Showing posts with label Festive Season Matahari Master Card. Show all posts
Showing posts with label Festive Season Matahari Master Card. Show all posts

Monday, January 1, 2018

End Year Review

BY HUM IN , , , No comments


Sebagai pijakan untuk resolusi tahun 2018, saya coba evaluasi hasil dari salah satu resolusi tahun lalu. Salah satu resolusi tahun 2017 adalah menyalurkan hobby sebagai Pengguna. Nah, daripada kecanduan sendirian kenapa tidak coba ditingkatkan menjadi Pengedar? 😅

Nah, berawal dari iseng-iseng berhadiah akhirnya terjerumus menjadi Pengedar sekaligus Bandar. Berbagai macam ide-ide kecil dari cerita-cerita inspiratif orang-orang sederhana yang kami kenal membawa awal untuk mencoba melangkah. Seorang Ibu usia senja kalau nggak mau dibilang Nenek dari sebuah kota pinggiran di Jawa Timur awal pertama yang membuka ide sederhana itu. Beliau rajin belanja di Mall yang saya atau kita bilang barang-barangnya pasti lebih mahal dibanding beli di luar. Ternyata beliau belanja bukan untuk kebutuhan sendiri tapi dijual lagi! Dan dapat profit pastinya! Di jual dimana? Seluruh Indonesia! Yess...Online Shop!

Pelajaran pertama yang kami ambil, jualan bukan hanya mencari produk murah untuk dijual lagi. Prinsip dasar ekonomi memang benar tentu saja, beli semurah-murahnya untuk dijual semahal-mahalnya. Profit tinggi!
Tapi ternyata ada hal mendasar yang lebih penting lagi, cukup satu kata, PEMBELI! Karena ternyata syarat adanya sebuah transaksi jual beli adalah CUKUP dengan adanya PEMBELI. Bahkan penjual dan barang pun tidak perlu ada! Bingung kan? Sama..😅 Silahkan cari tahu bagaimana dapat duit tanpa harus punya produk dan bahkan tanpa perlu berjualan, yang penting ada PEMBELI!
Kalau mau tahu cukup komen YES! 😅

Inspirasi lain kami dapatkan di pagi hari saat rutinitas berangkat kerja. Biasanya radio mobil manteng sebuah stasiun yang isinya obrolan ringan pagi hari disela lagu-lagu hit tanah air. Nah, entah kapan lupa tepatnya, duo host kocak yang mbawain acara pagi biasanya kok nggak nongol lagi, ntah resign atau gimana. Sebagai gantinya dua penyiar yang lebih muda dengan gaya kekinian di setiap obrolannya, mungkin biar lebih fresh kali pikir si Management radionya. Tapi buat kami malah jadi garing! 😅

Nah, ternyata gantinya penyiar tadi membawa hikmah. Jadi besoknya mulai cari-cari channel radio yang penyiarnya asyik. Ehh..nemu radio yang agak serius isinya tentang bisnis dan di setiap pagi ganti-ganti diskusi tentang bisnis. Menarik nih! 
Sampai satu pagi ada talk show interaktif dengan pemirsa di rumah. Ada satu pertanyaan yang intinya dia mau dapat saran usaha samoingan apa yang cocok baginya yang masih tetap fokus dengan pekerjaannya sekarang. Diskusi panjang lebar akhirnya berkembang dari pertanyaan itu dan berbagai tips terlontar dari nara sumber pagi itu dan tercatat di kepala ini. Mau tahu apa saja tips-nya? Bagi yang mau tahu silahkan komen YES! 😅 

Satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan sebagai tolak ukur dalam bisnis sampingan. Menurut sang nara sumber, Anda bisa tetap melakukan bisnis sampingan tanpa meninggalkan bisnis utama sampai dengan profit 3x dari penghasilan utama. Lebih dari itu artinya bisnis utama Anda yang akan menjadi bisnis sampingan! 😅

Nah, dari sekilas hasil review bisnis sampingan setahun ini terlihat trend bahwa belum bisa mencapai 3x dari penghasilan utama.
Kalau kita lihat dari hasil evaluasi pencapaian selama setahun. Ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil. Kesimpulan pertama bisa diambil bahwa gain yang didapat masih naik turun, perlu terus intens untuk penetrasi pasar. Profit belum tembus 3x penghasilan utama.
Kesimpulan lain bisa jadi profit dari bisnis ini terlalu kecil atau penghasilan sekarang terlalu besar? 😏😅
Yang lebih parah lagi kalau kesimpulannya adalah profit bisnis kecil sekali padahal penghasilan utama sudah kecil 😓😅

Yang paling penting adalah selalu syukuri apa yang sudah diberikan kepada kita. Tidak perlu risau dan berpikir rumit. Berpikirlah seperti orang malas, karena orang malas akan mencari cara paling sederhana untuk menyelesaikan masalah yang berat.

Lazy people will find simple way to do a difficult job..
Think crazy be lazy..
Don't rich people difficult ahh.. 😅 

Salam,
HUM 

Sunday, January 1, 2017

Resolusi 2017: Semua Berawal dari Mimpi

BY HUM IN , , , No comments



Tidak terasa satu tahun telah berlalu. Yup, tepat satu tahun yang lalu di penghujung tahun dengan amat terpaksa setelah dipikirkan dengan sesama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya akhirnya mengudaralah Blog ini dengan penuh perjuangan. Apakah berhenti sampai di sini? 

Yup, sesuai kata nenek kalau ragu-ragu sebaiknya berhenti. Akan tetapi, karena semangat membara dan penuh energi jiwa muda, maka tanpa ragu tanpa malu lanjut terus sesuai Filosofi Sandal Jepit yang bahkan melebihi Yin Yang.  Kalau Yin Yang sebagai bentuk keseimbangan untuk menghasilkan kekuatan, maka sandal jepit selain simbol keseimbangan saling berpasangan juga mencerminkan sebuah filosofi sebagai pijakan bersama untuk menuju sebuah titik target dan melangkah lagi ke titik selanjutnya lagi...lagi...dan lagi...begitu seterusnya. Pantang menyerah..!! Maka munculah postingan ini tepat di jam 00:00 tanggal 1 Januari 2017. Bisa tepat banget ya? Hebat banget nongkrongin leptop demi menyongsong detik-detik pergantian tahun. Betulkah begitu? Rahasianya ada pada teknologi :) 


Nah, sebagai lanjutan dari resolusi tahunan, kali ini kita sedikit kilas balik refleksi 2016. Tahun 2016 merupakan tahun yang penuh dengan pahit manis naik turun like ride a roller coaster, penuh dinamika yang mewarnai. Berawal dari diagnosa sakit yang dialami Budhe, ya...Buliknya istri yang biasa dipanggil Budhe yang sudah bersama keluarga kami semenjak si Kakak Pertama terlahir ke dunia. Menemani kami dalam suka maupun duka. Berbagai usaha kami lakukan baik medis maupun non medis. Kalau tahun-tahun sebelumnya kita menyempatkan untuk liburan keluarga dengan Budhe ikut serta, dari awal tahun hampir vakum dari nuansa liburan. Kalau kami sering postingan di medsos sedang menginap di luar kota, hotel XYZ itu adalah bagian dari usaha kami untuk mengupayakan kesembuhan Budhe. Meski dalam suasana kurang nyaman, kami tetap berusaha tersenyum, membuat anak-anak dan yang lain nyaman tanpa perlu memperlihatkan kesusahan atau harus berkeluh kesah. Semua dihadapi dan dijalani dengan sikap positif. Entah bagaimana penilaian orang melihat perjalanan kami yang terekam di sosmed silahkan disikapi sendiri.

Setelah sekian lama dan macam usaha yang kami lakukan di sekian tempat, ternyata Allah berkehendak lain. Allah sayang sama Budhe yang sangat menyayangi Krucil-krucil kami. Beliau dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa pada hari Jum'at, 11-11-2016. Satu hari sebelum ulang tahun pernikahan kami yang ke-11. ALLAAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA'AAFIHII WA'FU ANHU. 

Semua seperti mimpi, kini tak ada lagi yang setiap pagi tarik-tarik Krucil untuk mandi. Tiada lagi yang siap selalu dengan menu masakan favorit baru saat kami pulang kerja dengan penat di bahu. Tapi itu semua adalah kenyataan. Kini kau sudah tenang di alam sana. Doa kami akan selalu menyertaimu. Sebagai pengingat bagi kami semua bahwa hidup ini hanya sementara dan pasti akan tiba masanya tanpa mengenal usia.

Mimpi lain ternyata mewarnai tahun 2016. Rutinitas setiap pagi mengantar Duo Kakak berangkat ke sekolah ternyata menuai mimpi menjadi nyata. Di dekat sekolah si Kakak sedang dibangun sebuah Cluster perumahan baru lengkap dengan Pasar Bersih dan Ruko di sampingnya. Setiap kali lewat situ kami seringkali ngobrol, "wah, enak ya kalau punya rumah di situ. Kakak bisa berangkat jalan kaki, kan deket dan nggak takut kesiangan."
Semua berawal dari mimpi karena mengingat harga property yang semakin membumbung tinggi apalagi di tempat yang strategis. Dan mimpi itu berlanjut suatu pagi. Benar-benar berlanjut karena sang sopir ini pas lewat tempat itu masih bermimpi sampai-sampai gedung sekolah terlewat dan harus muter balik lagi..haha.. Dan mungkin itu yang menguatkan kami untuk berusaha mewujudkan mimpi tadi. 

Mengambil cuti santai suatu hari kami datangi kantor pemasaran dan tanya ini itu. Pas salah satu yang ditawarkan adalah Cluster tersebut. Hitang hitung dan pas ternyata ada rejeki yang bisa dialokasikan ke situ. Meski tidak bisa dapat lokasi dengan nomor 69, sebuah rumah mungil dua lantai dengan nomor 8 di jalan 8 akhirnya kami tag sebagai perwujudan mimpi kami.

D'Cataluna adalah nama Cluster itu. Mengingatkan sebuah sirkuit ajang balapan di Spanyol sana. Cocok dengan cita-cita The Dappo sebagai pembalap. Cepat dan tangkas tanpa ragu memacu diri menuju titik target. Spanyol yang merupakan salah satu negara di Eropa itu ternyata menjadi benang merah mimpi kami selanjutnya. Mimpi ke Spanyol memang belum terlaksana. Tapi kami ternyata berhasil mewujudkan mimpi tadi dengan terbang keliling Eropa...! 6 Negara di Eropa Barat berhasil kami jajah dan duduki secara de facto selama 12 hari!

Berawal dari belanja persiapan mudik ke kampung halaman, berlebaran dengan berbaju baru berkumpul silaturahmi bersama keluarga tercinta. Mimpi yang ditawarkan si embak penjaga kotak undian di mall tersebut membuat kami terbuai dan terpaksa meluangkan waktu untuk menulis data ini itu di kupon undian yang biasanya melayang ke kotak sampah dengan sia-sia, kali ini melayanglah 3 kupon itu masuk ke kotak undian dan akhirnya terbang tinggi menyeberangi samudera keliling benua Eropa. Cerita komplit tentang mimpi liburan ke Eropa ini bisa dibaca tuntas di tulisan sebelumnya di sini Masih Percaya Keajaiban?


Dan cerita jalan-jalan ke Eropa ini jugalah yang menjadikan pijakan awal dari sebuah mimpi kami untuk resolusi 2017. Mimpi untuk mencoba maraknya bisnis online dengan amat sangat terpaksa kami wujudkan. Berbekal beberapa tentengan belanja Emaknya anak-anak di Eropah, akhirnya menjadi produk-produk pertama yang nangkring di etalase toko online kami..tetap pasang nama 69hum haha.. Produk branded mahal untuk ukuran kantong kami yang pastinya hanya akan menjadi mimpi kalau kami tidak pergi liburan ke Eropa. Dengan muka manyun Emaknya anak-anak harus rela sebagian tentengannya di pajang di etalase meski dengan embel-embel, " dimahalin donk harganya biar nggak ada yang beli." Haah...penjual yang aneh..😅 Tapi percayalah, harga yang saya pasang jauh lebih murah daripada ongkos terbang ke Eropa..😅 Lebih murah juga tentunya daripada beli di mall gedhe Ibu Kota, kuncinya ada karena kami kan dapet tax refund..😅 
Saya comot satu foto fenomenal di Eropa sana yang membuktikan bagaimana kualitas produk di sana dan membuat kita pengen memilikinya. 

Lady in Red. Original Product from Europe :)

Satu pesan manyun Emaknya anak-anak juga adalah tidak boleh dibeli oleh orang yang kami kenal, karena kalau ngeliat dipakai orang jadi tambah manyun lagi...😅 Jadi buat teman, saudara, Om dan Tante semua yang kami kenal, silahkan berkunjung ke Tokopedia dan BukaLapak tapi jangan beli ya? 😅 Cukup kasih tahu teman dari teman-teman Anda sekalian.. 


And guess what... Sehari setelah toko online kami resmi mengudara bahkan masih coba edit sana sini, dua orang pembeli sudah order produk kami. Satu sudah berhasil menimang di tangan, satunya tunggu tukang kirim sedang liburan..😅 Belum juga memasuki tahun baru, mimpi kami untuk resolusi tahun 2017 sudah menjadi kenyataan. Alhamdulillah banget ya..😊

Saya yakin ini bukan sebuah kebetulan karena semua pasti atas skenario dari Yang Maha Kuasa. Saya hanya coba merangkai menjadi sebuah jalinan benang merah dari sebuah mimpi yang menjadi nyata. 

Sudahkah Anda bermimpi hari ini?
Lazy people will find a simple way to do a difficult job..
Think Crazy...
Be Lazy..
Don't rich people difficult :)

Salam Sandal Jepit,
HUM

Tuesday, November 22, 2016

Masih Percaya Keajaiban?

BY HUM IN , , , 4 comments

MASIH PERCAYA KEAJAIBAN?



Beberapa waktu yang lalu saat lagi istirahat kurang enak badan, berkali-kali muncul panggilan dari nomer tidak dikenal. Karena lagi pengen istirahat, telpon saya cuekin. Sore lihat henpon ternyata terlihat lebih dari 6 atau bahkan 9 kali panggilan tak terjawab dari nomer tersebut. Rupanya tidak kenal putus asa tu si penelpon gelap. Dan ternyata ada juga SMS dari nomer tidak dikenal juga. Isinya seperti ini, "Selamat siang pak Hardono. Saya XXX dari agency Mata**** Dept. Store. Bapak memenangkan tiket tour ke eropa untuk 2 orang.  Info dapat dilihat di www.mata****.co.id."
Langsung tutup henpon dan lanjut molor lagi..😅 Meski ada nomer asing misscall berkali-kali dan ada SMS tadi, saya tidak berpikir bahwa itu dua hal yang berhubungan, saking seringnya dapat SMS Mama minta pulsa...😅

Besoknya saat meeting kerjaan, nyambi sambil buka-buka henpon. Lebih tepatnya mainan henpon nyambi meeting 😬. Ingat deh SMS yang kemarin. Sedikit mencermati pesan yang muncul dan agak deg juga ngeliat alamat website co.id. SMS penipuan biasa pakai website abal-abal kan? Akhirnya iseng coba masuk ke website tersebut yang memang merupakan website resmi Mata**** Dept. Store dan...jeng jeng....terpampang sebuah sebuah banner di slider halaman depan "PENGUMUMAN PEMENANG" dan...jeng jeng...tertera di sana nama saya tercantum sebagai salah satu dari 3 orang pemenang hadiah utama, Tour de Europe...WoW....!!

Akhirnya coba krosscheck ke beberapa media resmi termasuk account resminya di Facebook, dan konfirm postip bukan mimpi...😅. Masih di tengah meeting tiba-tiba ada panggilan dari nomer yang tidak di kenal kemarin. Saat saya angkat henpon, terdengar suara lega di seberang sana, "wah, Bapak saya hubungi susah banget." Kata lanjutan yang meluncur dr mulutnya setelah kata Hallo. Meski masih dalam suasana surprise bangun dari mimpi, saya tetap bersikap cool dan ngobrol biasa. Minta formal letternya dikirim juga email.

Singkat cerita akhirnya memang terbukti saya memenangkan hadiah pertama tersebut, jalan-jalan buat dua orang. Jadi ini adalah program undian Mata**** Dept. Store dengan Mas*** Card. Memang benar-benar sebuah iseng-iseng berhadiah, belanja 500 rb dapat satu kupon undian.

Ceritanya pas menjelang lebaran kemarin kami belanja tu biar bisa pakai baju baru saat lebaran nanti, sekaligus buat oleh-oleh di rumah. Entah memang lucky atau alam bawah sadar, tidak biasanya struk pembelian saya photo dan sampai sekarang masih tersimpan di henpon 😅. Memang kalau rejeki itu tak kan lari kemana ya.? Rejeki anak sholeh...😇

Lanjut akhirnya kami urus dokumen buat imigrasi. Passport beres lanjut permohonan visa. Meski diurus oleh agensi, sempat ketar-ketir juga saat membaca note bahwa permohonan Visa belum tentu langsung disetujui, tergantung keputusan dari kedutaan. Waduhh... Apalagi setelah coba browsing baca testimoni pembuat Visa Schengen. Ada embel-embel saldo rekening minimal dan bahkan ada yang minta suntikan dana dulu sekian M dari orang tuanya biar lolos jalan Europe. Ya...kalau cuman satu atau dua M mah ada lah saya...seember isi koin semua...😅. Akhirnya tetap nekat print out rekening koran dari tabungan yang segitu-gitunya tu...dan nyatanya permohonan Visa disetujui.. Alhamdulillah...😇

Saat ngobrol dengan sesama pemenang, sekali lagi mulut melongo... WoW...saat tahu bahwa beliaunya masukin ya...seratusan kupon lah...hitung sendiri kalikan maratus rebu berapa kira-kira belanjanya...😅. Dan coba tebak berapa kupon yang saya masukkan ke kotak undian? 69.? Kali ini angka keberuntungan saya ternyata bukan itu 😬. Saya hanya cukup memasukkan 3 lembar kupon undian dan bernasib sama dengan yang seratusan kupon tadi lho...WoW..!! Sungguh sebuah keajaiban, bukan? Alhamdulillah banget ya?😊

Dan hari ini kami berkumpul bersama di Bandara Soetta untuk berangkat Tour de Europe selama 12 hari...gratisss...tisss...dikasih uang saku lagi, meski harus ludes duluan buat belanja perlengkapan musim dingin...😓. Tapi gak papa, kapan lagi bisa berkesempatan mainan salju tanpa perlu naik ke Puncak Jaya Wijaya...😄. Jangan pada nanya oleh-oleh, karena buat makan di sana aja kami musti bawa sempoa buat itung-itungan...😅

Semoga perjalanan kali ini membawa berkah dari sebuah keajaiban karena benar apa kata orang bahwa kita hidup pun adalah sebuah keajaiban.
Europe...ayem kaming....!!


Salam,
HUM