor pemicu bertambahnya jumlah jama'ah Malliyah. Masih ditambah lagi THR yang akan diterima berikutnya atau malah sudah diterima rapel dengan gajian bulan ini, tentunya menambah kuatnya pasokan amunisi dari jama'ah Malliyah ini. Kondisi ini sebenarnya merupakan hal umum dan wajar kita jumpai setiap tahunnya di negeri ini. Sedikit kontradiktif sebenarnya dengan kondisi ekonomi yang dikabarkan terjadi perlambatan, coba nanti saya belum lihat data statistiknya dari warteg sebelah rumah.
Sesuai dengan hukum ekonomi supply and demand yang baru saja saya buka catatannya dari meja teman sebelah, fenomena ini memicu bergairahnya kondisi pasar. Para pelaku pasar berlomba-lomba untuk memberikan promosi maupun diskon untuk produk-produknya, dengan harga spesial tentunya. Spesial khusus menyambut lebaran, setelah itu akan balik lagi harga normal, tanpa diskon tapi bisa jadi lebih murah harganya karena tidak ada yang beli. Saya akan update lagi nanti dari hasil survey pasar senggol kampung sebelah.
Ketika para penjual di Mall-mall berlomba-lomba memberikan diskon sehingga harga-harga (seolah-olah) menjadi lebih murah, hal ini berbeda dengan yang terjadi di pasar tradisional yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Dari hasil sidak ke pasar tumpah di gang sebelah, tanpa tutup tedeng aling-aling dijumpai para pedagang sembako dengan gagahnya menawarkan harga-harga yang semakin naik, diskon yang ada tergantung dari kejudesan emak-emak dalam menawar. Demi melihat semakin membumbungnya harga sembako apalagi nanti mendekati Lebaran, analisa saya selain memang hal ini terpengaruh oleh faktor supply and demand, ada satu faktor lagi yang kemungkinan besar berperan, yaitu adanya penimbun, oknum yang memanfaatkan kondisi musiman ini. Jika saya coba analisa lebih dalam lagi dan mengaitkan dari kultum pak ustadz waktu kecil dulu bahwa di bulan Ramdhan ini setan-setan akan dibelenggu selama satu bulan penuh, sangat bisa dipastikan bahwa oknum penimbun sembako ini adalah bangsanya setan. Karena mereka mau dibelenggu selama sebulan penuh, maka sebelum bulan Ramadhan kemarin curi start nimbun sembako dulu, inilah akibatnya.
Baiklah, sebagai penutup saya berwasiat kepada diri sendiri dan para jama'ah sekalian. Waspada dan berhati-hatilah terhadap kemunculan jama'ah Malliyah ini. Buat rencana dan persiapan menyambut lebaran tahun ini dengan tenang. Pilah mana yang hanya sebuah keinginan dan mana yang benar-benar merupakan kebutuhan. Buat kalkulasi kebutuhan dan pengeluaran termasuk rencana silaturahmi ke keluarga besar atau ke kampung halaman. Jangan sampai batal rencana silaturahmi gara-gara kita terjerumus masuk ke dalam jama'ah Malliyah ini dan kehabisan ongkos buat pulang kampung. Waspadalah....waspadalah..!!
Salam,
HUM

Saturday, June 27, 2015

Prestasi Jokowi dari Cipali sampai Interstellar

BY 69HUM dot com IN , , No comments


Hawa mudik lebaran sudah mulai terasa. Bau angin Pantura seolah terbawa menusuk hidung yang kembang kempis ini. Bayangan bermacet ria di jalanan ada di depan mata. Ehh..tunggu dulu, kan sudah ada Tol Cipali. Bisa melesat cepat nih pulang kampung tahun ini :)
Yup, Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) telah diresmikan oleh Presiden Jokowi hari Sabtu, 13 Juni 2015 dan dibuka untuk umum mulai Minggu, 14 Juni 2015 jam 00:00 dan masih dibuka gratis sekaligus untuk evaluasi kondisi jalan. Hasil sementara sudah tercatat beberapa kecelakaan yang terjadi. Mudah-mudahan tidak perlu bertambah lagi sehingga acara mudik tetap lancar.
Kontroversi muncul ketika Tol Cipali ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. Dua kubu Jokowi (Hater & Lover) saling bersitegang. Para Haterberanggapan bahwa Jokowi menjadikan Cipali sebagai prestasinya, padahal dibangun pada masa pemerintahan SBY. Jadi sebenarnya Cipali ini bukan hasil kerja Jokowi, hanya menikmati hasil jadi saja dan paraLover menganggap itu sebagai hasil kerja kerja kerja Jokowi.
Sebenarnya kontroversi Tol Cipali ini muncul juga sebelumnya, yaitu masalah penamaan. Sebelumnya Tol ini disebut Cikapali, diambil jadi Cikampek-Palimanan. Penamaan ini menjadi masalah ketika penguasa daerah Purwakarta protes dan menyampaikan bahwa ujung Tol ini bukan di Cikampek yang notabene masih masuk wilayah Karawang, melainkan di Cikopo yang masuk wilayah Purwakarta. Demi meluruskan kenyataan itu akhirnya Tol Cikapali resmi diganti menjadi Tol Cipali saat diresmikan oleh Jokowi, meski papan petunjuk di jalan Tol masih mengadopsi nama Cikapali, mungkin belum sempat diganti.
Mengamati fenomena Tol Cipali ini saya jadi teringat sebuah film fiksi ilmiah yang saya tonton beberapa waktu yang lalu dan tertarik untuk membahasnya. Interstellar, film super keren ini coba saya kaitkan dengan Cipali.
Kontroversi peresmian oleh Jokowi yang dianggap prestasinya maupun masalah pemilihan nama tadi saya pikir hal yang terlalu sepele untuk diperdebatkan, sangat tidak mengena esensinya. Pemikiran tentang masa kini, egosentris dan sangat dangkal. Kenapa saya perlu kaitkan dengan film Interstellar? Baiklah, saya coba refresh sedikit cerita tentang film ini. Bagi yang pernah menonton bisa jadi muncul komentar "film yang membingungkan". Bagi saya film Interstellar garapan Nolan ini merupakan salah satu film super duper keren yang pernah saya tonton, baik dari sisi penyajian maupun esensi ceritanya. Begitu dalam dan penuh filosofi. Buat yang belum pernah nonton film ini boleh coba browsing resensi filmnya. Intinya film ini berkisa tentang perjalanan menembus batas dan waktu untuk memperjuangkan kelangsungan hidup umat manusia dengan resiko mengorbankan diri maupun keluarga. Sebuah perjalanan lintas galaxi untuk menemukan sumber kehidupan baru ketika diprediksi kondisi bumi sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali oleh anak cucu di kelak kemudian hari. Sebuah filosofi cukup tinggi jika kita lihat dan bandingkan dengan apa yang setiap hari kita temui di media. Berita tentang politik, korupsi, sikut sana-sini, memperjuangkan hak-hak pribadi maupun golongan dengan mengabaikan orang lain, apalagi memikirikan masa depan bangsa ini atau bahkan umat manusia di dunia ini. Sungguh ironis.
Sebuah dialog yang mengisyaratkan sebuah pemikiran yang berimbang sempat saya note ketika tokoh utama sedang galau antara tetap tinggal bersama keluarganya atau pergi ke angkasa luar yang belum tentu berhasil dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.
"Kau tak bisa memikirkan keluargamu saja, pikirkan hal lebih besar dari itu."
Jawaban sang tokoh sangat mengena, "Aku memikirkan keluargaku dan jutaan keluarga lainnya."
"Kita harus berpikir, bukan sebagai individual, tapi sebagai spesies."
Sebuah jawaban dari pemikiran revolusioner seorang pemimpin. Seimbang antara memikirkan keluarga dan orang lain, karena merasa bagian dari keluarga besar. Jadi tidak berpikir di awal untuk mengorbankan salah satunya.
Sangat bertentangan dengan yang kita jumpai di saat ini. Begitu ambisinya para pejabat dan pemimpin kita untuk memikirkan dirinya dan keluarganya, kroni-kroninya, kerabat dekatnya dengan mengabaikan atau bahkan mengambil hak jutaan keluarga lainnya.
Misi dari perjalanan luar angkasa yang dikisahkan di film Interstellar ini penuh dengan muatan ilmiah di dalamnya. Bagaimana hubungan teori relativitas yang dikaitkan dengan perjalanan menembus waktu dan dimensi ini. Sebagai ilmuwan, para tokoh di sini sadar dengan resiko perbedaan waktu relatif yang akan terjadi. Satu jam mereka di planet lain sama dengan 7 tahun waktu di Bumi. Waktu begitu berharga untuk misi yang mereka jalankan, sebuah misi yang mereka sadar dari awal bahwa kecil kemungkinan berhasil atau bisa dirasakan oleh keluarga mereka saat ini, tapi untuk masa depan.
Satu adegan yang cukup menyentuh adalah ketiga rombongan menyisakan satu orang tetap di pesawat sedang team yang lain mendarat di planet baru dengan perbedaan gravitasi dengan bumi sehingga memunculkan relativitas waktu. Hanya beberapa jam mereka pergi dan ketika kembali ke pesawat menjumpai teman mereka sudah tambah tua beruban. 23 tahun lamanya dia menunggu dengan hampir putus asa team akan kembali ke pesawat. Yang paling menyentuh adalah di akhir cerita ketika sang tokoh akhirnya berhasil kelmbali ke Bumi dan ketemu dengan anak perempuannya yang saat ditinggalkan masih kecil, saat bertemu sudah menjadi seorang nenek tua yang dikelilingi oleh anak cucunya. Nenek tua yang bertemu dengan ayahnya yang masih muda. Nenek tua yang berkeyakinan penuh akan perjuangan ayahnya untuk umat manusia. Nenek tua yang melanjutkan tongkat estafet dari apa yang telah dimulai oleh pendahulunya. "Akan kuselesaikan apa yang kau mulai."
Saya jadi berandai-andai, coba Jokowi menonton film Interstellar ini kalau belum pernah, sempatkan di sela-sela kesibukannya. Atau minimal baca resensi dari film ini. Dan bukan hanya Jokowi, tapi semua pejabat pemerintah, para pemimpin instansi, aparat pemerintah dan pemimpin-pemimpin yang lainnya termasuk kita tentunya sebagai pemimpin keluarga, minimal memimpin diri sendiri buat yang masih jomblo.
Jika kita berpikir revolusioner seperti esensi film Interstellar tadi maka tidak ada perdebatan siapa yang berjasa atas Tol Cipali. Memang tugas Jokowi untuk meresmikan apa yang sudah dimulai oleh SBY bahkan mungkin digagas oleh Soeharto atau malah ide dari pemikiran Soekarno? Sebagai pemimpin bangsa harus siap menerima tongkat estafet dari pemimpin sebelumnya dan jangan lupa berpikir untuk menyerahkan tongkat estafet berikutnya bukan saling berebut tongkat, pukul memukul, jegal menjegal dengan target sesaat. Berpikirlah untuk masa depan, masa yang akan datang bahkan ketika kita tidak lagi bisa menikmatinya.
"Waktu itu relatif, paham!"
"Waktu bisa merenggang, waktu bisa mengkerut, tapi...waktu tak bisa mundur! Tak bisa !"

Salam,
HUM

Kasus Angeline di Mata Cenayang

BY 69HUM dot com IN No comments


Sedih dan miris rasanya membaca kasus Angeline di media, si gadis kecil yang cantik ini. Perkembangan kasus yang semakin membuat pilu, entah apa yang ada di pikiran sang pelaku sehingga begitu tega dan gelap mata. Meski saya seorang laki-laki yang perasaannya tidak sesensitif kaum perempuan, tapi sebagai seorang ayah dari anak perempuan yang usianya sebaya dengan Angeline, hati ini ikut tercabik-cabik rasanya.
Ada satu berita yang cukup menarik mengenai kasus ini, yaitu perihal penerawangan seorang cenayang tentang meninggalnya Angeline. Beritanya bisa dibaca di sini. Saya jadi tertarik dan teringat sebuah film yang pernah saya tonton entah beberapa tahun yang lalu, judulnyaMinority Report yang dibintangi Tom Cruise dan Collin Farrel. Saya tidak ingin membahas mengenai cerita atau resensi film ini, tapi inti cerita di dalamnya yang coba saya kaitkan.
Dalam film Minority Report dikisahkan tentang adanya cenayang yang disebut 'Precog' yang bisa mengetahui bayangan masa depan. Kemampuan ini kemudian dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya sebuah kejahatan. Jadi ketika akan muncul sebuah tindak kejahatan, melalui 'Precog' ini sang 'calon' pelaku bisa diamankan lebih dahulu sebelum benar-benar melakukan tindakan kejahatan. Konsep 'Pre Crime'menjadi sarana yang ampuh untuk menekan angka kejahatan dan tindak kriminalitas yang akan terjadi.
Film fiksi ilmiah ini memang masih sebatas angan-angan dan imajinasi sang sutradara untuk saat ini. Apalagi cerita tentang masa depan merupakan sebuah misteri Illahi, meski kita bisa jumpai ada banyak 'orang pintar' atau peramal yang mengklaim bisa melihat masa depan. Memang merupakan sebuah misteri dan penuh kontroversi jika sebuah ramalan 'ternyata' menjadi kenyataan. Susah sekali untuk dibuktikan secara logika akal manusia. Saya cuma membayangkan jika cerita Cenayang tentang kasus Angeline di atas diungkap sebelum semua terjadi, mungkin si Cantik Angeline masih bisa menikmati masa kecilnya sekarang. Atau malah sebaliknya, sang Cenayang dianggap orang gila!
Pendekatan ilmiah mengenai precogniton atau ramalan masa depan ini bukan tidak mungkin untuk bisa diterapkan di masa yang akan datang. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknik predictive analytic bisa diimplementasikan. Pengguna ponsel pintar saat ini tentu tidak asing dengan predictive text yang akan muncul ketika kita mengetikkan sebuah huruf atau kata pada clipboard. Sebuah algoritma tertentu menjadi sarana sang ponsel pintar untuk memberikan prediksi terhadap kata atau kalimat yang mau kita tuliskan. Meski kadang sedikit mengganggu karena tidak sesuai dengan keinginan kita atau bahkan memunculkan ramalan kata yang jauh menyimpang dari yang diharapkan, tapi konsep predictive text ini merupakan pembuktian awal bahwa kemampuan 'Precog' sang Cenayang bisa kita ciptakan melalui teknologi.
Kalau Anda penggemar film dan juga pencinta sepeda, tentunya pernah menonton film Premium Rush. Coba amati kemampuan sang tokoh utama dalam 'menerawang' masa depan ketika akan melakukan sebuah tindakan. Dia coba membayangkan cepat beberapa kondisi 'masa depan' yang akan terjadi jika dia memilih tindakan A, B, C atau D. Akibat dari tindakan yang akan dia lakukan dianalisa melalui sebuah predictive impact sehingga bisa menghindari atau meminimalisir efek terburuk yang diakibatkan.
Teknologi GPS yang terintegrasi dengan ponsel pintar juga bisa kita kategorikan sebagai konsep 'Precog'Update lalu-lintas pada jalan di depan yang akan kita lewati akan dengan mudah kita dapatkan. Titik-titik kemacetan tergambar di depan, sehingga pengguna bisa melihat 'masa depannya' dan mencari alternatif untuk menghindari agar tidak terjadi, terjebak dalam kemacetan di 'masa depan'. Teknologi modern yang disematkan di mobil mewah bahkan sudah ada yang menerapkan sebuah 'Precog' untuk menganalisa kemungkinan terjadi tabrakan dengan benda lain pada jarak tertentu. Sistem akan memberikan peringatan kepada sang sopir tentang prediksi yang akan terjadi di 'masa depan'. Bahkan sistem 'Precog' ini terintegrasi dengan sistem mekanis mobil sehingga otomatis akan mengurangi kecepatan mobil dan melakukan pengereman untuk menghindari terjadinya benturan.
Jika dikaitkan dengan cerita cenayang kasus Angeline, mungkin bukan sebuah teknologi yang digunakan dan memang belum tentu terbukti kebenarannya. Tapi coba kita berandai-andai jika suatu saat teknologi sudah mendukung dan bisa terintegrasi dengan otak kita, sehingga sistem 'Precog' bisa mengingatkan atau bahkan otomatis mencegah ketika kita mau melakukan sebuah perbuatan negatif, mungkinkah? Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, tentunya atas kehendak-Nya.
Yang bisa kita coba lakukan adalah kenali lingkungan, waspada dan saling mengingatkan. Kenali lingkungan sekitar kita terhadap potensi bahaya yang ada. Selalu waspada akan kemungkinan yang terjadi dan saling mengingatkan ketika muncul ancaman yang tidak disadari orang lain sedangkan kita bisa memprediksi potensi bahayanya. Semoga Angeline cantik tenang dan damai di sana. Jangan ada lagi kasus yang menimpa Angeline-Angeline yang lain, anak-anak masa depan kita! Aamiin...

Salam,
HUM


Monday, June 8, 2015

Selfie, Ajang Kompetisi dengan Diri Sendiri

BY 69HUM dot com IN No comments


"Cowok paling enggak tuh ya, tiap hari selpi, tiap kali ganti pp. Kek ga ada kegiatan lain aja."
Saya comot sebaris kalimat ungkapan seorang teman di jejaring sosial yang mengungkapkan komentarnya tentang aktivitas memotret diri sendiri alias selfie. Teman saya ini seorang perempuan tentunya dilihat dari komentarnya.
"Coba aja kang, selpi monyong2 gitu, tak anpren segera, hahahaha..."lanjutan komentarnya menanggapi komentar dari seorang temannya.
Fenomena selfie memang sedang marak bermunculan di sosial media seiring tak terbendungnya teknologi informasi yang berkembang di dunia maupun di tanah air. Merujuk dari arti kata jika ditelusuri lebih dalam pengertian ‘Selfie’ menurut referensi pustakawan Britania adalah“sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diunggah ke situs web media sosial.” Jadi memang kemunculan fenomena ini sangat didukung oleh berkembangnya ponsel pintar yang semakin terjangkau secara harga. Pada awal munculnya ponsel pintar yang dilengkapi dengan fitur kamera, harga yang ditawarkan masih relatif tinggi dan juga teknologi kamera yang diusung juga belum mumpuni. Saat ini banyak sekali ponsel pintar yang bertebaran dengan berbagai fitur kamera yang semakin memanjakan diri pengguna untuk ber-selfie ria, salah satunya ponsel keluaran terbaru Smartfren Andromax C3S & C3Si. Ponsel berbasis Android dengan harga yang sangat bersahabat untuk anak muda ini memiliki fitur Front Led Flash Camera yang akan semakin membuat wajah penggemar selfie semakin cerah berbinar. Pengguna akan dengan mudah mengunggah foto selfie-nya di jejaring sosial dengan dukungan jaringan kecepatan tinggi dari Smartfren. Tentunya akan membuat diri semakin eksis di dunia maya dan membuat 'wow' teman yang lainnya.
Meski fenomena selfie ini mencuat seiring munculnya teknologi ponsel pintar, pada dasarnya 'hasrat' untuk selfie ini ada pada diri setiap individu meski dengan kadar yang berbeda-beda. Sisi egosentris kita tidak bisa dipungkiri. Coba wajah siapa yang kita cari saat melihat foto kita bersama sekelompok orang? Pertama kali tentunya kita akan fokus mencari wajah kita yang mana, baru urutan berikutnya kita lihat orang-orang dekat atau yang kita kenal. Hal ini menunjukkan bahwa sisi keakuan atau narsis tak bisa lepas pada diri seseorang. Tidak peduli mau wajah kita yang terjelek dari sekumpulan teman kita, tetap wajah sendiri yang kita cari di urutan pertama. Merujuk pada kalimat yang saya ambil dari status akun jejaring sosial salah satu temen putri di atas, sebenarnya foto-foto diri yang kita anggap paling 'wah' dan 'wow' tadi ternyata terasa 'bikin mual' orang lain yang melihatnya, tentunya jika berlebihan.
Beragam motivasi dan tujuan orang melakukan selfie. Saya coba analisa pribadi dengan berbekal beberapa foto selfie pribadi. Beberapa waktu yang lalu media sempat dihebohkan oleh peristiwa kecelakaan seorang pendaki gunung Merapi yang meninggal setelah melakukan foto selfie di sana kemudian terpeleset dan terjatuh ke kawah. Dari beberapa foto yang sempat diunggah ke media sosial, bisa jadi itu bukan masuk kategori selfie karena foto diambil oleh orang lain. Saya tidak ingin membahas mengenai kasus itu, tapi coba mengaitkan dengan motivasi penyuka selfie. Coba lihat foto selfie asli saya di bawah ini.
Foto di atas saya ambil sendiri menggunakan ponsel pintar di atas kawah Gunung Tangkuban Perahu. Apa yang menjadi motivasi? Gaya..? Lokasi ekstrim..? Pose menantang..? bisa jadi semuanya merupakan jawabannya. Merasa diri seolah menjadi sosok Neo dalam trilogi The Matrix. Berbagai komentar dari teman ketika foto selfie itu saya unggah beberapa saat setelahnya ke media jejaring sosial. Komentar haha hihi mewarnai status foto selfie saya tadi.
Bagaimana dengan potensi bahaya saat saya melakukan sesi foto itu? Sudut pengambilan gambar saja yang membuat foto itu seolah saya melayang mau jatuh ke belakang dengan kawah di bawahnya. Sebenarnya dengan satu tangan pegang ponsel pintar dengan fitur timer dan tangan satunya berpegangan pada pagar beton di pinggir tebing atas kawah tersebut. Jadi untuk mendapatkan momen istimewa dengan lokasi ekstrim kita tetap selalu memperhatikan potensi bahaya,safety first.
Kita coba lihat lagi foto selfie yang kedua di bawah ini.
Goweser selfie (Doc: HUM)
Foto ini saya ambil di sela waktu istirahat bersepeda. Yap...bersepeda merupakan salah satu hobby saya. Tujuan selfie dengan kostum sepeda dia atas apa kira-kira? Gaya..? Tentu saja..! #nyengir
Selain itu sebagai pengumuman ke teman-teman di jejaring sosial mengenai hobby dan kegemaran saya, siapa tahu ada yang punya hobbysama atau tertarik untuk ikut bersepeda. Jadi alah satu fungsi foto selfie ini adalah untuk memberi tahu sisi lain dari kehidupan kita yang mungkin orang yang tiap hari berinteraksi di tempat kerja bahkan tidak tahu.
Foto berikutnya saya ambil dengan ponsel pintar yang punya fitur face recognition. Fitur ini bisa mendeteksi usia kita dengan algoritma tertentu saat kamera diarahkan ke wajah kita. Semakin narsis dan kepala tambah bengkak saja ketika sang ponsel pintar mengenali usia kita jauh di bawah usia sebenarnya. Sok imut, sok muda, sok keren..itu yang akan muncul di benak kita. Dan sebaliknya, berasa mual dirasakan oleh teman yang melihat foto yang diunggah. #nyengir
Face recognition (Doc: HUM)

Sisi lain yang coba dimunculkan saat selfie adalah orang-orang dekat di sekitar kita. Foto selfie ini yang biasanya dilakukan bersama keluarga, istri, anak atau teman dekat. Foto selfie bersama ini menunjukkan eksistensi kita di sekitar orang-orang dekat. Kedekatan hubungan serta keakraban coba dimunculkan melalui sesi foto selfie ini. Bagaimana komentar Anda tentang foto selfie bareng si Kecil yang lucu di bawah ini..? Menggemaskan bukan melihat ekspresi si Kecil..? dan tentu sebaliknya bikin perut mules melihat foto bapaknya. :D
Fish eye - Menggemaskan (Doc: HUM)
Ohh, iya..foto selfie ini menggunakan fitur fish eye pada ponsel pintar sehingga terlihat objek melengkung seperti objek yang dilihat oleh mata seekor ikan. Fitur ini sekedar sebagai variasi foto sehingga terlihat lain dan lebih menarik tidak monoton seperti foto pada umumnya.
Yang terakhir saya coba pasang foto yang satu ini. Langsung sakit perut pastinya ketika melihat foto selfie saya ini, lha wong proses pengambilannya saja di detik-detik saat perut mules. #jorok
Jangan bugil di depan kamera (Doc: HUM)
Foto ini sebenarnya mengingatkan pada kasus foto kamar mandi para remaja putri ABG  atau Alay yang bikin heboh media sosial. Foto selfie diri yang polos. Polos bukan karena wajah lugu tanpa dosa. Memang sih tampang ABG masih pada lugu, tapi polos tanpa sehelai benang dan ber-selfie ria di depan kamera tentunya hal bodoh yang mereka lakukan. Apalagi menyimpannya di ponsel kemudian diunggah sang pacar ke media sosial atau malah mengunggahnya sendiri..? So big mistake..! Jangan bugil di depan kamera..!!
Makanya saya foto selfie kamar mandi masih berpakaian, biar tidak menggoda iman.. #nyengir
Salam,
HUM

Mintalah Bon Pembelian di SPBU

BY 69HUM dot com IN No comments


Gonjang-ganjing harga BBM yang naik turun menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Ketika harga BBM naik, harga sembako tidak mau kalah melesat mengejar. Giliran BBM turun sedikit, sembako tetap konsisten. Sembako mah gitu orangnya.. konsisten....#loh
Saya lagi nggak pengen mbahas masalah harga BBM atau sembako atau tarif si AA yang suka naik turun #ehh. Maksudnya gini, saya heran dengan orang-orang berduit tu...naiknya mobil ber merek... Alparat.. Mbelgesdes yo ben...biemdabelyu...tapi kok ngantrinya beli premium. Ngeluh harga petromax mahal. Apa ndak bisa berhitung apa ya..? 1 liter sekarang harganya cuma 8.700, kalau belum naik. Coba bandingin musti keluar duit 50 jt cuman dapet brp mili liter tu sama si AA #nyengir
Cukup..! Sekarang yang serius ya.. Baiklah. Jadi begini, kemarin bini cerita habis ngisi bensin penuh buat mobilnya habis 450 ribu. Saya tanyain, " Yakin bayar segitu?" Dengan mantab bini njawab, " Yakin lah..lha wong duit di dompet ya cuman segitunya..ni habis tinggal marebuan.." sautnya sambil nyodorin dompet yang  sobek sana sini penuh sesak kartu kagak jelas. Hmm..yang saya pikirkan nggak se-simple istri saya. Dalam hitungan cepat di kepala coba kalkulasi. Coba kita hitung, 450.000/7.400 = 60,8108108 liter (hebat juga itungan cepat kepala di luar ini ya..? Sampek dapet berapa digit belakang koma gitu.. :D). Sedang kapasitas tangki si Vina mobilnya istri, menurut spesifikasi di buku panduan pemilik kendaraan cuma 52,4 liter, luber-luber tu bensin mestinya. Ada apa ini..? Apa yang sebenarnya telat terjadi?
Berbagai asumsi bermunculan di kepala. Dicurangi tukang pom bensin? Bisa iya bisa tidak. Kalau Mas Anang sih Yes...Tapi tak begini.. Kau khianati hati ini.. Kau curangi aku..#gubrak Sayangnya istri tidak menyimpan bon pembelian bensin itu, meski yakin dengan jumlah nominal yang dibayarkan (nggak yakin juga sih saya mah sama ingatan istri). Analisa lain mungkin keliru ngisi pertamax? Coba hitung cepat lagi, 450.000/8.700 = 51,7241379 liter. Nah, ini angka mendekati kapasitas maksimal tangki, meski kalau bener mesti ngisi segitu, artinya isi bensin sebelumnya di dalam tangki hanya tersisa 0,6758621 liter..!! Nggak masuk akal sih kalau saya yang bawa mobil, nyisain isi tangki sampai hampir ludes gitu :D
Oke..lupakan angka-angka perhitungan dengan sekian koma di belakang tadi, bikin pusing pala berbi saja. Yang saya coba pikirkan adalah bagaimana seandainya istri saya minta bon ke tukang pom bensin dan berhenti sejenak untuk memeriksa angka-angka kalkulasi di atas. Common sense dan logika kasar cukup untuk melihat kejanggalan yang mungkin terjadi. Jadi kan kita tidak perlu berasumsi seperti analisa di atas.
Memang kelihatannya sebuah hal yang sepele, hanya secarik kertas kecil bon pembelian bensin yang orang seringkali abaikan, tapi ini menurut saya menjadi penting. Efek positifnya tentu dengan minta bon kita tidak jadi tercurangi oleh ulah SPBU maupun oknum nakal di pom bensin itu. Lebih jauh lagi, kita bisa mencegah atau menutup potensi kecurangan yang bisa dilakukan oleh SPBU ataupun oknumnya. Nilai manipulasi mungkin bagi sebagian orang dianggap kecil. Tapi yang menjadi point adalah bahwa ini masalah mental karena ada peluang dan kesempatan.
Hal lain yang pernah saya jumpai dan mungkin sudah menjadi praktek umum adalah jual beli bon pembelian bensin. Mungkin ada yang berpikir aneh, bagaimana caranya..? Beberapa kali saya jumpai sopir pribadi atau perusahaan ketika selesai isi bensin yang menanyakan ada bon pembelian lain nggak? Tentunya yang nilainya lebih besar dibanding yang dia isikan ke mobil perusahaan atau bosnya. Korupsi dan kolusi antara sopir dan oknum SPBU ini tentu tidak terjadi jika setiap pelanggan selalu minta bon pembelian setiap habis isi BBM.
Melihat kenyataan dan kondisi di lapangan seperti itu, saya pribadi selalu mengingatkan mulut ini untuk minta bon pembelian ke petugas SPBU setiap kali isi BBM, selain juga sebagai catatan boros tidaknya pemakaian BBM selama periode itu. Cukup simple dengan mengkalkulasi berapa kilometer jarak tempuh dibanding berapa liter isi BBM full tank. Jadi hampir selalu saya isi BBM full tank, jika dompet ada isinya tentunya. #mringis. Boleh juga kemudian kita kumpulin bon pembelian tadi, siapa tahu nanti ada program beli 10 kali gratis 1 kali full tank. #ngarep
Sedikit berandai-andai kemungkinan penggunaan teknologi untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan potensi penyalahgunaan oleh oknum SPBU ini. Dengan teknologi saat ini bisa saja pembelian BBM ini terintegrasi dengan akun bank kita. Jadi dengan menggunakan kartu kredit maupun debit untuk pembelian. Bon atau struk pembelian juga tidak perlu dicetak, bisa langsung dengan notifikasi SMS atau email yang bisa kita lihat informasinya saat itu juga. Jadi selain menghindari tindakan manipulasi tadi juga selaligus menerapkan konsep go green, paperless.
Jadi mulai sekarang, yuk kita selalu minta bon pembelian setiap kali isi BBM. Hal kecil sepele tapi bisa menumbuhkan dan menjaga sikap mental jujur dari kita, masyarakat, rakyat Indonesia. Revolusi mental kata mas Joko..#nyengir
Salam, 
HUM