Sunday, November 30, 2014

Menggapai Dunia dalam Genggaman

BY 69HUM dot com IN No comments

Ayah…Bunda… Oom…Tante….
Mari kita berbagi di sini untuk mewujudkan impian si kecil buah hati kita..
Warnai dunianya dengan coretan-coretan kecil yang penuh makna..
Penuhi harinya dengan canda & gelak tawa serta cerita menggapai bintang di atas sana..
Bersama Dunia Aretha….
Let’s Bring a Big World Wide to a Little Angel….


Happy Family (Doc: HUM)


Rangkaian kata di atas adalah ucapan pembuka sebuah website yang saya buat beberapa waktu yang lalu. Ya..itu adalah salah satu impian yang saya coba wujudkan satu persatu dan sedikit demi sedikit. Mimpi yang muncul terbangun dari perjalanan masa kecil saya yang begitu senang dengan dunia baca membaca. Semenjak kecil tidak pernah terlewatkan bacaan yang menemani setiap harinya, bahkan saat SD saya dipercaya memegang kunci ruang perpustakaan sekolah karena kadang di hari Minggu masih menyempatkan untuk ke ruang perpustakaan sekolah ketika kehabisan bahan bacaan. Kenangan dan kebiasaan masa kecil itu masih terbawa sampai saat ini dan ikut menular ke anak-anak. Si Kecil ternyata punya kegemaran yang mengikuti ayahnya. Setumpuk buku cerita memenuhi sudut ruangan dan setiap hari si Kecil rajin membawa map tempat pinjaman buku dari perpustakaan sekolahnya.

Salah satu mimpi yang ingin saya wujudkan adalah mempunyai sebuah taman bacaan untuk tempat singgah anak-anak. Bisa berbagi ilmu dan cerita dari buku untuk mewujudkan impian besar mereka. Dalam perkembangannya, dunia semakin terbuka lebar dan menjadi sangat dekat di genggaman ketika internet tumbuh dengan cukup pesatnya. Kurang lebih 3 tahun yang lalu sebuah ide yang bukan hal baru terbersit di benak saya. Satu step untuk mewujudkan satu persatu impian kecil di kepala. Waktu itu, dengan koneksi internet dari provider Indosat dengan produk IM2 Broom, langkah awal membangun sebuah website dimulai.

Sebuah folderdengan nama ‘Home Project’ masih ada di hard disk eksternal yang telah berpindah sekian kali karena pergantian notebook. Koneksi internet berbasis teknologi HSDPA waktu itu cukup membantu kelancaran proyek pembuatan website tersebut. Sebuahdomain dengan alamat www.duniaaretha.com terbentuk dengan mengambil nama putri pertama saya Aretha. Website utama dibangun dengan mesin berbasis flashdengan pertimbangan tampilan yang cukup menarik dengan berbagai animasi yang interaktif, meskipun terasa agak berat untuk koneksi internet di tanah air saat itu.

Pengembangan berikutnya memunculkan beberapa sub domain turunan dariwebsite utama. Dengan mengadopsi konsep blog yang berbasis html sehingga cukup ringan untuk proses loading content di dalamnya. Tercatat ada beberapa sub domain yang terbentuk, yaitu artikel.duniaaretha.com yang berisi tentang artikel seputar dunia anak. Blog lainnya ada tentang informasi terkait event seputar dunia anak, lomba-lomba, kegiatan anak sampai dengan informasi agenda talk show, seminar atau diskusi dengan para ahli seputar dunia anak yang bisa diikuti oleh sang anak maupun ayah bundanya. Informasi ini bisa dijumpai diinfoanak.duniaaretha.comSub Domain yang lain ada dongeng.duniaaretha.comyang berisi kumpulan dongeng anak baik berupa cerita rakyat, dongeng popular maupun dongeng kiriman dari pembaca blog. Ada juga doa.duniaaretha.com yang berisi kumpulan doa dengan ilustrasi gambar yang menarik buat anak-anak dan dalam tiga bahasa, Indonesia, Arab dan Inggris.
Interaksi dengan para orang tua yang peduli dengan dunia anak ini saya coba wujudkan lagi menjadi lebih interaktif dengan membuat fan page di sebuah social media dengan nama Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita. Dengan keterlibatan istri yang punya latar belakang psikologi dan tentunya senang dengan dunia anak, tips-tips singkat seputar perkembangan anak-anak menjadi topik yang hangat diperbincangkan di sini. Meski bukan ahli dalam urusan pendidikan anak, berbekal berbagai sumber yang menjadi rujukan menjadi sebuah diskusi yang seru dan ajang tanya jawab bagi para member. Sebuah event saat bulan puasa pernah diselenggarakan. Kami terapkan konsep independen tanpa melibatkan sponsorshipuntuk hadiah para pemenang. Lomba terdiri dari dua kategori, yaitu lomba penulisan cerita dan foto tentang momen puasa bersama si kecil. Tulisan serta foto dari para Ayah Bunda dan Si Kecil kita posting di fan page dan blog untuk menjadi inspirasi para ayah dan bunda yang lainnya. Sebagai hadiah dari para pemenang kami kirimkan paket buku bacaan dari koleksi anak-anak kami. Mungkin tidak seberapa nilainya secara materi, tapi kami yakin isinya tidak ternilai harganya buat perkembangan Si Kecil di masa depannya.

Kesibukan sebagai kepala keluarga yang bekerja membuat waktu tersedia untuk pengembangan website sedikit terkendala. Tercatat beberapa sub domain yang masih under construction. Kisah inspiratif dari para tokoh dunia merupakan salah satu draft isi dari tokoh.duniaaretha.com. Kumpulan lagu anak juga menanti untuk dipublish dalam laguanak.duniaaretha.com. Bahkan sebuah domainwww.konsultasianak.com yang dipersiapkan sebagai sebuah portal interaktif untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan serta pengalaman dari Ayah Bunda tentang dunia anak masih berupa domain name tanpa content.

Perkembangan dunia maya dengan menjamurnya social media membuat pengguna semakin bertambah dengan pesat yang berakibat akses menjadi berat. Koneksi internet yang terasa lambat di lokasi tempat tinggal menjadi salah satu pemicu menurunnya aktivitas interaksi di dunia maya. Update konten blog menjadi terganggu dan interaksi untuk sharingpengalaman dan tanya jawab menjadi terkendala.

Mimpi yang sedang berlangsung dan masih terus mewarnai imajinasi untuk menggapai bintang di atas sana mudah-mudahan bisa terlaksana dengan dukungan jaringan internet yang semakin bagus dan koneksi yang cepat dan stabil. Apalagi jika semua itu bisa didapat dengan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis. Semoga mimpi ini bisa terwujud sehingga bisa membawa dunia ke dalam gengggaman anak-anak kita.

Let’s Bring a Big World Wide to a Little Angel….

Salam,
HUM

Tuesday, November 25, 2014

Kuntilanak dan Genderuwo Pencetak Tuyul Menjadi Sarjana

BY 69HUM dot com IN No comments

Tidak salah memang apa kata pepatah yang mengatakan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”, karena ternyata menuntut ilmu bahkan bisa dilakukan sampai ke ‘dunia lain’.

Saya bukan sedang mau bercerita atau membahas masalah klenik perdukunan dan tetek bengeknya bukan pula mengenai teteknya dukun beranak *duh. Maksud saya dukun beranak kan biasanya membantu persalinan seorang ibu yang harus segera mempersiapkan tetek bengeknya buat si jabang bayi. Coba bayangin gimana kalau teteknya sang ibu sedang bengek..? apa jadinya coba..? *loh.. ngomong apa to ini? **sudah mbayangin tetek yang bengek..? *mringis
Cukup.! Kita kembali ke topik tetek yang sehat tanpa bengek..*nyengir


SD SETAN (doc : HUM)

Jadi begini *mulai serius nih, di hari guru ini saya akan bercerita tentang sebuah sekolah yang nyata adanya, bukan kisah fiktif dengan penuh rekayasa tapi sebuah kisah nyata dengan lokasi nyata dan tokoh nyata yang bisa dikonfirmasi tentang kebenaran kisah ini. Anda tentu mengenal sebuah candi yang masuk menjadi 7 keajaiban dunia kan? Yap, candi Borobudur yang berdiri megah di sebuah kota kecil yang sejuk di lereng bukit Tidar. Orang mungkin banyak yang mengira bahwa Borobudur berada di wilayah Jogjakarta, padahal sejatinya masuk wilayah kota Magelang, Jawa Tengah. Nah, ada sebuah SD di wilayah Kabupaten Magelang, meski bukan berada di daerah terpencil tapi suasana nyaman dan sejuknya udara pedesaan masih bisa kita jumpai di daerah ini. Di situ berdiri sebuah sekolah yang bernama SD Negeri SETAN. Tidak salah jika para siswa didiknya kita sebut ‘TUYUL’ dan Bapak Ibu guru pengajarnya kita panggil ‘KUNTILANAK’ dan ‘GENDERUWO’. Nama aneh dari sekolah dasar ini sebenarnya diambil dari nama desa tempat lokasi sekolah berada. Masalah pengejaan notasi huruf ‘E’ dengan beberapa intonasi suara membuat nama menjadi masuk kategori ‘dunia lain’. Sebenarnya tulisan ‘SETAN’ ini bukan dibaca seperti kata SETAN makhluk dunia lain, tapi dengan intonasi seperti membaca kata ‘SEBEL’ atau seperti kita mengeja tanpa huruf ‘E’, jadinya dibaca ‘STAN’.

Meski sebuah sekolah dasar di desa, SD ini sudah mencetak para ‘tuyul’ menjadi sarjana di berbagai bidang dengan profesi yang beraneka ragam. Hal ini tidak luput dari usaha para ‘kuntilanak’ dan ‘genderuwo’ yang telah mengabdikan untuk mengajar di SD SETAN. Para ‘tuyul’ alumni SD ini berhasil mencicipi gelar sarjana dari perguruan tinggi favorit seperti ITB, UGM dan UNDIP, salah satunya saya *senyum. Yup, saya adalah salah satu ‘tuyul’ yang pernah masuk ke dunia lain di SD SETAN ini. Masih teringat di kepala dengan rambut yang mulai memudar bak tanaman padi menguning yang siap dipanen, masa-masa kecil yang penuh canda tawa ceria bersama teman-teman sesama ‘tuyul’ menghabiskan hari dengan serius mendengarkan wejangan dari para ‘kuntilanak’ dan ‘genderuwo’ yang tidak lain adalah bapak dan ibu guru kami. Salah satu ‘kuntilanak’ yang memimpin SD SETAN ini tidak lain tidak bukan adalah ibunda tercinta. Kisahnya bisa Anda baca di Ibu Guruku, Guru Nyata dalam Kehidupanku.


Tuyul di SD SETAN (Doc: HUM)

Jika Anda berkesempatan mengunjungi kota sejuk Magelang untuk melihat kemegahan candi Borobudur, tidak ada salahnya mampir berpoto selfie di plang SD SETAN, bisa jadi nantinya masuk menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia….lain.*nyengir

Selamat Hari Guru Nasional…jayalah pendidikan Indonesia..!!

Salam,
HUM