Monday, November 25, 2019

Ibuku, Guru Nyata dalam Kehidupanku

BY HUM IN , , No comments

Bu Tatik dan anak-anak SD Setan

Namanya Hartati, orang-orang memanggilnya Bu Tatik, sesuai lidah orang Jawa gampang untuk mengucapkannya. Beliau adalah sosok guru SD yang cukup bersahaja. Kenapa beliau begitu mewarnai kehidupan saya? Coba kita simak jalan ceritanya.

Bu Tatik, beliau lah yang menemukan 'bakat aneh' dari seorang anak kecil yang suatu ketika ngambek tidak mau lagi sekolah di taman kanak-kanak karena merasa bosan hanya bermain, bernyanyi dan menggambar saja. Anak kecil tadi akhirnya 'dititipkan' untuk belajar di SD kelas 1 di tempat beliau mengajar. Guru kelas akhirnya menempatkan sang anak kecil untuk ikut duduk bersama menikmati pelajaran dengan status 'pupuk bawang' alias anak kecil 'titipan'. Waktu ngambek si anak kecil kebetulan bukan pas di waktu tahun ajaran baru, sehingga dia berstatus 'pupuk bawang' mulai catur wulan terakhir. Ibu Guru kelas melihat perkembangan sang anak kecil ternyata bisa mengikuti mata pelajaran dengan baik dan akhirnya di-promote untuk naik ke kelas 2 di akhir masa 'titipan' yang hanya berlangsung sekitar 3 bulan saja. Bu Tatik sebenarnya mau menahan si anak, tapi sang guru kelas meyakinkan bahwa si anak bisa.

Akhirnya setelah menempuh pelajaran selama 3 bulan, si anak resmi naik ke kelas 2. Ya..karena kebetulan si anak kecil dilahirkan di desa dengan teman-teman sebaya yang sama-sama kurang gizi, sehingga asupan nutrisi belum seperti anak sekarang yang pintar dan cerdas, akhirnya si anak kecil menjadi anak 'paling pintar', maklum ndak ada saingan dan sekaligus paling kecil. Bu Tatik juga lah yang menjadi saksi sejarah ketika seorang anak kecil kelas 2 SD tadi mulai kenal rokok :D. Kisah merokok si anak kecil bisa di baca di tulisan Berhenti Merokok Itu Mudah (ternyata link dah dihapus sama Kompasiana :P)

Cerita tentang Bu Tatik tidak habis sampai di sini, pas menginjak kelas 4, ada satu kejadian yang hampir merusak reputasi si anak kecil yang 'paling pintar' tadi. Ceritanya ada guru baru pengganti untuk mata pelajaran matematika, karena guru yang sebenarnya sedang mengikuti penataran. Soal matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan yang dianggap anak-anak sulit, tiba-tiba menjadi begitu mudah karena 'teorema ngawur' sang guru pengganti.

(1/2) + (2/4) = "atas tambah atas / bawah tambah bawah"

(1/2) + (2/4) = (1+2) / (2+4) = 3/6

Whuaahh...teorema yang menyesatkan bukan? Si anak kecil yang merasakan ada yang tidak beres dengan penjelasan sang guru tentu saja protes, tapi tidak ditanggapi sang guru bahkan teman-temannya membodoh-bodohkan dirinya yang merasa tiba-tiba jadi orang paling bodoh sedunia saat itu. Akhirnya si anak kecil mengadu ke Bu Tatik dengan penjelasan logisnya. Meski menjelang kenaikan kelas 3 beliau pindah tugas untuk promosi ke SD lain, Bu Tatik masih bersedia menyempatkan diri untuk diskusi dengan guru pengganti tadi mengenai pelajaran yang diberikan.  Akhirnya 'teorema ngawur' sang guru pengganti direvisi agar tidak menyesatkan dan eksistensi si anak kecil tambah diperhitungkan di kancah percaturan anak-anak SD tersebut *:senyum.

Menjelang kenaikan kelas 5 si anak kecil, Bu Tatik kembali bertugas di sekolahnya dengan posisi baru sebagai Kepala Sekolah. Demi melihat potensi sang anak, setiap kali ada perlombaan selalu coba diikutsertakan. Beliau selalu ikut serta mendampingi si anak ketika lomba sendiri maupun berkelompok. SD kampung yang sebelumnya kurang diperhitungkan, sedikit demi sedikit diperhitungkan namanya di tingkat kecamatan ketika berhasil menjuarai berbagai perlombaan sekolah tingkat kecamatan dan berhasil bertatap muka dengan Pak Bupati ketika si anak kecil menjadi juara 1 lomba mengarang tingkat kabupaten. Terlihat wajah bangga ketika melihat si anak kecil naik ke panggung dan disebut nama SD-nya yang dari kampung. Lebih bangga dan lega lagi ketika si anak kecil akhirnya bisa jadi anak satu-satunya yang tembus masuk ke SMP terfavorit di kota, meski anak kampung dari SD terpencil.

Sudah bisa menebak kira-kira siapakah anak kecil yang ngambek tadi? Yup...tiada lain tiada bukan dialah HUM :), anak kecil yang sampai sekarang tidak punya ijazah kelulusan TK *:nyengir.

Bisa nebak juga siapa sosok Bu Tatik yang begitu mewarnai hidup saya? Yup..beliau adalah Ibunda tercinta, sosok yang merawat saya semenjak dari rahim sampai sekarang dewasa ini tapi tetap menjadi seorang 'anak kecil' di mata beliau sampai saat ini dalam usia yang sudah menginjak angka 79 tahun. Semoga Ibunda tercinta senantiasa diberikan kesehatan dan berkah dari Yang Maha Kuasa. Aamiin...

Yup..sekali lagi, Bu Tatik...ibunda tercinta merupakan sosok wanita yang tidak pernah tergantikan di hati ini. Sosok ibu yang telah membesarkan 6 orang anak dengan si bungsu yang paling nakal ini.Sosok wanita berikutnya yang menjadi harapan saya untuk bersama-sama membesarkan duo krucil yang lucu adalah istri tercinta. Istri saya merupakan separuh dari jiwa saya dalam mengarungi kehidupan ini, belajar berbagi bersama menikmati dan mensyukuri setiap nikmat dari Ilahi. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang telah dan akan selalu menemani setiap detik mensyukuri kehidupan ini.

Orang tua merupakan guru terhebat buat anak-anak kita, bahkan melebihi seorang profesor sekalipun.

Selamat Hari Guru Nasional...
Sampaikan salam hormat saya untuk Ibunda dan Istri tercinta yang pasti merupakan wanita-wanita hebat dalam kehidupan Anda.



Salam,
HUM

Saturday, May 18, 2019

SEEK & DESTROY

BY HUM IN , , No comments


Melanjutkan woro-woro hand phone hilang kemarin, kita lanjutkan proses investigasinya. 
Mission begin..! Seek & Destroy..!
Selamat menyimak paparan panjang berikut ini..

Kita kilas balik dulu cerita sebelumnya. Jadi handphone hilang saat perjalanan ke masjid menggunakan sepeda, potensi terjatuh karena balapan sama The Dappo mengejar sholat berjamaah. Setelah sholat selesai baru tersadar handphone tidak ada di saku. Kemudian sempat coba napak tilas menyusuri jalanan rumah ke masjid tapi hasil nihil.



Sempat terpikir dua kemungkinan ketika nomor dihubungi tidak aktif. Analisa detektif The Dappo adalah handphone kelindas mobil dan hancur berkeping-keping, sambil dia peragakan kondisinya menurut imajinasinya 😅. Kemungkinan kedua adalah ada orang yang menemukan kemudian handphone dimatikan.

Apakah berhenti sampai di sini? Meski ikhlas kalau memang tidak kembali, naluri detektip tidak terbendung. Setelah olah TKP tidak membuahkan hasil, sebagai seorang yang sok merasa ahlinya ahli, intinya inti, core of the core dunia IT, kita lanjutkan uji forensik digital.

Step pertama paling simple kirim SMS & WA, tujuannya sederhana jika handphone nyala mudah-mudahan yang menemukan membaca pesan dan beritikad baik mengembalikan. Tujuan lainnya adalah untuk tracking waktu kapan handphone nyala. Harapannya handphone masih akan aktif lagi, meski analisa detektip The Dappo hal itu adalah mustahil karena sudah hancur berkeping-keping 😅.

Step kedua coba memanfaatkan fungsi tracking GPS dengan aplikasi sejuta umat find my device-nya mbah Gugel. Paralel juga tracking lewat Cloud. Tapi karena proses tracking nanti menggunakan gmap, jadi seeking kita fokuskan menggunakan find my device-nya mbah Gugel yang tentunya lebih terintegrasi. Hasil tracking posisi terakhir masih di sekitar rumah dan dalam kondisi off, jadi tidak ada aktivitas fisik yang bisa kami lakukan malam itu.

Find my device ini punya kemampuan untuk mendeteksi lokasi pergerakan handphone kita setiap step dan live tracking saat handphone kita kondisi online. Ada 3 fitur utamanya. Yang pertama 'Play Sound', jadi kita bisa membuat handphone berdering dengan volume maksimal meskipun kondisi silent. Berguna jika handphone sering nyelip ketlingsut nggak jelas atau ada teman yang iseng nyembunyiin.

Yang kedua adalah fungsi 'Secure Device'. Jadi handphone bisa kita locked sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak bisa mengaksesnya. Powerful bagi yang tidak menggunakan fitur kunci layar di handphone nya.
Fungsi ketiga adalah senjata pamungkas 'Erase Device'. Ketika kita sudah di titik desperate untuk berharap handphone kembali, fungsi ini mirip aksi spionase untuk menghilangkan barang bukti daripada dikuasai pihak yang tidak berkepentingan. Bersih dari noda tanpa sisa.
So, kita mulai step by step... Seek & Destroy..!!

Play Sound & Secure Device sudah diaktifkan, tapi karena handphone kondisi off, play sound tidak bisa aktif. Minimal Secure Device akan aktif saat handphone nyala. Fitur Erase Device masih kita tunda karena masih berharap kalau memang masih rejeki pasti akan kembali.

Step berikutnya satu persatu ganti password demi mengamankan semua akun yang terintegrasi dg handphone mulai dari email sampai internet banking. Perubahan password ternyata terhambat untuk akun market place karena butuh kode validasi yang dikirim ke nomor handphone yang terdaftar, lha wong nomernya nempel di handphone yang hilang..😅

Semua aktivitas update akun sudah dilakukan, lanjut menghubungi operator seluler untuk block nomor biar tidak bisa digunakan untuk keperluan yang tidak baik. Tapi ternyata proses blockinng nomor tidak bisa via call center, jadi harus datang langsung ke galery Indosat. Ya sudah..artinya usaha sementara break sambil tunggu besok mentari bersinar. Tinggal bobok manis dulu dan tidak lupa sebelumnya cuci tangan cuci kaki dan berdoa semoga mimpi yang indah 😊


Setelah makan sahur dan subuh masih dengan mata kriyep-kriyep, investigasi duo detektip kita lanjutkan. Pantau find my device..tadaaa...online! Jam 04:52 saat fungsi tracking dijalankan, handphone status online dengan kondisi battery life 20%. Kita coba cek status WA, delivered jam 03:58, belum lama target mengaktifkan handphone-nya. Lokasi berada di sekitar warung kopi selemparan apem dari rumah. Sepertinya target habis makan sahur lanjut ngopi-ngopi nunggu pagi..😅

Tidak menyia-nyiakan waktu, sebelum handphone low bat, duo detektip langsung beraksi pancal pedal sepedah..tancap gass...go..go..!

Sampai di lokasi kita berhenti parkir sepedah dan coba aktivasi 'Play Sound'...
Krik..krik..krik..
Suasana sepi tidak terdengar suara dering merdu handphone. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya telat terjadi? Apakah mbah Gugel memberikan informasi yang tidak valid? Hoax ini mah...😅
Lanjut coba live tracking online dan ternyata target sudah bergerak..waduh beneran telat kita..
Pergerakan target menjauh dari lokasi dan sepertinya menggunakan kendaraan bermotor yang tidak mungkin kita kejar dengan genjotan pedal sampai dengkul copot pun 😅. Akhirnya duo detektip terpaksa balik kucing, bukan menyerah tapi PitStop sejenak mengatur strategi.


Ambil laptop untuk dapat visual lokasi yang lebih jelas...dan tadaaa...ternyata keberuntungan masih berpihak di duo detektip pahlawan pembela kebetulan ini. Target stop steady di satu titik yang ternyata setengah lemparan apem dari rumah. Tidak menyia-nyiakan waktu langsung tancap gass..!

Lokasi adalah sebuah bangunan workshop di ujung gang dekat masjid. Sebuah mobil terparkir di depannya. Suasana terlihat sepi meski pintu gerbang separuh terbuka. Langsung coba aktivasi 'Play Sound'...krik..krik..krik..masih senyap, meski telinga ini sedikit mendengar suara dering kecil di dalam, tapi kurang jelas.
Sempat diam sebentar di lokasi mengatur langkah selanjutnya. Tidak berapa lama terlihat ada satu orang pemuda di dalam rumah, sepertinya habis selesai mandi. Langsung ketok gerbang masuk ke dalam dan to the point nanyain ada nemu handphone atau tidak?
Dijawab dengan sedikit tampang kaget dan agak bingung. Trus kami ceritakan kronologis kejadian, lokasi yang tidak jauh dari situ dan hasil tracking menunjukkan lokasi handphone saat ini ada di sini, sambil menunjukkan map device ke pemuda tadi. Sambil celingukan dia bilang, "ohh..mungkin ada temannya yang tahu, tapi masih pada tidur". Sambil nunjukin di sebuah ruangan dan terlihat beberapa sosok bergelimpangan masih terbuai alam mimpi.

Nggak mau berdebat lama dulu, kami sampaikan bahwa rumah kami di ujung pengkolan sana dekat pos security. Jadi nanti kalau ada temennya yang ternyata nemu boleh balikin ke sana. Si pemuda mengiyakan dan saya minta nomernya untuk dihubungi lagi.


Sambil jalan pulang, kami berdua duo detektip ini yaqin haqul yaqin handphone ada di situ. Sampai di rumah sudah ditungguin si Kakak dengan muka manyun karena hari ini adalah acara pelepasan wisudanya...waaahh...nggak sadar si Kakak sudah gedhe ternyata...😅sudah lulus SD..alhamdulillah..😇

Sedetik sebelum mobil meluncur keluar tiba-tiba handphone berdering dan terlihat di layar nomor si pemuda tadi. Langsung diangkat dan dari seberang sana terdengar suara, "handphone nya sudah ketemu, Pak!"
Wow..langsung kita meluncur ke TKP!

Sengaja kita aktifkan lagi fitur Play Sound yang akan bersuara selama 5 menit. Sampai di TKP terdengar suara dering keras handphone yang dipegang oleh seorang pemuda lain yang masih kucel baru bangun, ditemani pemuda tadi di belakangnya. Sambil agak grogi gimana, si pemuda cerita bahwa benar semalam menemukan handphone itu jatuh di jalan depan saat dia mau pulang ke situ.

Alhamdulillah...sambil mengucapkan terimakasih dan sedikit basa basi untuk mencairkan suasana, handphone akhirnya berpindah tangan ke pemiliknya lagi. Kalau memang masih rejeki pasti akan kembali 😊. Untung belum aktivasi mode destroy..😅

Salam,
HUM