Tuesday, November 22, 2016

Masih Percaya Keajaiban?

BY 69HUM dot com IN , , , 4 comments

MASIH PERCAYA KEAJAIBAN?



Beberapa waktu yang lalu saat lagi istirahat kurang enak badan, berkali-kali muncul panggilan dari nomer tidak dikenal. Karena lagi pengen istirahat, telpon saya cuekin. Sore lihat henpon ternyata terlihat lebih dari 6 atau bahkan 9 kali panggilan tak terjawab dari nomer tersebut. Rupanya tidak kenal putus asa tu si penelpon gelap. Dan ternyata ada juga SMS dari nomer tidak dikenal juga. Isinya seperti ini, "Selamat siang pak Hardono. Saya XXX dari agency Mata**** Dept. Store. Bapak memenangkan tiket tour ke eropa untuk 2 orang.  Info dapat dilihat di www.mata****.co.id."
Langsung tutup henpon dan lanjut molor lagi..😅 Meski ada nomer asing misscall berkali-kali dan ada SMS tadi, saya tidak berpikir bahwa itu dua hal yang berhubungan, saking seringnya dapat SMS Mama minta pulsa...😅

Besoknya saat meeting kerjaan, nyambi sambil buka-buka henpon. Lebih tepatnya mainan henpon nyambi meeting 😬. Ingat deh SMS yang kemarin. Sedikit mencermati pesan yang muncul dan agak deg juga ngeliat alamat website co.id. SMS penipuan biasa pakai website abal-abal kan? Akhirnya iseng coba masuk ke website tersebut yang memang merupakan website resmi Mata**** Dept. Store dan...jeng jeng....terpampang sebuah sebuah banner di slider halaman depan "PENGUMUMAN PEMENANG" dan...jeng jeng...tertera di sana nama saya tercantum sebagai salah satu dari 3 orang pemenang hadiah utama, Tour de Europe...WoW....!!

Akhirnya coba krosscheck ke beberapa media resmi termasuk account resminya di Facebook, dan konfirm postip bukan mimpi...😅. Masih di tengah meeting tiba-tiba ada panggilan dari nomer yang tidak di kenal kemarin. Saat saya angkat henpon, terdengar suara lega di seberang sana, "wah, Bapak saya hubungi susah banget." Kata lanjutan yang meluncur dr mulutnya setelah kata Hallo. Meski masih dalam suasana surprise bangun dari mimpi, saya tetap bersikap cool dan ngobrol biasa. Minta formal letternya dikirim juga email.

Singkat cerita akhirnya memang terbukti saya memenangkan hadiah pertama tersebut, jalan-jalan buat dua orang. Jadi ini adalah program undian Mata**** Dept. Store dengan Mas*** Card. Memang benar-benar sebuah iseng-iseng berhadiah, belanja 500 rb dapat satu kupon undian.

Ceritanya pas menjelang lebaran kemarin kami belanja tu biar bisa pakai baju baru saat lebaran nanti, sekaligus buat oleh-oleh di rumah. Entah memang lucky atau alam bawah sadar, tidak biasanya struk pembelian saya photo dan sampai sekarang masih tersimpan di henpon 😅. Memang kalau rejeki itu tak kan lari kemana ya.? Rejeki anak sholeh...😇

Lanjut akhirnya kami urus dokumen buat imigrasi. Passport beres lanjut permohonan visa. Meski diurus oleh agensi, sempat ketar-ketir juga saat membaca note bahwa permohonan Visa belum tentu langsung disetujui, tergantung keputusan dari kedutaan. Waduhh... Apalagi setelah coba browsing baca testimoni pembuat Visa Schengen. Ada embel-embel saldo rekening minimal dan bahkan ada yang minta suntikan dana dulu sekian M dari orang tuanya biar lolos jalan Europe. Ya...kalau cuman satu atau dua M mah ada lah saya...seember isi koin semua...😅. Akhirnya tetap nekat print out rekening koran dari tabungan yang segitu-gitunya tu...dan nyatanya permohonan Visa disetujui.. Alhamdulillah...😇

Saat ngobrol dengan sesama pemenang, sekali lagi mulut melongo... WoW...saat tahu bahwa beliaunya masukin ya...seratusan kupon lah...hitung sendiri kalikan maratus rebu berapa kira-kira belanjanya...😅. Dan coba tebak berapa kupon yang saya masukkan ke kotak undian? 69.? Kali ini angka keberuntungan saya ternyata bukan itu 😬. Saya hanya cukup memasukkan 3 lembar kupon undian dan bernasib sama dengan yang seratusan kupon tadi lho...WoW..!! Sungguh sebuah keajaiban, bukan? Alhamdulillah banget ya?😊

Dan hari ini kami berkumpul bersama di Bandara Soetta untuk berangkat Tour de Europe selama 12 hari...gratisss...tisss...dikasih uang saku lagi, meski harus ludes duluan buat belanja perlengkapan musim dingin...😓. Tapi gak papa, kapan lagi bisa berkesempatan mainan salju tanpa perlu naik ke Puncak Jaya Wijaya...😄. Jangan pada nanya oleh-oleh, karena buat makan di sana aja kami musti bawa sempoa buat itung-itungan...😅

Semoga perjalanan kali ini membawa berkah dari sebuah keajaiban karena benar apa kata orang bahwa kita hidup pun adalah sebuah keajaiban.
Europe...ayem kaming....!!


Salam,
HUM


Sunday, November 20, 2016

Anak Titipan

BY 69HUM dot com IN , , No comments

Hari ini kami sekeluarga menikmati liburan week end dengan makan siang di salah satu tempat pemancingan di Karawang Barat, Mang Ajo. Bukan pertama kali kami  ke tempat ini untuk sekedar leyeh-leyeh menikmati angin sepoy-sepoy sambil melihat anak-anak bermain atau mancing ikan. 
Makan siang di Saung Mang Ajo
Bukan tempatnya yang mau saya review alias endorse biar dapet gratis ikan nila bakar lho ya...? 😅, saya cuma teringat entah beberapa tahun yang lalu saat kami ke sini bareng Si Bibi asisten rumah tangga kami dari kampung. Asisten kami itu sudah berumur dan punya tiga orang anak. Anak yang besar perempuan. Dari anak perempuan pertama ini lah Si Bibi akhirnya menemani keluarga kecil kami.

Jadi ceritanya si anak pertama Si Bibi tadi adalah asisten rumah tangga Kakak saya yang di Jakarta. Pas dia pulang kampung, Si Bibi maksa ikut ke Jakarta untuk mbantuin sekaligus buat tambahan uang dapur mereka biar ngebul. Karena Kakak saya sudah cukup yang mbantuin makanya akhirnya si Bibi ikut keluarga kami, jarak juga tidak terlalu jauh jadi masih bisa saling berkunjung nengokin anak perempuannya.

Lalu apa hubungan Si Bibi sama Saung Mang Ajo? 
Memang setiap kali kita jalan bareng anak-anak, Si Bibi sering kami ajak. Nah, pas waktu kami ke Saung Mang Ajo, saat leyeh-leyeh menikmati suasana sehabis menyantap ikan bakar, tiba-tiba Si Bibi terlihat menerawang sambil meneteskan air mata. Istri saya coba bertanya ada apa?
Saya coba terjemahkan kata-kata ke bahasa Indonesia, aslinya Si Bibi bicara bahasa Jawa Kromo Inggil, "Saya ini terharu saking gembiranya, tidak pernah membayangkan bisa merasakan senang seperti ini, makan enak menikmati suasana  ramai. Tapi saya jadi teringat anak yang di rumah, jam segini belum tahu apakah sudah makan atau belum?", jawabnya sambil menyeka air matanya. 

Deg! Mak Jleb rasanya di hati ini. Saya coba membayangkan kalimat yang keluar dari mulut Si Bibi yang lugu itu. Memang karena pas datang ke Jakarta dulu bareng anak perempuannya yang besar, jadi kami sekeluarga tidak langsung melihat rumah atau kondisi keluarga Si Bibi di kampung. Yang kami dapatkan informasi bahwa Si Bibi punya 3 anak, yang nomor dua sudah sekolah SMP trus yang satu masih kecil kira-kira waktu itu usia 2 tahun lebih. Anak kami yang paling kecil baru lahir.

Akhirnya pada saat libur lebaran kami pulang kampung. Sore menjelang malam kami sempatkan langsung ke rumah Si Bibi yang terlihat sudah tidak sabar melihat anaknya. Selepas Isya' sekitar jam 7 malam lewat kami sampai di kampung yang masih sepi. Jalanan masuk gelap gulita. Mobil kami parkir di pinggir jalan raya dan kami jalan kaki menyusuri jalan kampung menuju rumah Si Bibi. Rumah sederhana di ujung kampung di bawah rerimbunan pohon bambu terlihat sepi. Nyala lampu temaram memancar dari sela dinding anyaman bambu rumah itu. 

Dengan tidak sabar Si Bibi langsung masuk rumah, kami ikuti di belakangnya. Langsung menyeruak gorden sebuah ruangan yang ternyata kamar anak kecilnya yang sedang tertidur pulas yang kemudian terbangun dan langsung menangis memeluk Ibundanya. Rasa kangen yang membuncah terlihat dari dua insan ibu anak yang sekian bulan tidak bertemu itu. Rasa haru bahagia bercampur sedih berkecamuk di dada ini ketika menyaksikan sebuah adegan yang bukan sebuah tayangan sinetron yang biasa kita lihat. Nyata dan alami, tanpa pencitraan mewarnai.

Saya jadi ingat pernah baca di timeline seorang teman yang dulunya seorang wanita karier kemudian memilih menjadi seorang ibu rumah tangga penuh untuk anak-anaknya. Sebuah pilihan yang bagus. Saya mencermati beragam komentar pro kontra tentang pilihan seorang wanita berkarier atau menjadi ibu rumah tangga. Saya tidak setuju dengan komentar yang hitam putih alias menjadi ibu rumah tangga full time adalah baik dan menjadi wanita karier adalah buruk atau sebaliknya karena menurut saya semua adalah pilihan. Ada yang mencemooh seorang wanita karier dengan komentar bahwa tega-teganya anak diberikan pada pembantu yang tidak berpendidikan sedangkan ibunya sibuk mengejar materi. Sebuah penghakiman yang sadis. 

Istri saya masuk sebagai kategori wanita karier yang harus membagi waktunya buat pekerjaan dan anak-anak di rumah. Si Bibi bahkan lebih tinggi derajatnya dari hanya seorang wanita karier. Si Bibi rela meninggalkan anaknya yang masih kecil di rumah untuk bekerja mengasuh anak orang lain. Masih tega kah kita menyebut orang seperti Si Bibi tidak punya perasaan meninggalkan anaknya untuk ngurusin anak orang?

Kita tahu apa yang kita lakukan lebih dari yang orang lain ketahui. Menghakimi apa yang dilakukan orang lain dari sudut pandang kita adalah hal yang memalukan diri kita sendiri. Tabayun jadi istilah yang lagi ngehits di era saling mengakimi dan menganggap lebih benar dari yang lain. Semoga kita semua dan keluarga selalu diberikan anugerah dan rahmat dari yang Maha Kuasa.

Hidup adalah pilihan and the choice is yours...!!
Anak-anak kita hanyalah titipan dari Sang Maha Kuasa.

Salam,
HUM 

Sunday, October 30, 2016

Misi Penyamaran

BY 69HUM dot com IN , No comments

MISI PENYAMARAN

Genderang perang melawan pungli sudah ditabuh. Reaksi beragam muncul di lapangan. Ada sebagian yang agak pesimis dan menganggap hal ini bakalan hangat-hangat tai ayam. Apakah lebih hangat dari selimut tetangga? Entahlah...silahkan Anda coba sendiri...
Pak Komandan mengantar anak ke sekolah
Beberapa waktu yang lalu muncul berita tentang seorang Kapolda yang menyamar sebagai warga biasa dan berhasil menangkap tangan anak buahnya sendiri yang melakukan pungli pada dirinya. Keren kan? Ini ni yang dulu pernah jadi impian saya, jadi seorang pahlawan pembela kejahatan dengan melakukan penyamaran. Entah mau disebut Pahlawan Bertopeng atau Pahlawan Kesiangan atau apalah apa namanya. Sayangnya takdir saat ini berkata lain. Meski lahir di kota militer, seragam militer yang membuat terlihat gagah tadi urung saya pakai karena satu dan lain hal yang tak pantas untuk diceritakan di sini, apalagi di media sosial seperti ini, khawatirnya akan menimbulkan fitnah karena tanpa disertai  bukti-bukti dan belum tabayun. Halah.

Tapi ceritanya ternyata lain, misi penyamaran tanpa sengaja berhasil. Cerita berawal ketika liburan pulang ke kampung halaman. Saat makan malam bersama keluarga kebetulan di depan komplek akademi militer. Ternyata di situ menyediakan berbagai macam aksesoris militer, replika tentunya. Singkat cerita kami beli beberapa aksesoris militer buat anak-anak, salah satunya sarung loreng buat si jagoan kecil dan saya sendiri ambil topi loreng.

Pas pulang balik ke Ibu Kota, tidak ketinggalan sepanjang perjalanan topi loreng nangkring di kepala. Ditambah kacamata hitam obat ganteng melawan teriknya matahari. Pas waktu sholat dhuhur kami berhenti di sebuh SPBU untuk istirahat sekalian sholat dhuhur. Tukang parkir mengarahkan mobil di area parkir dengan cekatan. Tanpa melepas topi dan kacamata saya langsung menuju mushola. Ternyata di mushola kecil itu tidak tersedia sarung, padahal saat itu saya pakai celana pendek. Akhirnya ingat sarung loreng punya si jagoan kecil yang kemarin beli. Langsung buka bagasi dan slempangin sarung loreng di pundak. Terlihat di kejauhan sang tukang parkir mengamati setiap mobil yang jadi tanggung jawabnya.

Nah, pas saat mau jalan lagi seperti biasa tukang parkir mengarahkan mobil yang mau keluar. Kaca jendela saya buka sambil mengulurkan lembaran di tangan...yang ternyata ditolak oleh sang juru parkir.  Ohh...baiklah, kami lanjutkan perjalanan meski sambil mikir kenapa sang tukang parkir tadi menolak duit parkir. Ahh sudahlah... Mungkin dia lelah.

Sambil injak pedal pelan-pelan masih kepikiran sama kejadian barusan. Atau jangan-jangan tukang parkir tadi mengira saya anggota militer? Trus dia takut, segan, nggak enak minta duit parkir? Bisa jadi...bisa jadi..!! Dan pembuktian langsung saya lakukan. Misi penyamaran dimulai.

Arus lalu lintas dua arah yang padat membuat orang-orang tidak sabar dan saling berebut. Ambil kanan saat terlihat kosong dan akhirnya terjebak di arus lawan arah. Dan akhirnya itulah yang menambah parah kemacetan. Pas posisi macet kebetulan di samping kanan terlihat sebuah mobil sejuta umat yang dikendarai seorang bapak dan istrinya. Kaca jendela terbuka lebar. Mungkin mereka sedang pengen menikmati udara panas siang itu dengan asap kenalpot dari kendaraan di sekitar. Pelan-pelan saya buka jendela dan sengaja nongolin kepala  dengan topi loreng keluar. Si bapak terlihat agak kaget dan tersenyum tertahan.

Saya ajak ngobrol pelan, setengah berisik dalam keramaian, "Pak, kalau sampeyan ambil kanan ya begini jadinya, ngunci nggak gerak kan?"
Si bapak mengangguk pelan dan  terlihat diiyakan oleh sang istri disampingnya. Pelan-pelan kemudian beliau kasih sign kiri dan masuk ke jalur kiri di depan mobil saya, sengaja saya kasih jalan. Dan selama sekian jam saya buntuti, mobil si bapak tidak neko-neko sama sekali, still on the track. Wow....it works...!!

Masih banyak cerita lain ketika saya pakai topi loreng tadi. Dari mulai pemotor yang serampangan, anak-anak kecil berboncengan gaya-gayaan tanpa helm sampai sopir bus ugal-ugalan yang terpaksa nunduk ketika saya buka kaca dan nongolin kepala di sampingnya. Sebenarnya apalah saya, siapa sih lu....? Aku hanyalah butiran debu.
Topi loreng  powerfull

Saya jadi berandai-andai dan semoga semakin banyak orang yang punya kuasa menggunakan power-nya untuk hal yang positif. Atribut loreng tadi adalah simbol power, sebuah kekuatan yang bisa digunakan untuk hal positif maupun sebaliknya. Kita semua punya power-nya masing-masing dan tidak ada salahnya coba misi penyamaran seperti saya. Pakailah topengmu dan gunakan untuk kebaikan atau keburukan... The power is yours...!

Salam,
HUM

Tuesday, October 25, 2016

Ketahuan Berbuat Baik

BY 69HUM dot com IN , , No comments


Tahu Campur Cak Tohir

KETAHUAN BERBUAT BAIK

Pulang kerja cepat itu sesuwatu banget. Bisa menikmati mentari sore yang siap masuk ke peraduannya. Sampai rumah disambut si Kecil yang sedang bermain seru sampai lupa mandi sore. Dan satu lagi yang menambah sesuwatu banget, gowes sore 😄

Trek santai memutar kampung belakang dengan sawah yang menghijau sungguh menyejukkan mata ini. Gowes kurang afdol tanpa PitStop kuliner. Dan kali ini seperti biasa mampir tempat nongkrong yang nge-hits di kalangan goweser lokal, Tahu Campur Cak Tohir..😋

Seporsi Tahu Campur ditemani Es Jeruk langsung disikat dengan penuh napsu membara. Mendadak muncul sesosok wanita muda masih lengkap dengan seragam kerjanya langsung menaruh pantatnya di kursi depan. Pesanan yang sama langsung dihilangkan oleh entah Adek, Kakak atau Ponakan Cak Tohir...entahlah, lha wong Cak Tohir yang mana juga entah berantah..😅

Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut kami. Masing-masing asyik menikmati setiap suap yang masuk ke mulut. Meski sesekali terlihat lirikan matanya, mungkin heran melihat sosok makhluk di depannya yang terlihat penuh napsu. Bisa jadi khawatir juga Tahu Campurnya bakal disentuh tangan nakal di depannya.

Dengan cepat saya selesaikan prosesi nikmat itu demi satu tujuan terlintas di kepala. Target locked. Segera ambil dompet dan beberapa lembar pindah tangan, mengulang prosesi iseng biasanya, DC termasuk Tahu Campur yang hampir habis dinikmati si wanita muda tadi.

Buru-buru nyamber sepeda yang nyender di samping gerobak ketika terlihat pergerakan target menyelesaikan makannya dan bangkit mau bayar. Code Red...target fight back.!!

Tidak keburu untuk menyeberang jalanan yang krodit sore itu. Target lari menghadang di depan dan langsung melancarkan serangan telak, " Masnya bayarin saya, ya?"

Sesaat terlintas di kepala bayangan seorang koruptor yang tertangkap tangan KPK tapi masih bisa tersenyum dan melambaikan tangan di depan kamera. Lha ini saya lagi ke-gap, langsung mati gaya tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut ini. Hanya bisa mengangguk dengan muka polos yang dijawab dengan senyuman sang target. Ahh...Plong...rasanya... Mission Accomplished..! #nyengir

Salam,
HUM

Thursday, August 11, 2016

[Bukan Review] Jason Bourne: Aksi Spionase yang Terlihat Konyol

BY 69HUM dot com IN , , , No comments

Jason Bourne (source: imdb.com)
Kemarin sore, setelah berjibaku melawan kemacetan jalan selepas pulang kerja, akhirnya kesampaian juga nonton film aksi Si Mamat a.k.a Matt Damon alias Jason Bourne. Setelah Trilogy Bourne mulai dari The Bourne Identity (2002)The Bourne Supremacy (2004) dan The Bourne Ultimatum (2007) sebenarnya sempat muncul sempalan dari aksi spionase Bourne, The Bourne Legacy (2012) dengan cerita sisi lain dari agen Treadstone karena si Mamat nggak mau beraksi di film itu. Melihat gigihnya si Mamat untuk membintangi aksi Bourne kali ini membuat mantab dan bulat tekad ini untuk tidak melewatkan aksinya begitu saja. Pop Corn dan Cappucino di tangan siap menemani tontonan kali ini, tidak ketinggalan istri tercinta duduk manis di samping menemani juga tentunya. Jadi ceritanya sekalian nostalgia melihat aksi Si Mamat jaman awal muncul pertama dulu tahun 2002 di Bourne Identity. Installment Bourne kali ini entah mau disebut apa ya? Sekuel? Prekuel? Entah apa namanya baiklah kita sepakati aksi si Mamat kali ini kita sebut uwel-uwel :)

Saya nggak pengen membahas aksi Si Mamat yang pasti spektakuler, jedar jeder berantem dan kejar-kejaran seru dengan kecepatan tinggi dan lompat-lompat lintas benua pasti mewarnai aksi laga heroik individualnya, tidak perlu diragukan lagi. Meski tidak ada kejutan baru dari aksinya, overall cukup puas dengan gaya "biasanya" dari si Mamat. Tanpa mengesampingkan efek kepuasan setelah menonton aksinya, saya coba liat dari sisi lain terkait penyajian sang sutradara yang perlu dipercantik biar aksi canggih hi-tech yang ditampilkan di installment kali ini lebih realistis, membumi dan "WoW". Apa saja catatan janggal yang saya dapat dari aksi Bourne kali ini? Mari kita simak sambil nyeruput kopi nasgitelnya...

Baiklah kita mulai dari awal cerita. Aksi Bourne kali ini berawal dari aktivitas hacking yang dilakukan si cantik Nicky Parsons (Julia Stiles) yang sudah muncul di kisah Bourne sebelumnya. Dari intro awal ini mulai terlihat bahwa aksi kali ini akan melibatkan technology cyber dari CIA, cerita teknologi canggih yang keren habis pastinya. Sebagai penikmat aksi Si Mamat dan pada jaman dulu...dulu banget pernah sok bergaya menjamah dunia cyber underground, tayangan pembuka ini membuat tambah excited saja jadinya. Eittss...tapi tunggu dulu, saat si cantik Nicky Parson berada di sarang hacker undergorund, terdengar di belakang  ada yang bicara database SQL yang corrupt. SQL? Ya..SQL adalah bahasa pemrograman untuk database yang.....aneh. Yup, aneh sekali jika digunakan oleh seorang hacker. Trojan attacker dengan SQL? ijinkan saya tertawa lepas 3 detik saja, ha..ha..ha...
Om Paul Greengrass mestinya pilih bahasa pemrograman yang lebih membumi donk, apa kata Xiao Tian, Sang Hacker cantik dari negeri tirai bambu sono kalau lihat film ini? Lebih manusiawi mengangkat C/C++, platform Unix yang curah tapi fenomenal. Mau yang agak sangar layaknya ular berbisa boleh lah pakai Phyton. Tapi SQL..? Worst Hackers Ever!

Lanjut ke scene berikutnya. Nicky Parsons yang berhasil mendapatkan data rahasia dari hasil meretas data CIA akhirnya janjian ketemuan dengan Si Mamat. CIA yang sadar bahwa ada yang meretas data mereka tentu saja tidak tinggal diam. Munculnya sosok Heather Lee (Alicia Vikander) yang terlihat young & smart membawa aura yang fresh. Cocok sekali peran yang disandang sebagai rising star CIA cyber agency. Secepat kilat pengejaran dilakukan setelah dengan canggihnya teknologi CIA berhasil mengenali siapa sosok hacker yang terlibat. Nicky Parsons sebagai mantan agen CIA dan sudah pengalaman main film Bourne sebelumnya *senyum, dibuat tampak bodoh oleh Om Paul Greengrass. Dengan kesadaran penuh bahwa dirinya adalah target dan dalam kondisi yang berbahaya, meski cukup cerdas memlilih tempat ketemuan di area chaos para demonstran, tapi tetap terlihat konyol ketika dengan terbuka tanpa tedeng aling-aling memamerkan wajah cantik dan rambut pirangnya di muka umum. Agen 007 saja pakai topeng di pesta topeng jalan raya, kenapa tidak dengan Nicky Parsons? Minimal wig dengan blonde hair panjang tambah maskara sambil berkejap-kejap untuk kamuflase, atau lebih totalitas lagi ikut nyaru sesuai kostum para demonstran. Sedikit lompat ke scene tengah menjelang akhir. Om Paul Greengrass terlihat sedikit sadar dan mulai memahami arti kamuflase bagi seorang spionase, terlihat dia memakaikan topi buat Si Mamat saat scene adegan sang Direktur CIA Robert Dewey (Tommy Lee Jones) dan CEO Deep Dream, Aaron Kalloor (Riz Ahmed) mau manggung.


Balik lagi ke Heather Lee, di scene saat CIA memburu Nicky Parsons dengan menerjunkan agen lapangan, sekali lagi amat disayangkan sisi smart-nya ternodai. Agen lapangan dengan teropong live streaming yang dipantau dari ruang kontrol memunculkan sekelebat bayangan gadis berambut pirang. Mata jeli si cerdas Heather Lee melihat itu dan minta putar balik ke detik sekian. Sampai di sini masih cukup cerdas, sampai terdengar perintahnya, "zoom and enhance"! dan gambar yang tadinya berupa bayangan blur, tiba-tiba bisa membesar dan tampak jelas, wajah Nicky Parsons. Hmmm...teknologi gambar digital merupakan komposisi pixel, proses zooming dengan kata lain memperbesar gambar secara digital, logikanya akan merenggangkan kepadatan pixel dot per inch (dpi) atau dengan kata lain akan tambah blur, how can be enhance?! Entah teknologi CIA pakai apa tidak dijelaskan di film ini :) Akan lebih elegan dan hi-tech kalau tertangkapnya citra wajah berambut pirang tadi masih dalam kondisi live streaming, jadi perintah "zoom and enhance"! dari Lee bukan terhadap citra digitalnya tapi dengan zooming kekeran yang dipakai agen lapangan, akan tampak lebih alami, elegan dan hi-tech.

Agak sedih dan menyayangkan jalan cerita berikutnya ketika si cantik Nicky Parsons harus tewas lewat bidikan The Asset (Vincent Cassel). Tapi ya sudahlah, sudah ada Heather Lee yang menggantikan sentuhan wanita dalam aksi spionase si Mamat kali ini kok. Nah, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Nicky Parsons sempat melemparkan sebuah kunci loker yang berisi barang-barang rahasianya, salah satunya berupa buku catatan dan flash disk yang dienkripsi, jelas tertulis besar di body luar flash disk, Encrypted! :D Mudah ditebak selanjutnya, akan aneh sih kalau Bourne berusaha sendiri membuka file-nya, lha wong jagonya berantem kok, gaptek mah nggak papa. Nah, ceritanya justru jadi lucu ketika Si Mamat minta bantuan hacker Jerman untuk membuka enkripsi flash disk. Kok bisa lucu? minta ijin tertawa lagi 3 detik ha ha ha...cukup!
Jadi begini...ya benar begitu...lucu kann..? #nyengir
Ketika flash disk tertancap di laptop sang hacker, di belahan lain sono, Heather Lee langsung dapat notifikasi bahwa sedang ada yang mengakses file curian dari Nicky Parsons. Lha kok bisa..? Emang dah janjian..? Tentu tidak..jawabannya adalah bahwa laptop sang hacker terhubung ke Internet!! Bwahahhaha....hacker sembrono. Ingat "air gapped", cara konvensional sebagai tempat paling aman seorang hacker untuk main-main dengan barang hasil jarahan adalah dengan membebaskan diri secara fisik dari Internet, bahkan colokan listrik jika perlu. Apalagi data yang dibawa Bourne jelas-jelas sebuah data dalam perangkat fisik yang stand-aloneHacker abal-abal ini mah.

Kekonyolan sang hacker masih ada lagi sebenarnya. Di rumah punya komputer atau laptop? Komputer abal-abal atau laptop yang cuma buat main game saya yakin ditempeli antivirus meski abal-abal juga dan entah buat melindungi apa. Nah, laptop si hacker ternyata tidak dipasang, buktinya begitu flash disk dicolok ke port, tidak ada notifikasi malware atau pun proses scanning, justru notifikasi masuk ke CIA. Hacker sembrono dan ceroboh yang melewatkan proses scanning untuk benda asing yang dicolok ke perangkat yang dijaganya hidup mati. Dumb Hacker Ever!

Kita lanjut ke scene konyol berikutnya. Hal ceroboh lain yang dilakukan oleh si hacker adalah mengaktifkan perangkat seluler di dekat lokasi eksekusi barang jarahan. Kecerobohan si hacker dengan menyalakan perangkat seluler tadi dimanfaatkan oleh Heather Lee untuk masuk ke dalam dan bisa kontak langsung dengan Bourne. Sampai di sini kecanggihan teknologi masih masuk akal. Hal yang aneh adalah ketika Heather Lee mengirimkan pesan memperingatkan Bourne bahwa team akan segera masuk 2 menit lagi. What..?! Bagaimana bisa seorang agen CIA memberi tahu ke buruannya melalui ponsel yang notabene sedang dimonitor oleh sekian banyak orang CIA yang lain, termasuk Direktur CIA Robert Dewey. Bunuh diri buat si cantik Heather Lee namanya, bukan?

Lanjut adegan berikutnya. Pertolongan Heather Lee buat Bourne dengan memberikan akses khusus buat lolos di imigrasi bandara juga jadi hal konyol berikutnya. Konyolnya bukan akses khusus yang diberikan, tapi lagi-lagi dengan pedenya tanpa tedeng aling-aling, tanpa kacamata hitam atau topi baseball, Bourne dengan tenang sambil cengar-cengir di hadapan petugas imigrasi. Saya jadi ingat cerita teman yang punya tampang lugu dan kebetulan lupa cukur jenggot, membuat dia musti berurusan lama dengan petugas imigrasi karena disinyalir mirip dengan si anu. Lha ini Jason Bourne, target nomer 1 yang sedang dikejar-kejar langsung oleh top agen CIA, lha kok wajah bulet polosnya nggak dikenali, petugas imigrasi yang menyedihkan, hasil arahan Om Paul Greengrass yang mengenaskan. Ahh..sudahlah.

Di samping hal-hal konyol yang terpaksa ditampilkan di setiap adegan tadi, beberapa momen yang seharusnya bisa dibuat lebih "WoW" ternyata berakhir dengan "Wah" begitu saja. Misalnya ketika Direktur CIA Robert Dewey tewas dengan mudahnya di tangan Heather Lee yang tiba-tiba nongol kayak Jelangkung. Adegan mudah ditebak dari cerita film kacangan. Mestinya bisa dibuat lebih dramatis dengan terjatuh keluar dari kamarnya yang di lantai atas. Terbang ke bawah sambil masih menyisakan sorot matanya yang sinis dan tertawa lepas menjelang ajalnya. Lebih keren kelihatannya, kan?

Ending berantem dengan The Asset juga tidak memunculkan sebuah trik baru atau adegan yang fenomenal, padahal saya sudah tunggu-tunggu bagaimana proses tewasnya sosok yang sangat menjiwai sebagai penjahat. Vincent Cassel pas banget memainkan perannya, sadis dan sangat menjiwai. Sayangnya prosesi berantem di terowongan berakhir dengan "biasa". Masih untung tertolong dengan adegan kejar-kejaran mobil yang cukup spektakuler dengan efek mobil terbang berantakan kemana-mana.

Secara keseluruhan, Jason Bourne kali ini bisa jadi tontonan seru pengobat kangen aksi seru Si Mamat. Cocok buat kamu yang seneng ngeliat aksi skill individual dengan ekspresi serius dan menjiwai dari Si Mamat yang tidak peduli dengan detail penggunaan hi-tech yang coba disajikan. Ending yang cukup sexy ditutup dengan rekaman video sadapan Bourne untuk Heather Lee, pesan yang disampaikan menunjukkan sosok Bourne yang cerdas "spy can't trust anyone..!!"
Kita tunggu aksi si Mamat selanjutnya... :)

Salam,
HUM



Wednesday, August 3, 2016

Label Halal Bikini (Bihun Kekinian)

BY 69HUM dot com IN No comments

Bikini (Bihun Kekinian)
Hari ini di media jejaring sosial dan group mesenger saya tiba-tiba bermunculan gambar bikini, ya bikini. Bukan bikini yang sering dipakai gadis-gadis cantik ketika berjemur di pantai, kalau bikini yang itu sih sudah biasa. Tapi yang ini ternyata adalah sebuah makanan kecil dalam kemasan bergambar tubuh perempuan berbikini. Tulisan besar Bikini alias Bihun Kekinian dengan tag line "Remas Aku" sungguh merupakan ide pembuatan sebuah nama yang sexy untuk sebuah makanan ringan. Cukup menarik memang dan langsung memunculkan kontroversi.

Banyak pendapat yang menyoroti masalah konten pornografi yang tersurat dan tersirat di dalam nama maupun tag line produk ini. Terutama mempermasalahkan efek terhadap anak-anak yang potensial mengkonsumsi produk makan ringan ini. Hal ini memang cukup beralasan menjadi sorotan dari KPAI terkait perlindungan terhadap anak. Kalau menurut saya sih sebenarnya yang lebih dikhawatirkan bukan kepada konsumen usia anak-anak, tapi lebih ke arah usia remaja. Anak-anak dalam pengertian ini adalah balita pra sekolah atau yang berada di awal sekolah dasar. Kenapa tidak perlu khawatir? Satu point yang perlu kita sebagai orang dewasa pahami adalah dunia anak berbeda dengan orang dewasa, dalam hal ini sudut pandang melihat sesuatu. Kita sebagai orang dewasa ketika melihat produk Bikini ini, konotasi di pikiran kita langsung mengarah ke hal-hal yang berbau saru atau pornografi. Tapi akan berbeda halnya dengan anak-anak. Mereka akan melihat Bikini ya sebuah bikini yang mungkin mereka lihat wajar ketika bersama orang tua mereka di kolam renang. Kata-kata "Remas Aku" buat kita langsung tendensius ke arah yang vulgar. Buat anak-anak kecil yang masuk di awal sekolah dasar dan mulai bisa membaca, kata-kata "Remas Aku" akan dibaca biasa remas aku dan dipahami bahwa bihun kering di dalamnya ya memang perlu diremas sebelum dikonsumsi, cukup begitu. Jadi mestinya kita sebagai orang tua tidak perlu terlalu lebay terhadap anak-anak kita yang masih polos. Over acting malah akan menimbulkan tanda tanya dari anak-anak kita. Justru yang perlu kita waspadai adalah anak-anak kita yang sudah masuk usia remaja. Rasa ingin tahu yang besar dan dipicu dengan obrolan antar teman terhadap sesuatu yang dianggap tabu untuk dibicarakan dengan orang tua mereka akan memunculkan persepsi ke arah dewasa terkait produk Bikini ini.

Karena anak-anak saya masih kecil dan saya nggak pengen lebay, saya tidak akan menyoroti masalah efek produk Bikini ini ke anak-anak. Produk fisiknya sendiri saya belum pegang dan menjumpai langsung, hanya melihat dari photo-photo yang berdar di media jejaring sosial dan group messenger tadi. Saya justru tertarik ketika melihat label "halal" yang ada di kanan atas kemasan produk Bikini ini. Gambar tubuh perempuan berbikini dengan tag line "Remas Aku" tapi berlabel "halal", sesuatu yang kontradiktif, bukan?

Saya jadi teringat cerita teman yang pernah berkecimpung dalam proses sertifikasi halal sebuah produk dari MUI. Menurut teman saya ini, tidak mudah dan perlu proses verifikasi yang ketat untuk mendapatkan sertifikat label "halal" untuk produknya. Dan perlu diketahui bahwa produk yang didaftarkan untuk sertifikasi halal dari MUI tadi bukanlah produk makanan, melainkan kategori kosmetika. Bayangan kita pada umumnya label halal ini melekat pada produk makanan, tapi ternyata tidak, dan prosesnya juga tidak mudah. Pertanyaannya adalah, bagaimana bisa produk Bikini tadi mendapatkan sertifikat "halal" nya?

Saya coba telusuri perihal persyaratan sertifikasi halal dari MUI dan ketemu penjelasannya di sini. Intinya adalah bahwa bagi Perusahaan yang ingin mendaftarkan Sertifikasi Halal ke LPPOM MUI , baik industri pengolahan (pangan, obat, kosmetika), Rumah Potong Hewan (RPH), restoran/katering, maupun industri jasa (distributor, warehouse, transporter, retailer) harus memenuhi Persyaratan Sertifikasi Halal yang tertuang dalam Buku HAS 23000 (Kebijakan, Prosedur, dan Kriteria). Jika kita masuk ke label halal dari Bikini, kriteria sebagai bahan pangan sangat jelas tertuang di Buku HAS 23000 pada point 1.4 bahwa "Bahan tidak boleh berasal dari : Babi dan turunannya, Khamr (minuman beralkohol), Turunan khamr yang diperoleh hanya dengan pemisahan secara fisik, Darah, Bangkai, dan Bagian dari tubuh manusia." Jika melihat dari jenis produk yang merupakan jenis mie atau bihun, kandungan pada point di atas bisa jadi akan mudah  dipenuhi. Tapi persyaratan sertifikasi halal bukan hanya menyangkut bahan saja, proses produksi maupun fasilitas produksi harus memenuhi kriteria. Pada point 1.6  dijelaskan mengenai persyaratan Fasilitas Produksi, yaitu bahwa "Lini produksi dan peralatan pembantu tidak boleh digunakan secara bergantian untuk menghasilkan produk halal dan produk yang mengandung babi atau turunannya."

Masih ada banyak point lagi yang merupakan persyaratan kriteria halal yang harus dipenuhi. Balik lagi ke Bikini, point yang saya soroti kenapa bisa "lolos" dengan label "halal" di kemasannya terkait dengan kriteria pada point 1.5 mengenai Produk, "Merek/nama produk tidak boleh menggunakan nama yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan. Produk retail dengan sama yang beredar di Indonesia harus didaftarkan seluruhnya untuk sertifikasi." Nah, bisa kita cermati, kan? Pemilihan nama "Bikini" dan tag line "Remas Aku" secara konotasi mengarah kepada point 1.5 ini. Dan jika memang MUI memberikan sertifikasi halal untuk produk ini, sungguh merupakan sebuah kecerobohan dan kecolongan. Ada kemungkinan juga bahwa label "halal" yang tertera di kemasan Bikini tadi hanya akal-akalan Cemilindo sebagai produsen Bikini. Jadi pemasangan label "halal" secara ilegal bukan mendapatkan sertifikasi dari MUI.

Saya coba telusuri apa dan siapa itu Cemilindo tapi tidak mendapatkan informasi yang komplit dan akurat. Hanya mendapatkan bahwa Cemilindo adalah produsen makanan kecil di daerah Bandung. Dari akun instagram @cemilindo kita bisa lihat posting photo-photo produk yang dijual online ke pelanggannya. Jadi mungkin saja Cemilindo ini bukan perusahaan besar tapi berupa sebuah industri rumah tangga sekala kecil atau sedang. Meskipun demikian, mestinya Cemilindo sebagai produsen memperhatikan terkait masalah label sertifikasi halal untuk produknya ini karena menyangkut pembohongan ke konsumen.

Mungkin Cemilindo mau mengikuti jejak Zoya yang sudah mendapatkan sertifikasi halal untuk produk pakaiannya yang menuai kontroversi juga, kenapa produk hijab buat wanita muslimah harus dikasih label sertifikat halal? Kalau hijab perlu mencantumkan label halal kenapa Bikini tidak? :)

Salam,
HUM


Friday, July 29, 2016

Seberapa Ganjilkah Peraturan Ganjil Genap?

BY 69HUM dot com IN 3 comments

Ganjil Genap
Kata ganjil bisa punya konotasi sebagai sesuatu yang aneh, lho:) Nah, aturan baru mengenai pemberlakuan mobil dengan plat nomor ganjil dan genap untuk melintasi jalan-jalan protokol yang ditentukan sudah mulai diuji coba per hari Selasa (27/07/16). Sambil melihat seberapa ganjilnya peraturan yang baru ini apakah efektif untuk mengurangi kemacetan di Ibukota? Sambil nyruput kopi nasgitel, mari kita coba ulas beberapa point jika dibandingkan dengan peraturan yang lama, 3 in 1,  yang dinilai kurang efektif sehingga muncul wacana ganjil genap ini.

Volume Kendaraan
Salah satu parameter terjadinya kemacetan di titik-titik penting jalanan Ibukota adalah volume kendaraan yang cukup padat dan hal ini terjadi pada saat rush hour, sesuai peraturan yang diberlakukan yaitu di pagi dan sore hari saat berangkat dan pulang kerja. Saat 3 in 1 diberlakukan, salah satu point utama objektifnya sama dengan peraturan ganjil genap ini, sama-sama bertujuan mengurangi volume kendaraan. Dengan 3 in 1, diharapkan dengan satu mobil berisi 3 penumpang atau lebih, orang akan saling nebeng untuk berangkat atau pulang kerja sehingga yang tadinya 3 mobil menjadi 1 mobil (turun 66.66%). Dengan metode ganjil genap, parameter pembagi cuma dua sehingga jika dengan logika yang sama alias nebeng, cukup 2 mobil menjadi 1 mobil (turun 50%). Jadi dari parameter jumlah kendaraan yang berkurang ternyata lebih efektif aturan 3 in 1. Akan lebih besar lagi rasio penurunan kendaraan jika diberlakuan 4 in 1 (turun 75%), 5 in 1 (turun 80%) dan seterusnya sesuai maksimal kapasitas kendaraan. Dengan melihat kondisi ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa angkutan massal dengan daya angkut banyak akan lebih efektif menurunkan volume kendaraan.

Bisnis Otomotif
Pada saat aturan 3 in 1 berlaku, bisnis produsen otomotif tidak begitu terpengaruh atas kebijakan tersebut. Volume produksi bergerak naik turun semata dipengaruhi faktor makro ekonomi dan kemampuan daya beli masyarakat. Tapi dengan aturan ganjil genap, faktor ekonomi dan daya beli tadi akan ditambah faktor "orang berduit". Bagi kalangan segmen atas, mempunyai kendaraan lebih dari satu adalah hal yang biasa. Jadi jika saat ini hanya punya satu mobil dengan plat nomor ganjil, bisa jadi dengan mudah untuk memutuskan beli mobil baru dan "beli" plat nomor genap. Alih-alih mengurangi volume kendaraan, aturan ganjil genap malah memicu untuk menambah jumlah kendaraan baru. Walaupun dipakai bergantian ganjil genap di jalanan yang ditentukan, kan bisa juga dipakai bersamaan di area lain. Tambah macet secara keseluruhan. Potensi terjadi deal politis dan bisnis antara pejabat pemerintah dengan para pelaku bisnis otomotif bisa saja mewarnai terbitnya aturan ini, who knows..?

Imbas terhadap Petugas Lapangan
Dari setiap aturan yang ada pasti ada celah yang bisa "dimanfaatkan" oleh oknum petugas lapangan untuk kepentingan pribadi. Potensi untuk damai ditempat bisa terjadi baik untuk para pelanggar aturan 3 in 1 maupun ganjil genap. Jadi dari faktor ini bisa dianggap skor seri. Tinggal tergantung tingkat kadar keimanan masing-masing petugas lapangan bertahan berapa lama setelah aturan baru diberlakukan. Sebagai catatan, kecil kemungkinan petugas yang paling bejad sekalipun akan melakukan tindakan kolusi damai di tempat saat peraturan baru sedang diterapkan, masih hangat, masak ya mau dipanaskan :)

Imbas terhadap Petugas Administratif
Peraturan 3 in 1 bisa dibilang murni petugas lapangan yang terlibat. Sedangkan aturan ganjil genap, selain petugas lapangan untuk kontrol operational, tentu saja akan melibatkan petugas dalam urusan administratif, hal ini terkait pembuatan plat nomor. Secara standard umum, plat nomor akan diberikan acak sesuai running number. Jadi kemungkinan dapat nomor ganjil atau genap adalah 50:50. Tapi pada prakteknya di lapangan, kita sering menjumpai kendaraan dengan nomor cantik, tentu saja atas pesanan sang pemilik kendaraan dan tentunya saja dengan tambahan sekian rupiah untuk "beli" nomor cantik tadi. Nah, dengan peraturan ganjil genap ini diberlakukan, bukan hanya nomor cantik yang bisa jadi komoditas jualan oknum petugas, bahkan nomor ganjil atau genap yang merupakan nomor curah bisa akan naik nilainya sesuai pesanan dari pemilik kendaraan. Satu potensi terjadinya kolusi di lapangan. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa aturan ganjil genap berpotensi memunculkan celah kolusi yang baru.

Imbas Terhadap Lingkungan
Kebijakan 3 in 1 pada kenyataannya di lapangan memunculkan praktek perjokian. Sesuai kodrat manusia yang diberi akal, dengan cerdiknya peraturan 3 in 1 itu dijadikan sebagai ladang mata pencaharian para joki. Dengan terang-terangan kita bisa melihat di pinggir jalan para joki berjajar bahkan berdampingan tidak jauh dari para petugas, sama-sama bekerja cari sesuap nasi, mungkin punya konsensus bersama satu guru satu ilmu tidak saling mengganggu rejeki masing-masing. Dengan peraturan ganjil genap, praktis usaha perjokian tadi langsung gulung tikar. Sudah tidak perlu lagi bantuan orang untuk menambah jumlah penumpang. Dari faktor ini, aturan ganjil genap terbukti lebih efektif menghilangkan praktek joki di jalan raya yang kadang mengabaikan faktor keselamatan diri. Mudah-mudahan mereka para joki bisa mendapatkan rejeki dari pekerjaan lain yang lebih aman dan mulia dibanding harus berjajar berpanas-panasan di pinggir jalan bersama anak kecil dalam gendongan mereka.


Psikologis Pemilik Kendaraan
Jika 3 in 1 memunculkan ide-ide untuk "mengakali" dengan melibatkan orang lain, bisa petugas lapangan, petugas administratif maupun joki di pinggir jalan, peraturan ganjil genap ini bisa memunculkan ide "mengakali" secara personal. Potensi penggunaan plat nomor palsu untuk menyesuaikan hari ganjil dan genap sangat bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan yang mempunyai otak kriminil secara DIY (Do It Yourself), hal ini berlaku bagi pemilik kendaraan dengan kantong cekak, alih-alih beli mobil baru dengan plat nomor baru mendingan buat plat nomornya saja, lebih irit dan ekonomis kan? :)

Ulasan di atas sama sekali tidak bisa dijadikan patokan atau pun untuk menarik kesimpulan tentang seberapa efektif kah aturan ganjil genap nantinya. Kita monitor saja hasil evaluasi dari masa uji coba yang sedang berjalan. Saya pribadi berprinsip untuk ikuti setiap aturan yang berlaku karena dengan kesadaran dan itikad baik dari para pemakai jalan untuk mematuhi peraturan berlalu-lintas niscaya perjalanan kita akan aman, nyaman, lancar tanpa macet bahkan tanpa perlu ada aturan 3 in 1 maupun ganjil genap.

Akhir kata, mohon dimaafkan jika ada salah-salah kata dari tulisan ganjil dari orang setengah genap ini.. #nyengir

Salam,
HUM


Sunday, July 24, 2016

Kung Fu Boy: Media Belajar dan Pembentukan Karakter Anak

BY 69HUM dot com IN , , , , No comments

Kenal dengan seorang tokoh yang bernama Chinmi? Yup..buat generasi yang lahir di era 80-an mestinya tidak asing dengan tokoh satu ini. Meski nama Chinmi menjadi nama tokoh untuk beberapa komik namun namanya tetap melekat untuk sebuah serial komik yang sangat fenomenal, Kung Fu Boy. Dan ini adalah cerita tentang Si Jagoan Kecil kami satu-satunya yang diapit duo cewek tomboy Si Kakak dan Si Adek.

Kung Fu Peremuk Tulang
Berawal dari masa liburan sekolah dua minggu menjelang lebaran kemarin, sebelum masa liburan sekolah anak dimulai saya kepikiran kira-kira apa aktivitas mereka selama liburan nanti ya? Apalagi bertepatan dengan bulan puasa, Si Kakak dan Si Jagoan Kecil sedang belajar berpuasa, kalau dihabiskan dengan bermain seharian bisa-bisa kecapekan dan putus tengah hari puasanya 😅.

Berbeda dengan Si Kakak yang naik ke kelas 4 SD yang sudah full puasanya, Jagoan Kecil ini sedang belajar berpuasa dan.....membaca. Tumpukan bacaan di kamar Si Kakak sebenarnya cukup banyak mengingat dari kecil terlihat antusiasmenya terhadap baca membaca begitu tinggi. Tapi saya masih belum melihat ketertarikan Jagoan Kecil ini untuk membaca. Yang dia suka adalah berlari kesana kemari sambil lompat-lompat seolah-olah tidak pernah kehabisan energinya. Pertama memang karena masih usia TK jadi belum masuk fase calistung. Yang kedua karena tumpukan bacaan si Kakak yang penuh nuansa girly, mana cocok dan menarik buat Si Jagoan Kecil...😅 

Cepat ingatan ini terbang ke masa kecil dulu. Dari sekian banyak bacaan yang dilahap habis jaman dulu, satu bacaan yang membekas dan sangat fenomenal langsung terlintas di kepala, Kung Fu Boy. Sepertinya sekaranglah waktu yang tepat untuk memperkenalkan tokoh fenomenal ini kepada Si Jagoan Kecil. Segera browsing toko online untuk mendapatkan koleksi lengkap dari serial yang dulu saya baca lompat-lompat dan dengan sabar menunggu terbitnya edisi selanjutnya. Akhirnya berhasil didapat edisi komplit serial Kung Fu Boy klasik 1-37 ditambah edisi lanjutan New Kung Fu Boy 1-20.
Setumpuk Koleksi
Gayung bersambut, Si Jagoan Kecil langsung berbinar matanya melihat tumpukan komik dengan cover gambar seorang bocah yang sepertinya cukup menarik perhatiannya. Lembar demi lembar dia baca perlahan dengan ejaan yang masih terputus-putus. Cerita bergambar ternyata lebih mudah untuk dipahami alur ceritanya oleh Si Jagoan Kecil yang sedang belajar membaca ini. Pantas saja tumpukan cerita serial Lima Sekawan yang sedang digandrungi Si Kakak kurang menarik perhatiannya. Coba tebak berapa lama Si Jagoan Kecil menghabiskan serial ini.? Masa liburan sekolah sekaligus libur lebaran dia habiskan untuk membaca lembar demi lembar, seri demi seri dari kisah petualangan Chinmi. Tangannya tidak lepas dari komik meski saat ngabuburit menjelang buka puasa sampai waktu perjalanan mudik yang penuh perjuangan serta saat silaturahmi ke keluarga besar di kampung halaman. Dan bertepatan dengan waktu masuk sekolah dia sudah khatam 37 serial klasik dan sekarang masuk seri ke 15 dari New Kung Fu Boy. Serial komik yang dikerjakan dengan susah payah selama 5 tahun oleh sang penulis, Takeshi Maekawa, dilahap dalam sekejap oleh seorang anak kecil. And guess what...kemampuan membacanya lancar jaya menjelang hari pertama masuk sekolah, tanpa perlu diajari😅
Asyik Membaca
Sekilas kita coba lihat mengenai cerita komik Kung Fu Boy ini. Kung Fu Boy klasik mulai diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 1991. Tamat pada serial ke-37 yang kemudian dilanjutkan dengan serial komik New Kung Fu Boy 1-20. Masih ada lagi kisah Kung Fu Boy Legend serta Chinmi Legend dan Kung Fu Boy Premium yang masih on going saat ini. 25 tahun sudah perjalanan Chinmi dan masih berlanjut. Sebenarnya tokoh Chinmi ini dibawa juga oleh sang penulis, Takeshi Maekawa, untuk tokoh dalam serial komik modern sebagai pemain bilyard yang jenius dalam Break Shot. Tapi tetap lebih membumi Chinmi dalam serial Kung Fu Boy, buat saya 😉

Kenapa saya pilih Kung Fu Boy bukan komik yang lain buat bacaan pertama Si Jagoan Kecil? 
Sebenarnya pilihan memperkenalkan bacaan berupa komik untuk anak yang sedang belajar membaca cukup tepat dibandingkan bacaan non gambar karena akan memudahkan si Kecil untuk memahami jalan ceritanya disamping jumlah kata dan kalimat yang lebih sedikit tentunya dibandingkan buku cerita non gambar atau novel. Lalu kenapa saya pilih Kung Fu Boy bukan komik yang lain? Hal ini lebih karena ego dan emosi dari Papanya ini...😅 jadi bisa ikut bernostalgia kisah seru waktu kecil dulu dan membaca bareng si Jagoan Kecil tentunya.
Membaca Bareng
Serial Kung Fu Boy klasik menceritakan kisah seorang anak kecil yang lucu dan selalu ceria bernama Chinmi. Dia senang kung fu dan ditemukan bakatnya oleh Pak Tua atas petunjuk Biksu Kepala bahwa akan lahir seorang jagoan kung fu dengan ciri punya tahi lalat di dahi, yang awalnya tidak terlihat tanda itu pada Chinmi sampai pada suatu ketika dia berantem dengan perusuh di warung makan sang kakak, Mei Lin dan terpotong bulu alis di atas matanya, dan ternyata tahi lalatnya tersembunyi di balik alis mata Chinmi. Untung nggak ketutup di balik bulu hidung ya.? 😬

Takeshi Maekawa sebagai penulis cukup jenius dan cerdas dalam setiap kisah yang diceritakannya. Komik Kung Fu Boy cukup sarat dengan berbagai filosofi kehidupan dan cerita yang cerdas. Chinmi sebagai tokoh utama merupakan seorang anak kecil pemberani yang polos. Selalu ceria dan bermain merupakan dunianya ditemani monyet bandel bernama Go Ku (Go Kong). Petualangan Chinmi dalam mempelajari Kung Fu penuh dengan cerita tentang pengorbanan, persahabatan, kepahlawanan dan keberanian. Sifat pantang menyerah dan selalu berusaha merupakan trade mark Chinmi, Si Tangan Baja.

Dalam setiap perjalanannya Chinmi selalu mendapatkan pelajaran baru melalui sebuah tantangan yang akhirnya berhasil dia lewati meski dengan susah payah. Teman dan lawan selalu bisa memberikan pelajaran baru yang bisa diambil hikmahnya. Bahkan salah satu insight dari serial ini adalah belajar pada alam. Takeshi Maekawa begitu cerdas mengantarkan setiap filosofi kehidupan di dalam alur ceritanya. Atas dasar inilah saya perkenalkan kepada Si Jagoan Kecil sebagai bacaan pertama menginjak masa sekolahnya. Selain sebagai media belajar membaca, tokoh Chinmi menjadi pembentukan karakternya sebagai anak yang pemberani tak kenal menyerah, tidak mudah putus asa dan selalu ceria.

Cukup banyak tokoh dalam petualangan Chinmi ini. Demi mengingat tokoh satu demi satu, Si Jagoan Kecil rajin mencatat setiap tokoh baru di buku catatannya, tentu saja dengan tulisan cakar ayam besar kecil yang paling bagus menurut dia 😅. Kesemua tokoh yang ada di cerita Kung Fu Boy ini punya karakter masing-masing. Ada tokoh-tokoh jahat sebagai lawan bertarung Chinmi maupun sahabat dan guru tempat Chinmi belajar jurus Kung Fu yang baru. Chinmi sebagai tokoh utama tentu saja menjadi tokoh yang seolah-olah merupakan gambaran dirinya ketika membaca, hal ini sangat wajar dan menunjukkan kehebatan penulis dalam pembentukan karakter sang tokoh. Seiring dengan bertambahnya nomor seri yang dibaca Si Jagoan Kecil, ternyata dia menemukan seorang tokoh yang merupakan sahabat Chinmi, yang menurut dia mirip dirinya.
"Pa, kayaknya Sie Fan mirip aku deh..," kata Si Jagoan Kecil sambil bercermin.
"Lihat tu rambutnya, telinganya juga," katanya menambahkan.
"Trus apanya lagi?" tanya saya menimpali.
Sambil senyum-senyum Si Jagoan Kecil menambahkan, "Sie Fan dulunya pemalu...tapi sekarang jadi pemberani....!!"  katanya sambil mengepalkan tinjunya.
Kung Fu Peremuk Tulang
Hmm...ternyata penghayatan terhadap cerita di dalamnya cukup membekas pada Si Jagoan Kecil. Nah, buat kamu yang pernah baca serial Kung Fu Boy ini, kira-kira siapa tokoh yang sesuai karaktermu selain tentu saja Chinmi sebagai tokoh utama? Apakah Tan Tan si botak lucu dengan kaki berputar andalannya? Bikei si katak yang sempat menjadi orang jahat karena merasa dilecehkan dengan kondisi fisiknya? Atau Guru Yosen yang menurunkan jurus fenomenal, Kung Fu Peremuk Tulang, kepada Chinmi sebelum menghembuskan napas terakhirnya? Kesemuanya adalah tokoh-tokoh protagonis dalam cerita ini dan masih banyak tokoh berkarakter yang lainnya. Tapi buat saya Jendral Boru adalah salah satu tokoh yang fenomenal, meski dia antagonis tapi diluar sifatnya yang buruk, dia adalah seorang tokoh yang jenius melebihi Chinmi. Kalau Chinmi harus belajar keras untuk menguasai Kung Fu Peremuk Tulang, tidak dengan Jendral Boru, dia cukup dengan melihat sudah bisa menguasainya. Jadi tidak ada salahnya jika punya slogan "Secerdik Chinmi dan Sekuat Jendral Boru!"😉
Finger Stand
Karena Kung Fu Boy ini berkisah tentang petualangan Chinmi belajar Kung Fu dan bertemu dengan musuh, tentunya banyak adegan kekerasan di dalamnya. Adegan pertarungan berdarah tidak bisa dihindari meski tidak ditampilkan secara vulgar. Di sini perlunya pendampingan untuk Si Jagoan Kecil. Pemahaman isi cerita dan penjelasan tentang gambar adegan kekerasan perlu disampaikan dengan bijaksana, sehingga si Jagoan Kecil akan paham mana yang baik dan mana yang buruk. Nah, dari sekian banyak adegan dalam cerita Kung Fu Boy ini, adegan mana yang fenomenal buat kamu? Adegan Chinmi yang berhasil menguasai jurus Kung Fu Peremuk Tulang dari Guru Yosen merupakan adegan yang cukup fenomenal buat pembaca serial Kung Fu Boy ini. Atau kah adegan Chinmi yang berlatih kekuatan jari dengan Finger Stand untuk melawan Zangi? Bisa jadi adegan ketika Chinmi menggunakan jurus pamungkas yang terlarang "Dewa Petir" saat melawan Ouwdo. Buat saya yang membaca cerita ini saat berumur belasan waktu itu, seri 4 dari komik inilah yang paling fenomenal. Yak, inilah adegan paling memorable dari seluruh seri Kung Fu Boy. Tanya semua orang yang pernah baca Kung Fu Boy! Mereka pasti inget, di volume 4 Yan bajunya dipecut sampe sobek! 😬
Adegan Fenomenal yang paling memorabel :)
Mengingat sebentar lagi bakalan habis semua serial Kung Fu Boy ini dilahap si Jagoan Kecil, saya sedang berpikir bacaan apalagi ya yang cocok dan bagus untuk menstimilus imajinasi dan pembelajaran buat dia? Sampai pada pagi tadi ketika kami berdua sedang asyik membaca bersama, tiba-tiba si Jagoan Kecil meletakkan komiknya dan bertanya, "Pa, menurut Papa cantikan mana Kow Lan sama Ho Jun?"
Sedikit bengong saya ngeliatin muka lucunya yang polos sambil senyam-senyum penuh arti, dalam hati langsung bergumam, "Hmm... Papanya banget ini anak...😬"
Yang terpikir selanjutnya, sebuah serial komik yang tak kalah fenomenal...hmmm... City Hunter...tapi eittsss...belum waktunya kamu, Nak. Kalau kamu masih dini sudah mengenal Chinmi, dulu Papamu ini terlambat usia mengenalnya karena baru terbit dan bersamaan perkenalan dengan City Hunter. Tunggulah waktunya nanti yang tepat bagimu untuk mengenal Ryo Saeba...😅 

Salam,
HUM

Wednesday, March 9, 2016

Goweser Ganteng karena Turunan Ternyata Hoax - (Bukan) Liputan Trek Cianten

BY 69HUM dot com IN , , , No comments

Gowes Cianten
Gowes yuukk...!!
Ajakan penuh semangat dari teman-teman MCC (Menara Cycling Community) terasa menggetarkan dada ini, gemeteran maksudnya membayangkan trek yang mau disusuri, Cianten. Trek yang 3 tahun lalu pernah dijamahi sama teman-teman CBC (Cikarang Baru Cycling) dan saya terpaksa absen karena gemeteran tadi.

Mengingat sudah satu tahun gantung -jemuran- sepeda, sebagai pemanasan coba pulang kerja cepet dan nyempetin ndorong sepeda keliling rumah 69 kali sambil pasang lilin di rumah dijagain bini #ngepet. Ujungnya pitstop di tahu campur Cak Tohir juga, tambah kuat perutnya deh #mblending.

Run down acara disusun rapi sama Tante S,  satu-satunya goweser cantik di MCC, lainnya batangan berkarat #hihi. Dengan melibatkan teman-teman CMTB (Cikarang MTB) sebagai Marshall & Road Captain bakalan seru ni ceritanya. Tinggal 69 jam sebelum waktu gobar,  tiba-tiba Tante S mengundurkan diri. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya telat terjadi? Ternyata memang terjadi telat, Tante S divonis telat akibat perbuatan nikmat sang suami. Absen deh setahun ke depan. But the show must gogon.. Trek Cianten bakalan tambah sadis nih tanpa sentuhan lembut Tante2 (baca emak2).

Demi memompa - ban- semangat teman-teman semua, pagi-pagi Tante S sudah standby saat loading sepeda, plus bawa sarapan pagi tentunya #rotikoperasi. Photo-photo ceria penuh semangat mengawali pagi itu, masih pada ganteng.

Start loading..masih ganteng
Akhirnya rombongan goweser LGBT (baca warna-warni) gabungan MCC, CBC & CMTB bergerak menyusuri jalan tol menuju Bogor. Jalanan cukup lengang di week end pagi. Keluar tol Sentul Selatan lanjut masuk Outer Ring Rout Bogor. Setelah keluar tol lanjut arah Parung menuju kampus IPB Dramaga jalanan mulai tersendat akibat gaya sopir angkot Bogor yang yuno lah. Dengan penuh perjuangan akhirnya kapal sandar di Warung Mang Ujang saat jarum jam sudah menunjukkan angka 10 lewat 69 menit. Sebuah perjalanan yang cukup membuat pantat pegel, padahal belum gowes. Suasana kebun teh yang segar di depan warung Mang Ujang langsung mengobati pegelnya pantat, bak tetesan obat mata yang segar mengalir turun ke pantat #ehh.
PTP Nusantara VIII
Lokasi trek Cianten ini diawali dari Warung Mang Ujang dan finish di PLTA kracak. Melewati kombinasi trek Mc Adam (baca: makadam),  single trek yang licin,  basyah,  becek, berlumut,  beton kasar campuran koral batu kali  bata merah pasir putih dan adukan semen cap kaki tiga. Untuk menuju lokasi sepertinya nggak perlu dijelaskan ya? Hare gene siapa sih yang masih nyasar nggak kenal GPS? Saya aja tinggal duduk manis di samping pak sopir yang mengendali kuda supaya baik jalannya...tuk tik tak tik tuk... Untungnya saya nggak duduk di muka pak sopir..dan untungnya sopirnya bukan Bang Ipul..bisa hap kan gawat #ehh

Sesuai judul di atas,  karena (bukan) review trek Cianten jadi tulisan ini tidak akan bercerita panjang lebar, kasihan Tante kalok terlalu panjang dan bikin Om kecewa kalok terlalu lebar, jadi cukup sekian tulisan ini. Case closed.

Eittss...sebentar dulu, meski panjang dan lebar, ini baru pemanasan. Mari kita mulai aksi yang sesungguhnya, menu utama gowes kali ini.

Total trek yang ditempuh selama kurang lebih 4 jam 69 menit ini menempuh jarak hanya 26.69 km. Karena touch down di Warung Mang Ujang sudah jam 10 lewat 69 menit maka kita putuskan untuk mengisi perut dulu sampai kenyang, dilanjut sholat berjama'ah dan do'a bersama. Goweser itu meski ganteng tetep religius loh.. #catet

Start naik perlahan menyusuri jalanan aspal rusak dan tanjakan ringan dengan pemandangan kebun teh membuat semangat bergelora. Di luar member CMTB, kami terdiri dari dua kategori goweser. Pertama adalah goweser baru dengan semangat 45 yang minim pengalaman adu dengkul di tanjakan. Kategori kedua adalah golongan senior (baca : pemain lama) dengan semangat 69.. 6 bulan nggak gowes,  9 bulan lahiran...hahahaha..
Start dari Warung Mang Ujang
Euforia yang membuncah di dada membuat lupa diri. Genjot pedal dengan full power. Memasuki tanjakan dengan aspal rusak lebih parah campur Mc Adam membuat saya dan beberapa (rupanya banyak temannya) stamina drop di tanjakan awal. Terpaksa pitstop dengan perut mual dan tiba-tiba langit penuh bintang saat menatap ke atas yang mendung tak bercahaya. Ada yang terpaksa mengeluarkan amunisi yang diisi di Warung Mang Ujang tadi, nembak dengan membabi buta. Sungguh aksi yang sadis dan biadab.
Perut muaal mata kunang2..
Jika melihat total trek, secara elevasi dari Mang Ujang sampai PLTA adalah turun,  tapi dengan kombinasi rolling yang cukup menantang. Tidak kurang dari 69 tanjakan dan 69 turunan harus kami lalui. Berhasilkah seluruh team menyelesaikan misi kali ini? Mari kita simak episode selanjutnya.

Pitstop pertama....lanjoott...!!
Seger dengan hijau teh kanan kiri
Setelah istirahat menghirup segernya oksigen gratis kebun teh, kita lanjutkan perjalanan.  Turunan ringan membuat tenaga tambah 69%. Bertambah 69% tingkat kegantengan kami. Ingat, goweser itu ganteng karena turunan, begitu tanjakan balik jeleknya 69 derajat #catet. Jalan beton kasar dengan kanan kiri kebun teh berganti cepat menjadi jalan Mc Adam. Ganteng karena turunan ternyata harus teruji di trek ini. Turunan berkelok dengan batu-batu tajam siap mengoyak dengkul sekali meleset cengkeraman tangan ini di hand grip. Sebagai penganut madzab ekor keras sungguh tersiksa demgan jalanan ini. Tangan pegal bokong mental menjadi collateral effect. Posisi berdiri ternyata membuat betis nyeri. Akhirnya tinggal pasrah diri mengikuti teori gravitasi meski harus penuh dengan kontroversi hati. Jelas teorema goweser ganteng karena turunan terpatahkan di sini, terbukti hoax. Tanjakan ngehek turunan mewek #klop

Setelah turunan berganti dengan tanjakan yang menanti. Beberapa goweser dengan ikhlas dan penuh pengertian segera turun dan ttb,  kasihan sepedanya kalok dipaksa. Beberapa botol air mineral 0.69 liter tumpah ruah membasahi kerongkongan yang kering. Kaki mulai kram bergantian karena dehidrasi. Marshall siap di belakang memberikan semangat. "Tinggal dikit lagi kok...bentar lagi turunan.." kata-kata yang masuk telinga berulang dari tanjakan pertama. Sebuah pembohongan publik. Berbagai jenis hewan ikut mengiringi kita menikmati setiap tanjakan yang ada. Anjingg...!! Jangkrik...!! Wedhuss...!! tanjakannya nggak habis-habis... #hihi
Tertangkap kamera saat butuh napas buatan #aib
Pemandangan kebun teh di kanan kiri yang hijau sedikit memberikan penyegaran. Rombongan kembali melakukan regrouping setelah tercerai berai sesuai golongannya. Masuk kita ke dalam jalur single track dengan rerumputan tinggi kanan kiri. Satu persatu berjajar rapi mulai menyusuri jalur hijau yang berkelak kelok. RC tiba-tiba berhenti di depan ngasih aba-aba turun dari sepeda. Set saddle turun ke bawah. Wehh..jalan single track landai berganti turunan tajam di depan, lengkap dengan jalan tanah becek sehabis hujan. Siap nge-donat dan jumpalitan mandi -susu- lumpur. Turunan yang biasanya menaikkan derajad kegantengan goweser terpatahkan lagi. Geal geol kanan kiri untuk menjaga keseimbangan ternyata tidak banyak menolong. Aksi akrobat nekat beberapa goweser membuahkan hasil pantat terhempas di jalan tanah berlumpur. Karena sayang sama sepedanya, beberapa goweser nekat juga terpaksa mengangkat sepedanya dan berjalan pelan bak peragawati sedang melenggang di catwalk. Dan ternyata track ini yang menghabiskan banyak waktu terbuang sia-sia. Mentari sudah semakin condong ke barat. Siap-siap kejar lagi sebelum tenggelam di peraduannya.
Track Gojek... Gowes Betjek...
Ndeprok manis..
Akhirnya jalan turunan tanah becek tanpa gojek berakhir di sebuah jembatan dengan sungai yang mengalir deras di bawahnya. Naluri laki-laki langsung menggelegak begitu melihat semburan air yang segar membasahi bebatuan. Crot..gosok..bilas... Dah secepat kilat selesai #hihi. Segarnya air sungai sedikit mengobati kelelahan yang mendera dalam perjalanan sebelumnya. Berbekal ilmu pengetahuan alam jaman sekolah dulu, tentunya sebagai goweser akan sadar bahwa air mengalir dari tempat tinggi ke rendah. Jadi ketika kita masuk turunan menjumpai sebuah aliran sungai padahal track belum masuk garis finish, artinya di depan akan ada tanjakan yang menanti. Caiyooo...Cemungudh kakak..!!
Ketemu sungai..artinya mo nanjak...
Meski elevasi menanjak, kontur jalanan beton sedikit membantu dengkul dalam mengayuh pedal. Suasana alam pun mulai berubah dan muncul tanda-tanda kehidupan. Rumah-rumah penduduk berjajar di kanan kiri. Suasana sore yang cerah ikut membawa susasana hati menjadi ceria seakan muncul tenaga dan semangat baru.Tanjakan berhasil dilalui dengan sukses tidak terasa menyiksa seperti di track sebelumnya. Hati tambah berwarna ketika jalanan beton masuk fase datar. Genjotan kenceng ke pedal memutar roda semakin liar. Suasana sore semakin meriah dengan munculnya sosok-sosok kecil dengan peci dan mukena berkibar berdiri sepanjang jalan. Anak-anak kecil habis pulang mengaji. Jadi terasa adem hati ini melihatnya. Lambaian tangan menyambut tangan kita untuk toss di sepanjang jalan diwarnai teriakan-teriakan suara kecil mereka membuat kami bak atlit tour de france yang mendekati garis finish. Mau tahu asal-usul goweser saling menyapa dengan panggilan Om dan Tante..? Ternyata itu berasal dari teriakan anak-anak kecil sepanjang jalan tadi... Om..Om...!! Begitu cerianya mereka membuat rasa lelah ini hilang sesaat #senyum

Ndlosor di persimpangan jalan...entah kemana arah tujuan
Track menyusuri jalur pemukiman penduduk membawa kita menuju titik akhir yang fenomenal di track Cianten ini. Bendungan PLTA Kracak kita lewati, bersepeda satu-satu melewati atas pipa saluran air. Sebagai makanan penutup dan pencuci mulut, turunan tajam berundak dengan kanan kiri rumputan yang fenomenal itu sayang untuk terlewatkan. Beberapa goweser pasang aksi down hill, pantat tarik belakang dengan tangan mencengkeram erat hand grip dengan jari-jari waspada di handle rem untuk menjaga kecepatan agar tidak jumpalitan sampai bawah. Kesalahan sedikit bisa berakibat fatal buat amatiran. Mengingat saya masih punya tiga anak yang masih kecil-kecil di rumah dan istri juga baru satu, akhirnya memilih untuk turun dengan ceria tanpa nuansa downhill #ngeles, dan alhamdulillah sukses sampai di bawah dengan selamat tanpa kurang suatu apa. Di area bawah, anak-anak ABeGe yang sedang lucu-lucunya banyak yang sedang nongkrong menghabiskan suasana sore. Gowes kecil sambil lirak lirik anak-anak ABeGe tadi membawa kita menuju titik finish di PLTA Kracak yang tidak jauh lagi.
Lewat talang air
Tangga berundak fenomenal menjelang titik finish
Track Cianten dengan 69 tanjakan dan 69 turunan berhasil kita lahap bersama. Saya pun sukses melewatinya dengan utuh baik orang maupun tunggangan. Meski beberapa goweser sempat berjatuhan jumpalitan di jalan tanah becek, saya berhasil melaluinya tanpa bercak noda sedikitpun yang menempel di tubuh ini. Tapi ternyata euforia dan sedikit takabur membuat sebuah kecerobohan. Tepat 69 meter sebelum titik finish, konsentrasi sedikit terpecah oleh ABeGe unyu-unyu yang nongkrong di rerumputun ngegodain. Seorang goweser di depan salah ambil track, slip antara beton dan rerumputan. Alhasil tersungkur jatuh ke samping. Dan saya yang sedang asyik gowes kenceng sambil melambaikan tangan melempar senyum ke ABeGeh tadi tidak sempat tarik rem atau mengindar, alhasil ngglundung dengan sukses di rerumputan. Tanpa mengurangi rasa hormat dengan sigap saya segera berdiri angkat sepeda sebelum ada kamera yang sempat mengabadikannya #aib
Teriak lepas di garis finish...
Gowes kali ini sungguh merupakan perjalanan yang luar biasa bersama dengan teman-teman yang luar biasa. Kita tunggu track-track yang lainnya untuk dijamah bersama. Dan akhirnya perjalanan ditutup dengan mandi bersama...Crot..gosok..bilas... Cling...gantengnya balik lagi #nyengir
Akhirnya aku ganteng lagi.. :D


Salam,
HUM