Friday, December 27, 2013

Sebaiknya Kita Sepakat untuk Tidak Sepakat

BY 69HUM dot com IN No comments


Beda Pendapat (pic: erepublik.com)


Menurut pendapat saya, sebaiknya kita berbeda pendapat dengan orang lain tentang sesuatu hal. Sengaja saya mengawali kalimat pembuka dengan kalimat “menurut pendapat saya” karena memang sebaiknya pendapat Anda berbeda dengan pendapat saya, sesuai dengan pendapat saya tersebut. Jadi bingung? Jangan bingung karena Anda sebaiknya berbeda pendapat dengan saya :)

Biar lebih mudah memahami pendapat saya, coba saya jelaskan mengenai pendapat saya bahwa sebaiknya kita berbeda pendapat.

Seperti tertuang dalam pasal 28 UUD 45 yang berbunyi “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”, jadi memang kebebasan untuk berpendapat itu merupakan hak setiap orang sehingga perbedaan pendapat juga merupakan hak masing-masing individu. Bahkan saya berpendapat bahwa sebaiknya kita berbeda pendapat dengan orang lain. Kenapa bisa begitu?

Berbeda pendapat jangan selalu dikonotasikan sebagai hal yang negatif, karena justru dengan perbedaan pendapat akan menjadikan sebuah ajang diskusi yang membangun. Apa jadinya jika ada satu orang berpendapat kemudian orang lain juga berpendapat sama? Tentu akan selesai begitu saja pembicaraan tanpa ada diskusi lanjutan tentang pendapat masing-masing. Apakah ketika setuju dengan pendapat orang lain itu bagus atau malah jelek? Bisa kita lihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Jika kita setuju dengan pendapat orang lain artinya tidak ada masukan untuk menguji kebenaran atau efektifitas dari pendapat orang tersebut. Jika ternyata akhirnya terbukti pendapat orang tersebut memang benar, tentu itu yang diharapkan. Akan tetapi apabila ternyata pendapat yang diyakini dan di-amin-i bersama tadi kurang tepat, kita baru akan tahu ketidakakuratan pendapat tersebut setelah terjadi. Lain cerita ketika terjadi perbedaan pendapat terhadap pendapat pertama. Pasti akan terjadi sebuah diskusi dan interaksi secara verbal antar orang yang bersangkutan sehingga memunculkan berbagai macam faktor plus dan minus dari masing-masing pendapat. Jika diskusi mengenai perbedaan pendapat ini dikelola dengan baik tentu saja akan bisa menangkap kondisi yang mungkin akan terjadi ketika kita setuju atau tidak setuju dengan pendapat pertama, sehingga bisa memunculkan sebuah aktivitas sebagai contingency plan atas efek dari setiap pendapat baik yang pro maupun kontra.

Saya seringkali memposisikan diri sebagai oposan dalam sebuah diskusi dengan tujuan melihat dari sudut pandang yang lain sehingga bisa jadi bahan diskusi dan koreksi serta masukan dan juga pertimbangan menuju goal yang akan dicapai. Perbedaan pendapat bukan berarti menentang terhadap pendapat orang lain, tapi lebih ke arah memberikan perspektif lain dari cara berpikir sang pemberi pendapat pertama sehingga menjadikan sebuah bahan pertimbangan atau pun menambah parameter baru terhadap pendapat sebelumnya. Jadi apabila Anda mempunyai pendapat yang sama dengan orang lain, sebaiknya cobalah untuk “berbeda pendapat” dengan memberikan tambahan masukan yang melengkapi pendapat pertama sehingga bukan hanya “sama pendapatnya”.

Ketika kita menyampaikan sebuah pendapat dan orang lain ternyata sependapat, belum tentu pendapat yang kita sampaikan tadi benar. Bisa jadi orang yang “sependapat” tadi sebenarnya karena tidak punya ide lain terhadap pendapat kita sehingga mengiyakan saja. Akan lebih membangun ketika muncul berbagai pandangan dan pendapat yang berbeda sehingga terjadi sebuah diskusi dan interaksi untuk memaparkan lebih dalam pendapat masing-masing sehingga akan saling menguji dan memberikan masukan terhadap celah-celah yang mungkin bolong dari masing-masing pendapat sehingga bisa saling melengkapi untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai macam perbedaan dan bahkan sepasang bayi kembar identik yang dilahirkan bersamaan pun pasti mempunyai perbedaan dari pasangan kembarnya. Setiap orang mempunyai kode unik yang tertanam seperti sebuah serial number yang membedakan satu dengan yang lain. Hal itu pasti bukan tanpa tujuan, karena Tuhan Yang Maha Kuasa pasti lah akan dengan sangat mudah jika ingin menciptakan dua orang sosok yang sama persis identik tanpa satu pun perbedaan. Tapi ternyata kita diciptakan untuk berbeda satu dengan yang lainnya. Salah satu tujuannya bisa jadi adalah untuk saling melengkapi sehingga menjadikan sebuah sinergi dari setiap perbedaan yang ada.

Jadi hargailah perbedaan pendapat dari orang-orang yang berbeda karena itu merupakan sebuah hal positif yang akan membuat sebuah sinergi untuk mencapai tujuan bersama dan saling melakukan koreksi terhadap setiap penyimpangan yang mungkin terjadi. Itu menurut pendapat saya, bagaimana dengan pendapat Anda? Sebaiknya berbeda lho ya..? Sepakat untuk tidak sepakat? :)

Salam,
HUM

0 comments:

Post a Comment