Saturday, June 17, 2017

Tapir vs Ikan Duyung

BY HUM No comments


Ada cerita menarik hasil jalan2 ke Eropah 6.9 bulan yang lalu. Keliling ke beberapa negara yang mayoritas penduduknya bangsa Tapir versi si anu. 

Dengan mayoritas penduduk Tapir tadi, suasana jauh lebih tenang dari Indonesia. Tol antar negara yang mulus minim kemacetan. Disiplin di jalan dalam kota dengan lampu merah buat pejalan kaki. Bersepeda tenang di dinginnya cuaca menjadi aktivitas nyaman para penduduknya.

Sempat melipir ke zona merah area Amsterdam. Akuarium dengan putri duyung dan ikan julung-julung meliuk-liuk menghangatkan suasana malam. Masih dengan suasana tenang nyaman tanpa keributan meski mariyuana menjadi menu cemilan yang biasa.

Sempat merenung kenapa Endonesiah yang mayoritas penduduknya religius ternyata keseharian penduduknya terlihat bagaikan prajurit yang maju ke medan perang dengan semangat spartan saat memacu kendaraan di jalanan. Tidak mau saling mengalah mengisi dua lajur jalan sampai penuh dan berebut dengan beringasnya. Korupsi dikabarkan merajalela bahkan menggunakan kode-kode religius untuk sandi percakapan. Bahkan muncul issue chat mesum seorang ulama besar. Benar-benar sebuah fenomena yang luar biasa.

Sampai pada sebuah kesimpulan yang mungkin impulsif, mungkin prematur dan mungkin juga akan menjadi tonggak sebuah sejarah baru seperti sejarah tentang Gaj Ahmada, mohon bersabar semua itu adalah ujian. Di negara bangsa Tapir sana, sudah tidak prospektif lagi buat syaiton untuk melancarkan aksi menggoda manusia untuk terjerumus masuk ke lembah dosa menemani mereka di neraka sana, lha wong bangsa Tapir kan sudah jelas masuk neraka, ngapain juga perlu digoda. Mending ke Endonesiah yang mayoritas penduduknya religius sehingga menjadi ladang prospektif untuk digoda, dijerumuskan mengikuti jejak langkah syaiton menghuni neraka.

Mohon bersabar...ini ujian...

I lop Endonesiah...🇲🇨✊

Salam,
HUM

0 comments:

Post a Comment