Tuesday, August 14, 2012

Berani Poligami, Cermin Lelaki Sejati

BY 69HUM dot com IN , , No comments

Poligami, laki-laki sejati (pic: zamrudhijau.blogspot.com)
Sebagai laki-laki saya menyatakan dukungan untuk Poligami. Tapi untuk mewujudkannya saya harus berpikir 1000 kali. Poligami merupakan hal yang mudah dibicarakan untuk menyulut kontroversi, tapi bukan merupakan perkara yang mudah untuk dipahami dan dijalani. Hanya lelaki sejati yang bisa dan berani menjalani Poligami.

Poligami sama sekali tidak sama atau disamakan dengan selingkuh. Selingkuh atau zina mudah sekali dilakukan, kapan saja di mana saja dengan siapa saja. Begitu membuka layar dan berselancar di dunia maya, potensi zina ada di sana. Bermodalkan gadget baru untuk chatting, potensi selingkuh bisa datang kapan saja. Jalan keluar rumah, prostitusi terbuka maupun terselubung sudah di depan hidung. Sedangkan Poligami, butuh berbagai macam pemikiran dan pertimbangan jeli untuk melakoninya.

Kenapa pelaku Poligami saya katakan lelaki sejati? Pertama, secara fisik diperlukan tubuh yang sehat dan penuh vitalitas untuk mampu ber-Poligami. Point ini sengaja saya angkat pertama mengingat pandangan orang terhadap poligami terkonotasi ke arah kebutuhan biologis. Dan memang tidak bisa dipungkiri bahwa seorang lelaki yang berani memproklamirkan untuk Poligami tentunya punya modal ini. Dan tentunya tidak banyak lelaki yang bisa mewujudkannya, terbukti dengan maraknya iklan dari anak cucunya mak Erot maupun berbagai macam obat kuat lelaki angkat istri. *:senyum

Kedua, seorang lelaki yang berani Poligami tentunya sudah siap secara lahiriah untuk menjalaninya. Setelah siap dengan memenuhi kebutuhan batiniah para istri, tentunya siap memenuhi kebutuhan materi. Hidup dengan istri lebih artinya punya cadangan lebih tanpa mengorbankan kondisi yang ada saat ini. Tentunya siap juga untuk menjamin kehidupan termasuk keturunan yang dihasilkan dari hasil Poligami tadi.

Ketiga dari sisi spiritual, ketika memutuskan untuk Poligami, tentunya sudah dengan pertimbangan yang matang dan mempelajari semua ketentuan tentang Poligami dengan berbagai macam aturan dan persyaratan serta konsekuensinya. Paham betul tujuan dan manfaat yang didapat ketika memutuskan untuk menjalani Poligami ini.

Yang keempat, seorang suami yang berani meminta restu sang istri untuk poligami tentunya sudah siap secara mental. Secara realita, setiap wanita tentunya tidak ingin untuk dimadu, dan ini merupakan tantangan besar buat suami secara mental untuk bisa minta restu sang istri dan meyakinkan bahwa Poligami tadi bertujuan yang lebih bermanfaat. Jadi bila ada laki-laki yang selingkuh atau nambah istri dengan mengatasnamakan Poligami, itu adalah pengecut sejati. *:nyengir So...say YES or No to Poligami..?!

Salam,
HUM

0 comments:

Post a Comment