Sunday, June 23, 2013

Keputusan Tepat Menaikkan Harga BBM

BY HUM IN No comments

Akhirnya BBM naik juga..

Setelah melewati berbagai macam pembahasan yang diwarnai rentetan unjuk rasa mahasiswa maupun buruh dan juga tidak ketinggalan pemasangan poster menolak kenaikan BBM dari partai politik, harga BBM tetap diputuskan naik.

Antri BBM (source : tempo.co)

Kenaikan BBM ini tentu saja berdampak cukup luas terhadap roda perekonomian di tanah air, belum lagi jika di bawa-bawa ke ranah politik. Tapi jika melihat bahwa mau tidak mau pemerintah tetap menaikkan harga BBM, menurut penilaian saya ini adalah pengambilan keputusan yang tepat di waktu sekarang.

Kenapa saya bilang keputusan yang tepat?
Saya coba ambil pendekatan dari sisi psikologi  ekonomi, istilah saya sendiri sih.. :). Maksudnya kalau dilihat dari sisi ekonomi, imbas kenaikan harga BBM ini pasti sangat mempengaruhi pergerakan harga-harga yang lain terutama sembako. Nah, fenomena secara psikologis atau yang saya istilahkan psikologi ekonomi tadi kira-kira adalah persepsi orang dan reaksinya terhadap perubahan ini.

Kita coba lihat reaksi orang-orang menjelang kenaikan BBM. Antrian panjang orang di SPBU terjadi di mana-mana. Sebagian yang ikut antri adalah para demonstran yang menolak kenaikan BBM, lha kok ikut ngantri juga? :)

Kalau dilihat dari faktor ekonomi coba kita hitung, efek kenaikan adalah 2.000 rupiah. Motor isi penuh sekitar 4 liter, untuk motor besar sekitar 10 liter. Jadi efek ekonomisnya hanya sebesar 8.000 - 20.000 rupiah saja, hanya senilai sebungkus dua bungkus rokok, tidak senilai dengan usaha untuk antri panjang. Nah, inilah yang saya sebut tadi faktor psikologi ekonomi. Beda dengan para penimbun yang murni memanfaatkan faktor ekonomi.

Jadi apa hubungan efek psikologis ini dengan judul di atas?
Coba kita lihat benang merahnya. Kita tinggal menghitung hari untuk memasuki bulan Ramadhan dan disusul dengan Hari Raya Idul Fitri. Seperti sudah menjadi tren musiman bahwa menjelang lebaran harga kebutuhan bahan pokok akan cenderung naik dan orang-orang pun akan mempersiapkan diri. Secara psikologis, kenaikan harga sembako pada menjelang lebaran sudah dianggap hal wajar dan sisi konsumtif dari manusia akan mengabaikan hal itu. Pulang mudik setahun sekali dengan biaya tambahan karena tuslah tidak menjadi masalah buat mudikers.

Nah, sekali lagi saya katakan bahwa keputusan menaikkan harga BBM saat ini diambil pada waktu yang tepat. Dengan menaikkan harga BBM di saat memang “wajar” harga-harga kebutuhan pokok naik akan mengkamuflase dampak kenaikannya secara psikologi ekonomi tadi. Coba kita bandingkan jika BBM naik setelah lebaran nanti, efek secara psikologis akan terjadi dua kali lipat kenaikan secara berantai, di saat budget cadangan untuk hari raya sudah habis.

Efek lain kenaikan menjelang lebaran mungkin akan berimbas positif terhadap berkurangnya pemudik yang menggunakan sepeda motor yang kalau kita lihat catatan laka lantas saat mudik tahunan paling banyak terjadi korban pengendara sepeda motor. Mungkin orang akan coba transportasi lain seperti kereta atau bus yang memang tarifnya lebih tinggi karena tuslah meskipun BBM tidak naik.

Sebenarnya ada satu lagi efek yang berefek ke saya pribadi. Setelah diumumkan semalam bahwa BBM naik, pagi-pagi saya keluarkan sepeda. Ternyata ban kempes…

Yah…jadi ingat kalau sudah 3 mingguan tidak pernah menyentuh si B!anchi beureum. Jadi memang tepat keputusan menaikkan harga BBM saat ini, biar saya bisa kembali bersemangat muter bareng bini kedua yang ndak perlu minum BBM ^_^

Salam,
HUM

Wednesday, June 19, 2013

Prestasi SBY di Balik Kenaikan Harga BBM

BY HUM IN No comments

Issue kenaikan harga BBM sepertinya akan segera menjadi kenyataan. Sidang paripurna DPR sudah ketok palu berdasarkan voting menyetujui rencana kenaikan BBM dan tinggal menunggu waktu saja.

BBM dan SBY (source: wartanews.com)

Berbagai kecaman, protes, demonstrasi maupun hujatan tak bisa dihindarkan atas rencana kenaikan BBM ini dan sudah pasti sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi, SBY menerima semua bentuk ketidakpuasan tersebut. Beberapa ahli mengeluarkan pernyataan bahwa rencana kenaikan BBM merupakan pembohongan publik dengan mengeluarkan dasar perhitungan harga minyak dunia dan kalkulasi subsidi untuk rakyat. Ahli yang lain berpendapat sebaliknya bahwa kenaikan harga BBM adalah wajar mengingat pemerintah terlalu besar beban untuk menanggung subsidi BBM sedang harga di pasar dunia jauh lebih tinggi.

Belum lagi masalah kenaikan harga BBM ini dikaitkan dengan politik dan berbagai kepentingan kelompok tertentu. Masing-masing mengatasnamakan suara untuk rakyat. BBM naik rakyat akan sengsara, mari demo untuk rakyat. Sisi lain berkata untuk penyelamatan bangsa, kenaikan harga BBM tidak bisa dihindari, Balsem solusi untuk subsidi rakyat kurang mampu. Semua mengatasnamakan rakyat.

Saya kebetulan bukan ahli politik sehingga sedikit sulit untuk mencerna bahasa politik. Saya bukan pula ahli ekonomi yang bisa membuat kalkulasi efek kenaikan harga minyak dunia, besaran subsidi yang layak atau perumusan anggaran negara. Jadi saya coba ambil sudut pandang sederhana dari catatan sejarah harga BBM. Hasilnya, ternyata SBY paling berprestasi soal harga BBM…!!

Sebelum dicaci maki tidak pro rakyat karena dianggap mendukung kenaikan BBM, coba kita analisa bersama data berikut ini.

Berikut ini adalah perubahan harga BBM bersubsidi, yang dalam hal ini Premium per liter, sejak era Soeharto hingga SBY:

Soeharto
1991: Rp 150 naik jadi Rp 550
1993: Rp 550 naik jadi Rp 700
1998: Rp 700 naik jadi Rp 1.200

BJ Habibie
1998: Rp 1.200 turun ke Rp 1.000

Abdurrahman Wahid
1999: Rp 1.000 turun jadi Rp 600
2000: Rp 600 naik ke Rp 1.150
2001: Rp 1.150 naik ke Rp 1.450

Megawati Soekarnoputri
2002: Rp 1.450 naik jadi Rp 1.550
2003: Rp 1.500 naik jadi Rp 1.810

SBY
2005: Rp 1.810 naik jadi Rp 2.400
2005: Rp 2.400 naik jadi Rp 4.500
2008: Rp 4.500 naik jadi Rp 6.000
2008: Rp 6.000 turun ke Rp 5.500
2008: Rp 5.500 turun ke Rp 5.000
2009: Rp 5.000 turun ke Rp 4.500


Ada beberapa catatan dari data di atas :
SBY adalah presiden yang paling banyak menurunkan harga BBM. Tercatat 3 kali harga BBM turun. Habibie tercatat satu kali menurunkan harga BBM tanpa menaikkan. Soeharto 3 kali menaikkan harga BBM tanpa berhasil menurunkan disusul kemudian oleh Megawati.

Coba kita beri bobot untuk masing-masing kriteria naik dan turun, misalnya seperti pembobotan ujian masuk perguruan tinggi (benar : point +4, salah : point -1). Untuk kriteria BBM ini kita turunkan sedikit pointnya (turun : point +2, naik : point : -1), maka SBY dapat point sbb :
- naik : 3 kali –» point -3
- turun : 3 kali –» point +6
Jadi total skor SBY : +3 point. Dengan rencana kenaikan nanti point berkurang -1 menjadi +2.

Presiden dengan point terendah ternyata adalah Soeharto dengan catatan menaikkan harga BBM 3 kali –» skor : -3 point.

Kalau kita lihat tingginya persentase kenaikan, data menunjukkan di era Soeharto terjadi kenaikan paling tinggi yaitu sebesar 366% (150 –» 550), sedangkan SBY paling tinggi menaikkan harga BBM sebesar 187% (2.400 –» 4.500).

Selama menjabat sebagai Presiden, Soeharto menaikkan harga BBM dari rentang terendah sampai tertinggi mencapai 800% (150 –» 1.200), sedangkan SBY hanya sekitar 331% (1.810 –» 6.000).

Jika kita lihat rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan menjadi sebesar 6.000, hal ini sebenarnya bukan terjadi kenaikan harga tapi mengembalikan sama dengan harga BBM pada periode tahun 2008 sesperti data di atas.

Berdasar data dan analisa di atas, kita bisa tarik kesimpulan bahwa SBY adalah Presiden paling berprestasi untuk urusan BBM, disusul Habibie yang tanpa catatan menaikkan harga BBM. Sedangkan Soeharto menempati urutan terbawah dengan prestasi selalu menaikkan harga BBM tanpa pernah turun dan rentang kenaikan yang paling besar.

Analisa di atas murni dari data statistik yang ada. Kalau kita lihat dari frekuensi naik turun harga, SBY ternyata paling sering melakukan perubahan harga baik naik maupun turun. Tercatat 6 kali melakukan perubahan harga dan akan menjadi 7 kali jika terealisasi rencana naik tahun ini.

Kalau sedikit dibawa ke ranah politik dan ekonomi di tanah air, sebenarnya efek yang besar bukan di kenaikan harga BBM-nya, tapi imbas dari kenaikan atau pun penurunan. Rentetan efek berantai kenaikan sembako dan kawan-kawan bahkan sudah terjadi saat issue muncul dan belum realisasi. BBM turun ternyata harga kebutuhan pokok kekeuh di posisinya. 

Ketidakpastian keputusan yang berlarut memeunculkan berbagai efek spekulatif berbagai kelompok dan oknum.

Jadi kalau kita bawa ke suara hati rakyat, semakin sering menaikkan atau menurunkan harga BBM artinya mempermainkan hati rakyat..!!

Salam,
HUM

Monday, June 17, 2013

PRJ Monas: Satu Lagi Program Instan Jokowi?

BY HUM IN No comments


PRJ Monas (source : indonesiarayanews.com)

Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) resmi ditutup hari ini meski batal dihadiri Ahok sang DKI-2. Karena bertepatan dengan digelarnya agenda tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran, pagelaran ini lebih ngetrend dengan sebutan PRJ Monas. Apakah perhelatan ini merupakan pagelaran tandingan?

Meski sempat terjadi sedikit polemik tentang penyelenggaraan acara ini yang disebut sebagai acara tandingan PRJ Kemayoran, saya setuju dengan klarifikasi Jokowi bahwa ini bukan acara tandingan, lha wong dua-duanya milik kita kok. Meski demikian, insiden “Kerak Telor” memperlihatkan perbedaan misi visi dari penyelenggaraan dua acara ini.

Acara PRJ Monas ini begitu antusias disambut oleh warga Jakarta, terbukti dengan membludaknya pengunjung yang menyebabkan kemacetan yang mestinya sudah “biasa” di Ibukota ini. Saya sebagai warga pinggiran Ibukota kebetulan tidak menyaksikan secara langsung acara PRJ Monas ini, dan selama 10 tahun lebih tinggal di sini, baru 1 kali datang ke perhelatan PRJ Kemayoran :D dan satu kesan tercatat di kepala, “kapok..macet..”.

Sebagai warga biasa yang terus terang awam masalah politik, saya sedikit memperhatikan sepak terjang Jokowi. Kalau dilihat dari kacamata saya yang minus politik ini, ada sedikit fenomena yang bertolak belakang dengan gaya Jokowi saat menjabat Walikota Solo sebelumnya. Satu catatan yang ada di kepala saya saat wawancara Jokowi di sebuah stasiun TV saat cerita tentang relokasi PKL di Solo. Ternyata proses relokasi tidak mudah dan cepat. Butuh waktu berbulan-bulan dan mediasi dengan para PKL berkali-kali, dengan hasil relokasi berjalan lancar. Kesabaran Jokowi untuk “program” di Solo itu berbeda sekali dengan “program” di DKI yang “terlihat” serba instan, salah satunya PRJ Monas.

Salah yang lain menurut catatan awam saya, ada program kartu sehat untuk warga miskin yang menuai banyak kontroversi mengenai kesiapan infrastruktur dan dukungan dari pelayanan kesehatan. Kemudian ada lagi program plat nomor ganjil-genap yang ditunda pelaksanaannya, lagi-lagi masalah kesiapan sarana pendukungnya. Salah satu catatan dari pelaksanaan PRJ Monas ini juga mengenai kesiapan pendukungnya. Komentar mengenai tata kota sampai kesiapan lokasi yang semrawut dan kemacetan di seputaran Monas menjadi catatan penyelenggaraan agenda ini.

Politik pencitraan terpaksa saya sebut di sini meski terkesan basi. Saya sangat setuju dengan insight positif dari semua program instan Jokowi di atas yaitu untuk rakyat. Dan tentunya sangat tepat sekali mengusung citra “untuk rakyat” ini dalam politik di tanah air saat ini, suara rakyat sangat menentukan.

Saya tidak begitu kenal dengan sepak terjang FX. Hadi Rudyatmo, pendamping Jokowi saat jadi Walikota Solo. Tapi sepertinya pilihan Ahok sebagai pendamping Jokowi sebagai DKI-2 merupakan pilihan tepat untuk suksesnya program instan di Ibukota. Gaya “radikal” Ahok sangat pas untuk gebrakan-gebrakan cepat, cocok untuk warga Ibukota yang tiap hari disuguhi dengan tuntutan untuk “cepat” ditengah kemacetan.

Tuntutan kecepatan ini tentunya juga linier terhadap waktu. Bukan tidak mungkin Jokowi merubah gaya “sabar” menjadi “instan” karena tuntutan agenda yang lebih besar dan terbatasnya waktu. Media sebagai pencatat, perekam jejak dan penyebar informasi dan citra merupakan alat yang sangat efektif untuk akselerasi yang serba instan tadi.
Mie instan memang nikmat dan efektif untuk mengenyangkan perut, tapi kata ahli kesehatan kurang baik mengkonsumsinya secara berlebihan. Lebih enak makanan olahan dari alam, hasil budidaya para petani kita yang alami dan menyehatkan.

Mudah-mudahan yang diolah Jokowi-Ahok bukan hasil produksi pabrik politik dengan bumbu kimiawi yang menguasai tapi merupakan makanan rakyat seutuhnya yang diolah dengan takaran yang tepat dan cepat saji yang mengenyangkan serta menyehatkan bangsa ini.

Masalah kemacetan dan banjir merupakan makanan alami penduduk Ibukota yang mudah-mudahan bisa di atasi dengan cara penyajian instan duo master chef kita ini. Kita tunggu gebrakan instan berikutnya… :)

Salam,
HUM

Tuesday, June 4, 2013

Hemat BBM? Tidak Perlu Itu!

BY HUM IN , No comments


Energi Alternatif (Doc: Bike to Work Magelang)

Issue kenaikan BBM yang masih tarik ulur merupakan fenomena menarik dan sedikit lucu apabila kita cermati. Bagaimana tidak? BBM sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat umum dan yang menariknya adalah baru sekedar issue saja sudah membuat efek berantai di sekelilingnya. Belum-belum harga sembako sudah siap-siap ikut naik, belum lagi ulah para sepekulan yang dengan oportunisnya menimbun BBM sebelum harga naik.

Lebih menarik lagi ternyata issue ini sangat renyah untuk dibawa ke kancah politik. Wacana bantuan uang tunai sebagai kompensasi kenaikan harga BBM disinyalir digunakan sebagai sarana politis kelompok tertentu yang bisa jadi sarana politis kelompok lain juga untuk menjatuhkan. Sedemikian menariknya BBM ini sehingga kita (pemerintah kita tepatnya) disibukkan untuk mengkaji ulang ‘harga yang pantas’ untuk BBM dengan mempertimbangkan faktor keekonomian dan kemaslahatan rakyat banyak, atau boleh diartikan harga subsidi yang tidak memberatkan rakyat.

Tambah menariknya lagi, setiap saat bahkan bukan hanya ketika muncul wacana kenaikan harga BBM, himbauan agar lebih hemat BBM digaungkan di sana-sini. Nah ini sebenarnya yang lucu. Kenapa harus hemat BBM? saya tegaskan lagi sesuai judul di atas.. Tidak Perlu..!!

Lebih hemat BBM artinya kita harus mengkonsumsi BBM lebih sedikit dari sebelumnya. Secara logika hal ini sungguh tidak masuk akal. Semakin hari semakin bertambah jumlah penduduk, artinya pemakai BBM akan bertambah. Konsumsi terbesar BBM adalah untuk moda transportasi, perhatikan kemacetan yang semakin hari semakin parah. Artinya untuk menempuh jarak yang sama diperlukan waktu lebih lama dan artinya lagi akan lebih banyak BBM yang dikonsumsi. Himbauan untuk berhemat BBM merupakan tuntutan sepihak yang merugikan warga negara sebagai konsumen.

Kalau kita coba kembali ke ingatan di bangku sekolah, mungkin masih sedikit teringat bagaimana dan dari mana asal muasal minyak atau BBM dihasilkan. Ya..berasal dari tumbuhan dan hewan serta fosil nenek moyang kita berjuta tahun yang lalu. Apakah nenek moyang kita pada jaman dahulu kala pernah berpikir atau sekedar membayangkan bahwa tulang belulang mereka itu lah yang nantinya akan jadi komoditi berharga bernama BBM? Jadi mestinya sama dengan kita sekarang, tidak perlu berpikir hemat BBM untuk masa depan anak cucu kita nantinya.

Akan sangat lucu dan konyol sepertinya kalau kita sekarang berpikir bahwa dengan hemat BBM kita berharap bisa menyisakannya untuk anak cucu kita nanti. Mari kita kembali lagi ingatan ke buku pelajaran tentang hukum kekekalan energi. Masih ingat? Yup..hukum kekalan energi menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, energi hanya dapat dirubah dari satu bentuk ke bentuk energi yang lainnya. Jadi cukup jelas bukan? Berapa pun banyak kita konsumsi BBM, energinya tidak akan pernah habis, hanya berubah ke bentuk yang lain. Jadi sekali lagi..hemat BBM itu tidak perlu..!!
Benar-benar menarik dan lucu bukan? :)

Biar tidak tambah lucu lagi saya coba sampaikan ide lugu saya. Akan sangat senang saya sebagai masyarakat awam ini apabila bukan disuguhi wacana tarik ulur kenaikan harga BBM yang dibawa-bawa ke ranah politik kemudian dibumbui paksaan untuk hemat BBM, benar-benar pembodohan dan pembatasan hak kita sebagai rakyat. Betapa gembiranya saya apabila yang muncul adalah wacana mengenai energi alternatif, ide-ide brilian tentang energi yang terbarukan. Berikanlah pilihan kepada kita sebagai warga negara untuk memilih energi yang kita butuhkan untuk kelangsungan hidup..bukan membatasinya. Apa kabarnya mobil listrik? Sampai mana kelangsungan cerita konversi minyak tanah ke gas? Bagaiman kisah pembangkit listrik tenaga surya, tenaga ombak di lautan kita yang maha luas? Cukup banyak sumber energi alternatif yang belum kita kaji dengan seksama.

Coba kita berandai-andai sekian juta tahun yang akan datang, kalau hanya berpikir tentang BBM mungkin akan ada ide pembunuhan massal dan percepatan pembusukan tubuh kita menjadi fosil yang kemudian menghasilkan minyak untuk kebutuhan energi anak cucu kita, mengerikan sekali kan? :)

Jadi memang sebaiknya kita tidak perlu berpikir kelak anak cucu kita mau seperti apa. Cukup kita berpikir saat ini untuk sedikit kreatif, ingat energi itu tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan…ubahlah dia dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Berangkat kerja tidak perlu mampir SPBU untuk beli BBM, cukup mampir warteg sebelah untuk diubah menjadi energi gowes pedal di kaki….wussss…wusshh… ^_^

Salam,
HUM

Sunday, May 19, 2013

Gowes for Charity

BY HUM IN , No comments



Sabtu pagi yang cerah seiring sejuknya tetes embun di daun menyambut datangnya mentari, terlihat suasana ceria menghiasi sekelompok anak yang sedang berolahraga pagi di lapangan. Dengan pakaian yang tidak bisa dibilang seragam, anak-anak tetap ceria mengikuti gerakan seorang Ibu yang ada di barisan depan.

Pagi yang Cerah (Doc : CBC)



Ya..pagi itu sengaja kita gowes bareng team CBC (Cikarang Baru Cycling) yang biasanya dilakukan di Minggu pagi. Gowes Sabtu pagi ini memang kita rencanakan dalam rangka mengunjungi sebuah SD di seberang kolong tol Jakarta-Cikampek Km 40, di pinggiran sungai Cibeet, perbatasan Karawang - Bekasi. Gowes kali ini memang lanjutan dari aktivitas sebelumnya pada saat musim banjir melanda Jabodetabek (baca : Menyusuri Jejak Korban Banjir).

1368899638234808825
Kondisi Saat Banjir (Doc : CBC)


Daerah ini yang merupakan bantaran sungai dan secara posisi berada 6-5 meter di bawah jalan tol. Pada masa banjir melanda sebelumnya, wilayah ini terendam air dengan ketinggian di atas 2 meter. Selain rumah penduduk, SD dimana anak-anak ceria tadi merupakan salah satu korban dari bencana yang hampir menenggelamkan seluruh ruangan kelas. 

Pada aktivitas sebelumnya, team CBC terjun langsung ke lokasi banjir dan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada para korban bencana. Lanjutan dari aktivitas tersebut, salah satu bentuk kepedulian kami adalah dengan menggalang bantuan baik dari dalam member maupun dari luar. Anggota CBC sebagian besar merupakan karyawan di berbagai perusahaan di kawasan industri sekitar Bekasi. Proposal pun kita buat dan kita bawa ke tempat kerja masing-masing dan Alhamdulillah membuahkan hasil. Team CSR dari sebuah perusahaan otomotif menyambut baik dan sudah terlaksana aktivitas perbaikan jembatan bambu yang sebelumnya sempat membuat desa terputus jalur tranpostasinya. Perbaikan dilakukan oleh warga secara gotong royong.

1368899762501547535
Bantuan CSR Jembatan Bambu (Doc : CBC)


Target selanjutnya kita arahkan ke sebuah sekolah dasar, SDN Pasirranji 03. Banjir yang melanda mengakibatkan kondisi yang cukup parah. Buku-buku pelajaran anak nyaris tidak ada yang terselamatkan. Lantai yang memang sebelumnya sudah bolong sana-sini bertambah hancur digerus derasnya air. Rencana untuk memberikan bantuan kepada SD ini memang menjadi prioritas ketiga, mengingat statusnya sebagai SD Negeri yang mestinya akan mendapatkan bantuan langsung dari dinas pendidikan. Tapi ternyata dari hasil obrolan dengan sang kepala sekolah, 3 bulan lebih bantuan belum ada juga. Sedikit putus asa terlihat dari sang kepala sekolah untuk berharap lebih dari dinas pendidikan yang mungkin melihat ada sekolah lain yang lebih membutuhkan atau ada lain hal...entahlah.

13688998571849526914
SDN Pasirranji 03 (Doc : CBC)


Akhirnya alternatif lain dari hasil diskusi kita coba dibahas. Pengajuan proposal bantuan ke beberapa instansi di luar pendidikan malah membuahkan hasil juga. Mengingat posisi geografis sekolah berada di pinggir jalan tol, Jasa Marga terketuk pintunya dengan memberikan bantuan berupa keramik lantai. Disusul oleh perusahaan penjuan BBM dari negara tetangga ikut memberikan bantuan keramik lantai juga. Aktivitas pemasangan dilakukan secara gotong royong dari warga selaku orang tua dari segelintir murid yang berharap sekolahnya menjadi tempat yang nyaman untuk mencerdaskan anak-anak mereka. Meski dengan warna keramik yang belang beraneka macam, lantai yang cukup mulus membuat wajah-wajah kecil lebih ceria mengikuti pelajaran bersama.

1368899917193853574
Sebagian Buku yang Selamat (Doc : CBC)


Dari hasil observasi team CBC, masih ada lagi yang perlu untuk dibenahi secara bertahap. Yang menjadi sasaran kita berikutnya adalah atap yang pada bocor dan plafon yang bolong sana-sini. Dinding yang sudah tidak berwarna, belang sana-sini juga menjadi target berikutnya. Pada saat menyambut UAN kemarin, pihak sekolah sudah mengalokasikan dana iuran guru untuk sedikit memoles dinding beberapa  ruang kelas, meski terlihat warna tidak rata dan semakin memudar tanda campuran air lebih banyak dan tidak bisa tertutup seluruhnya karena keterbatasan dana yang ada. "Minimal anak-anak lebih segar dan ceria menghadapi ujian", Pak Kepala Sekolah berkomentar sambil sedikit menghela napas menyaksikan anak didiknya yang harus tetap semangat dalam menuntut ilmu.

1368900013404113847
Plafon Jebol (Doc : CBC)


Akhirnya dari hasil diskusi cepat pagi itu, kita langsung susun strategi dan keputusan cepat. Uang kas sisa saweran buat kuliner setiap gowes mingguan kita liat lagi. Selanjutnya kita berpamitan dengan Pak Zarkasi selaku Kepala Sekolah dan langsung meluncur ke toko bangunan terdekat. Dengan gaya ahli bangunan rame-rame kita list kebutuhan untuk perbaikan dari hasil survey tadi. Bahan dan perlatan perbaikan plafon dan cat dinding akhirnya dipesan dan minta dikirim ke alamat sekolah. Semoga membawa berkah buat masa depan anak-anak cerdas penerus bangsa. 

1368900101100213622
Di Toko Bangunan (Doc : CBC)


Bantuan yang kami mungkin tidak seberapa dan masih banyak kurang sana sini. Jika ada yang tergerak untuk ikut berpartisipasi, silahkan hubungi kami. Lebih seru lagi kalau ikut gabung gowes bersama kami..gowes bareng bukan hanya buat diri kita, ternyata bisa memberi manfaat buat sesama.

Finally..gowes sabtu pagi jarak dekat yang cukup singkat ini seperti biasa kurang afdol tanpa wisata kuliner. Soto pasar modern KDM menjadi tujuan pit stop kami...dan saia dapat giliran mentraktir sosok-sosok kelaparan pagi itu...duhh... ^_^
1368900385982387621
Makan-makan...^_^ (Doc : CBC)

Salam,
HUM




Sunday, April 7, 2013

Banjir Melanda Kota Jababeka

BY HUM IN , No comments


Sabtu sore,06 April 2013 sekitar jam 16:00, hujan yang mengguyur daerah Cikarang Baru membatalkan niat saya untuk gowes setelah pagi hari tadi batal gowes karena kesiangan. Hujan turun cukup deras memunculkan titik-titik air menetes alias bocor di sana-sini. Akhirnya saya putuskan sore itu keluar rumah mampir supermarket bangunan buat beraksi besok pagi sekalian makan malam bareng keluarga.
13652736351986083723
Tikum Gowes CBC Tergenang Banjir (Doc: CBC)
Habis maghrib kita keluar rumah, hujan belum juga reda meskipun sudah tidak sederas sebelumnya. Sampai ke supermarket bangunan, ambil pernak-pernik penambal bocor sekaligus peralatannya. Lanjut putar setir ke tempat makan di sekitar perumahan. Beberapa ratus meter menjelang tempat makan, terlihat sedikit kemacetan di depan, bahkan terlihat beberapa kendaraan bermotor balik arah melawan arus. Demi menghindari kemacetan di depan yang entah apa penyebabnya, banting setir ikut melawan arus sedikit sekitar 20 meter menuju tempat makan.

Sambil santai menunggu menu tersaji ditemani hujan yang sudah mulai mereda, ambil gadget di tangan melihat update informasi email dan group chat. Bermula dari email seorang warga yang ikut milist Cikarang Baru menanyakan informasi yang dia terima bahwa sungai Cilemahabang yang membelah perumahan Kota Jababeka meluap, sedangkan beliaunya sedang berada di Jakarta. Belum ada tanggapan atas posting ini kemudian saya beralih ke group chat warga milist dan teman-teman goweser CBC yang ternyata sudah cukup ramai dan update berita terbaru dengan lebih cepat.
13652737801363056279
Banjir Ciakarang Baru (Doc: CBC)
Sahut menyahut informasi di sekitar lokasi masing-masing dilengkapi dengan foto-foto eksklusive kondisinya. Ternyata kemacetan di jalan tadi yang membuat sebagian kendaraan bermotor balik arah adalah salah satu efek dari meluapnya sungai Cilemahabang yang ternyata sudah membuat sebagian jalan utama Cikarang baru terendam air yang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Informasi yang cepat ini juga direspon oleh masing-masing orang untuk cross check anggota keluarga maupun saudaranya di tempat masing-masing. Informasi arus lalu lintas yang masih bisa dilewati dan jalur alternatif untuk mencapai lokasi, mengingat sebagian warga sedang bepergian keluar sehingga malah kesulitan untuk kembali ke rumahnya, ditambah lagi belum tahu apakah kondisi rumah ikut terkena imbas banjir atau tidak.

Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan dilalui dengan kendaraan bermotor, sepeda merupakan sarana yang tepat untuk berkeliling melihat kondisi yang ada di setiap sudut perumahan. Salah seorang dedengkot CBC dengan code name “Om Gazelle” dan Ketum CBC “Om A-Riv” akhirnya dengan sigap ganti kostum turun ke jalan untuk NR di tengah hujan gerimis. Foto-foto dan reportase melengkapi informasi update kondisi banjir yang melanda. Ketinggian air bervariasi dari setinggi betis sampai pinggang dan dada, demikian live report yang cukup membuat kita mengernyitkan dahi menaksir ketinggiannya kira-kira berapa meter.
1365273882413523386
Kendaraan Bermotor Mogok (Doc: CBC)
Tidak ketinggalan reportase dari goweser klimis karena tunggangannya lebih cocok untuk on road, Kang Acoe menyusuri daerah kampung sekitar perumahan yang ternyata kondisinya lebih parah lagi. Air masuk ke rumah sebagian besar warga yang memang berdekatan dengan bantaran sungai memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi di ruko-ruko dan mushola perumahan.
1365274123628076327
Mengungsi di Ruko (Doc: CBC)
Bahan bantuan dan tim evakuasi juga langsung sigap dan cepat memberikan bantuan ke tempat pengungsian. Informasi yang cepat dari masing-masing member untuk siap menampung para pengungsi dan mengevakuasi saudara masing-masing ke rumah mereka yang tidak terkena imbas banjir ini.
13652741881646797242
Para Pengungsi dari Kampung Sekitar (Doc: CBC)
Menjelang jam 20:00 malam hujan sudah reda dan air sudah mulai surut menjelang dini hari. Kejadian banjir di wilayah Cikarang Baru ini memang bukan yang pertama kali. Siklus 5 tahunan banjir Ibukota beberapa waktu lalu juga ikut berdampak ke daerah timur Ibukota ini. Pertumbuhan perumahan dan kawasan industri yang cukup cepat agak membuat khawatir warga apabila tidak diiringi dengan perencanaan sistem drainase yang matang dari pengembang, apalagi perluasan wilayah pasti mengambil fungsi resapan air dan pohon-pohon yang hijau. Pengaturan buka tutup pintu air sungai Cilemahabang juga perlu perhatian dan timing yang tepat sehingga tidak mengakibatkan meluapnya air melewati bantaran sungai masuk ke perumahan warga.
1365274270243728071
Tunggangan Anti Banjir (Doc: CBC)
Cepatnya informasi warga dengan memanfaatkan media memberikan dampak positif untuk mempercepat antisipasi dan penanganan terjadinya bencana dan menambah erat tali silaturahmi antar warga perumahan maupun penduduk kampung sekitar. Mudah-mudahan juga menjadi masukan yang bisa disikapi positif oleh pengembang untuk memberikan tempat yang nyaman dan aman bagi penghuninya.

Satu hal yang menjadi catatan reportase banjir kali ini, ketika mobil dan motor tidak kuasa menerjang banjir, sepeda merupakan senjata ampuh untuk menakhlukkannya ^_^

Salam Gowes,


It's All About Bicycle

Wednesday, January 23, 2013

Menyusuri Jejak Korban Banjir

BY HUM IN , No comments


Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pekan ini membuat lumpuh aktivitas warganya. Sedikit klise memang berbicara mengenai banjir yang melanda Ibu Kota ini yang berulang setiap tahun dan semakin parah pada siklus lima tahunannya. Saya tidak akan membahas masalah banjir dan solusinya karena memang sangat kompleks dan terus terang saya bukan ahli metadata urusan banjir ini :)
13587811971205689293
Gowes menyusuri jejak banjir (Doc : CBC)
Minggu pagi seperti biasa diisi dengan aktivitas bersepeda santai menghirup hawa segar menyusuri perkampungan yang mulai kurang bersahabat dengan udara bersih karena sudah terkepung banyak pabrik di sekelilingnya. Gowes minggu pagi kali ini sedikit lain dari biasanya. Bersama rekan-rekan yang tergabung dalam komunitas sepeda CBC (Cikarang Baru Cycling), agenda pagi kali ini mengambil rute menyusuri tempat korban bencana banjir. Dengan titik kumpul di pertigaan Movieland Cikarang Baru, start jam 6 pagi lebih kita mulai menyusuri rute ke arah saluran irigasi Kalimalang dan menyebrang ke kolong tol Jakarta-Cikampek menuju lokasi banjir di pinggir sungai Ci Beet. Ci Beet adalah anak sungai Ci Tarum yang menjadi batas alami antara Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Ci Beet merupakan salah satu sungai yang memasok air ke saluran irigasi Tarum Barat atau biasa disebut Kalimalang. Daerah yang terkena dampak meluapnya sungai Ci Beet ini hanya berjarak sekitar 15 km dari tempat tinggal kita dan rute “kolong tol” ini merupakan salah satu rute jarak dekat favorit goweser. Di kolong tol ini biasa dijadikan tempat istirahat sejenak sambil makan minum di warung-warung yang berada di situ. Tapi pada pagi ini tidak bisa kita jumpai lagi para penjual yang biasa mangkal di situ, hanya tersisa bekas-bekas warung mereka. Hempasan luapan banjir membuat semua hanya tinggal cerita.
13587817861197499799
Bekas batas ketinggian air (Doc : CBC)
Banjir yang melanda daerah ini pada hari Jum’at sebelumnya mencapai ketinggian  lebih dari 2 meter yang membuat warga harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Pilihan tempat pengungsian mereka adalah tepat di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40. Tenda-tenda darurat didirikan warga dibantu aparat di rerumputan sepanjang jalan tol. Kami menyusuri jalanan yang penuh lumpur sisa banjir untuk mencapai lokasi posko pengungsian. Air yang sudah surut membuat warga sudah bisa mulai membersihkan rumah dan perabotan dari sisa-sisa banjir. Kalau biasanya teman-teman CBC sengaja cari jalan off road yang sedikit menantang dari yang masih gowesable sampai dengan yang bikin gowes sebel :D, kali ini tidak perlu nyari rute off road karena di sepanjang jalan di tengah perkampungan penuh dengan lumpur sisa banjir. Agenda ‘blusukan’ ini sudah kita lakukan jauh hari sebelum JokoWi ‘blusukan’ di pelosok ibu kota :)
13587841721818060712
Puing-puing reruntuhan tersapu banjir (Doc : CBC)
Sempat ngobrol dengan beberapa warga yang tengah bersih-bersih rumah tentang kondisi terakhir di pengungsian dan kebutuhan bahan bantuan. Kondisinya memang cukup memprihatinkan. Meski terlihat sembako dan bahan makanan lain di tenda pengungsian, tapi mereka lebih membutuhkan makanan siap saji karena cukup kesulitan untuk tempat masak dan mempersiapkan makanan. Belum lagi kondisi pakaian yang basah dan kotor, hujan yang melanda sepanjang hari membuat persediaan pakaian bersih semakin dibutuhkan. Kondisi cuaca yang dingin juga stamina yang terkuras membuat rentan terhadap sakit, terutama balita dan orang lanjut usia.
Di posko pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40 ini ada sekitar 85 kepala keluarga atau sekitar 250 orang yang membutuhkan bantuan. Bantuan tenda dari aparat kepolisian dan air bersih dari PDAM cukup membantu aktivitas para pengungsi ini. Kita sempat ngobrol dengan pak Daman, ketua RT yang sekaligus koordinator di pengungsian tersebut. Dengan berbekal informasi dari pak RT dan melihat langsung kondisi di lokasi, sekitar jam 9 pagi kita kemudian memutuskan untuk balik ke base camp sambil koordinasi dengan rekan-rekan yang tidak ikut gowes pagi itu untuk penggalangan dana dan bantuan bagi korban banjir tadi. Kontak via telepon dan group di jejaring sosial mempercepat koordinasi.
13587844571891294975
Tenda pengungsi
Sekitar 250 nasi bungkus, minuman, obat-obatan dan pakaian pantas pakai sudah siap sekitar jam 11 siang, koordinasi yang cepat dan sigap dari teman-teman CBC. Melihat kondisi lapangan kita rencanakan mengirimkan bantuan dengan mobil via jalan tol. Sengaja duo krucil saya ajak serta bareng mamanya untuk ikutan bareng teman-teman CBC menuju lokasi posko banjir. Ikut bersimpati dan berempati terhadap orang yang sedang mengalami kesusahan bisa mulai kita sampaikan sejak dini pada anak-anak. Sepanjang jalan si Kakak serius mendengarkan cerita saya tentang lokasi pengungsian, bagaimana kondisi anak-anak seusianya yang tetap ceria bermain meski sedang dalam kondis yang kurang bagus. Si Adik yang belum mau sekolah cuma ikut manggut-manggut melihat ekspresi serius si Kakak.
13587837041315145607
Supply bantuan (Doc : CBC)
Jam 12 siang lewat dua mobil yang membawa bantuan tiba di lokasi disambut oleh pak Daman dan warga yang segera ikut membongkar bahan bantuan. Gowes kali ini meski harus balik kucing (rute pulang = berangkat) cukup membawa kesan dan bermakna bagi saya. Bantuan kecil yang kita lakukan hari ini ternyata sangat membantu para pengungsi korban banjir. Semoga semua bisa segera pulih normal seperti sedia kala dan warga bisa kembali beraktivitas lagi. Tidak usah menunggu pemerintah untuk mengatasi bencana ini, cukup dimulai dari masing-masing kita untuk lebih peduli dengan sesama dan lingkungan. Bumi dan lingkungan ini adalah anugrah dari sang Maha Kuasa untuk kita dan anak cucu kita. Tidak perlu menghemat atau membatasi diri untuk memanfaatkan energi yang ada di dalamnya, tapi saatnya kita untuk berpikir mengubah menjadi energi yang terbarukan. Ingat..energi tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, energi hanya bisa dirubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Tidak perlu membakar bensin untuk bepergian dengan kendaraan bermotor, cukup bakar lemak dengan gowes bersama kita dan membantu sesama…setuju..?! :)

Salam Gowes,

It's All About Bicycle