Wednesday, March 21, 2012

Badday Pasti Berlalu

BY 69HUM dot com IN , , No comments

Kali ini lagi pengen gaya sok britis ni pakai bahasanya orang bule gitu..hehehe...
Sodara-sodara sebangsa dan setanah air tentunya tidak asing lagi dengan judul di atas kan..? Aslinya sih mestinya “Badai Pasti Berlalu”. Badai Pasti Berlalu adalah sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film ini adalah film daur ulang dari karya Teguh Karya pada tahun 1977 yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Marga T, Badai Pasti Berlalu.  Ternyata cerita novel jadul amat yah..jaman sapi masih makan rumput..hehehe... Lah emang dari dulu juga sapi makanannya rumput, emang ada makanan laen yang lebih seger dari rumput tetangga..?? upss...

Ehh..jangan salah, jaman sekarang seiring perkembangan teknologi, sapi juga bisa dialihfungsikan untuk membantu daur ulang sampah lho... Liat ni buktinya..sapi-sapi ini demen banget makan plastik campur limbah domestik laennya.

Sapi makan plastik di Cibatu, Lippo Cikarang 
Waduhh...lha kok malah jadi ngomongin hewan kaki empat sih..mending minum larutan penyegar cap kaki gadjah....segerr...hehehe...

Ok deh, balik lagi ke judul di atas. Kenapa mesti pakai gaya britis segala sih..?? Jawabannya sih seperti biasanya..”tentu ada benang merahnya” hehe..

Sebenernya sih emang beneran mau ngomongin tentang badai ni. Akhir-akhir ini cuaca emang kurang bersahabat. Efeknya bikin my body is not delicious, jadi terpaksa absen gowes minggu ini (alesan.com). Angin kenceng diiringi hujan deres jadi rutinitas harian terutama sore atau malam dini hari. Di samping hawa menjadi dingin (pengennya narik selimut mulu..:D), suara angin yang menderu-deru kadang membuat was-was. Apalagi efek yang dihasilkan dari hujan dan angin ribut tersebut, pohon-pohon pada bertumbangan, sangat berbahaya tentunya.

Di negeri tetangga sono dikenal nama badai yang cukup sexy, apa coba..? Tentunya sudah nggak asing lagi kan dengan nama Badai Katrina..? Namanya sih bayangannya kayak nama cewek sexy gitu kan..? Tapi coba lihat efek yang ditimbulkan oleh si sexy ini.

"Badai Katrina atau dikenal juga sebagai Topan Katrina atau Hurikan Katrina adalah sebuah siklon tropis besar yang melanda wilayah tenggara Amerika Serikat pada 24–31 Agustus 2005 dan menyebabkan kerusakan yang besar. Lebih dari 200.000 km² (seukuran Britania Raya) wilayah tenggara AS terpengaruh badai ini, termasuk Louisiana, Mississippi, Alabama, Florida, dan Georgia.  Kerusakan yang diakibatkannya—hingga kini terhitung dapat mencapai US$200 miliar—diperkirakan menjadikannya badai Atlantik termahal dalam sejarah AS. Hurikan ini menyebabkan mati listrik yang memengaruhi sekitar 1 juta jiwa di Louisiana, Mississippi and Alabama, dan banjir besar di wilayah New Orleans. Hingga 3 September, diperkirakan setidaknya 1289 orang telah meninggal dunia; 1029 orang secara langsung dan 260 lainnya secara tidak langsung. Jumlah ini diyakini akan terus meningkat."  (http://id.wikipedia.org/wiki/Badai_Katrina)

Badai Katrina
Nah..tu kan..sedemikian DAHSYAT-nya efek si sexy ini ya..?? Cuman kalo’ di Bekasi, tetep masih kalah sexy sama NERO tentunya...(lah..kok nyambung ke sono..hihi..)

Yah..mudah-mudahan sih, hujan yang sering disertai angin kencang yang melanda seputaran Cikarang akhir-akhir ini tetep aman terkendali. Bahkan membawa berkah buat kita semua tentunya. Badai Pasti Berlalu. Amin.

So..selesei deh cerita tentang "Badday Pasti Berlalu". Kan sudah ditutup dengan doa...terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya...hahahha..uppss..


Ok deh, lanjut lagi ni critanya. Benang kan belum keliatan ni warna merahnya. Sepertinya si benang pakai double protection, anti bocor dan anti tembus juga pakai wing jadi aman, nyaman deh beraktifitas seharian meski sedang datang harinya..(jauh banget melencengnya yak..hihiihi..)

Sekarang serius ni. Benang merah yang mau ditarik adalah bener mengenai badai. Badai dalam arti harfiah sudah dijabarkan seperti di atas. Nah, kalo’ dalam bahasa lebay-nya apa sih makna “Badai Pasti Berlalu” itu..?
Arti kiasan ini seringkali menggambarkan problema kehidupan yang dihadapi  oleh kita. Lalu..kenapa judulnya mesti jadi sok britis gitu..”Badday Pasti Berlalu”..? Nah..ini juga biar cocok dengan artinya juga..Badday..Bad Day. Menurut terjemahan asal dari mbah Gugel adalah “Hari Buruk”.  Dapet kan benang merahnya..??hehhe..

Seringkali kita dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan, kalau nggak mau disebut “siyal” :D. Tentunya pernah merasakan kondisi ketika kita mengalami kejadian buruk yang beruntun dalam satu hari. Seperti kejadian runtutan cerita berikut ini.

Pagi bangun kesiangan, buru-buru musti masuk kerja pagi jadi nggak sempet sarapan. Langsung injak pedal gas ngacir ke kantor...ehh..di tengah jalan kecebak macet...bete deh.. Lolos dari macet...ban bocor kena paku. Ambil dongkrak, pasang ganjal body mobil...krakk..si dongkrak ternyata dah karatan... haduhh..terpaksa nyetop mobil orang dengan susah payah untuk minjem dongkrak. Mobil berhasil di dongkrak, lepas ban, ambil ban serep, pasang, lepas dongkrak....jessss...ternyata ban serep tidak ada anginnya juga...wahhh...klop dah penderitaan hari ini...bener-bener “Bad Day”.

Dengan berbagai usaha ekstra akhirnya berhasil juga bawa mobil sampai tempat kerja, tentunya dengan waktu yang sangat..sangat terlambat. Omelan si Boss sudah menyambut dengan sukacita. Tumpukan file di atas meja kerja jadi terlihat bagai sampah menggunung yang bikin mual. Telpon berdering dari klien yang marah-marah karena sudah nungguin lama untuk janji meeting. Wuiiihhh...pokoknya komplit dah...tambah mual kalo’ dilanjutin lagi penderitaan sampai sore hari berikutnya...hehe..

Ilustrasi dongkrak sahaja :)
Cerita di atas cuman fiktif belaka, tidak pernah terjadi kenyataannya, hanya hasil gombal sang goweser ini sahaja..hehhehe... Tapi point yang kita bisa ambil kira-kira kenapa sih kok bisa jadi cerita yang bikin siyal berantai itu sehingga cocok kalo’ dikasih istilah “Bad Day”..?? Sebenernya kalo’ kita lihat lebih dalam dari rangkaian cerita tadi, kesiyalan yang beruntun sehingga hari itu jadi “Bad Day” tentunya bukan tanpa alasan. Ada akibat tentu ada sebabnya bukan..?

Coba kalo’ kita flash back cerita di atas. Gimana kalo’ si tokoh cerita bangun lebih pagi, bisa prepare segala sesuatu sebelum berangkat kerja. Check tekanan angin ban, dongkrak, termasuk ban serep. Tentunya rentetan kesiyalan yang terangkai dengan mulus di atas niscaya tidak akan terjadi. Meskipun tentunya kalo’ Allah berkehendak, kita juga tidak akan bisa berbuat apa-apa, tapi tentunya kita kan harus tawakal, berusaha semaksimal mungkin sebelum berserah kepada yang Maha Kuasa. Memang kelihatan klise..tapi memang itu lah kenyataannya.

Prinsipnya kita jangan terpengaruh terhadap kondisi lingkungan sekitar, bahkan sebisa mungkin “aura” positif kita lah yang coba untuk bisa merubah lingkungan kita menjadi lebih positif. Seperti prinsip “let it flow” biarkanlah mengalir..atau kalo’ untuk angin bisa diartikan bebas biarkanlah angin berhembus. Tapi yang yang kita pastikan adalah prinsip “ngeli tanpo keli”..apa coba maksudnya.? Itu filosofi jawa yang berarti “ikutlah arus tapi jangan sampai hanyut”. Filosofi ini cukup dalam maknanya. Yang perlu kita lakukan sebenernya adalah mencari cara bagaimana agar kita tidak hanyut. Atau kalo’ dengan istilah angin “ikutlah kemana angin berhembus”. Kalo’ angin berhembus sepoi-sepoi tentunya nyaman dan membuat kita terbuai. Coba kalo’ yang berhembus si sexy Katrina, nyap-nyapan mah iya..hehhe..

So..gimana ya kira-kira biar tidak hanyut atau terbawa terbang si sexy Katrina..? Satu point kuncinya adalah kita butuh “petunjuk arah”. Hal ini bisa kita artikan secara harfiah maupun dengan filosofi tinggi. Secara filosofi tentunya manusia butuh pegangan hidup dan arah yang jelas dari tujuan hidupnya. Bekal nilai-nilai agama menjadi satu pondasi yang penting dalam hal ini. Setiap kali kita mengalami masalah dah tidak tau arah mau kemana, yakinlah bahwa Allah menyertai kita. Mintalah pentunjuk kepada-Nya untuk arah yang benar. Klise sekali yah..??memang begitulah adanya.

Trus kalo’ dijabarkan secara harfiah kira-kira gimana ya..?? Tentunya persis seperti kata-kata harfiahnya “petunjuk arah”. Jadi kita musti tahu posisi kita berada di mana..? mana kutub utara mana kutub selatan, jangan sampai kita yang jadi beruang kutubnya..hihihi... Maksudnya gini, sesuai dengan ilmu fisika yang kita pelajari pas AbeGe dulu bahwa angin merupakan udara yang bergerak karena adanya perbedaan tekanan. Nah, dalam hal keselamatan, kita harus tahu ke arah mana angin berhembus, sehingga kita bisa lebih mengantisipasi untuk menghindari efek dari sang angin. Bahkan nenek moyang kita yang seorang pelaut, dari jaman dahulu kala sudah memanfaatkan potensi dari arah angin berhembus ini untuk berlayar mencari ikan di lautan luas sana.

Ok kan..?? Sudah dapat kan benang merah dari badai kali ini..?? Biar lebih afdol, karena ini cerita seorang goweser, mestinya kita coba tarik si merah juga ke arah sepeda ya, masa’ dari tadi nggak ada crita gowesnya sama sekali sih..?

Tetep..pasti ada hubungannya donk antara Badai, Bad Day dan Gowes..(maksa.com).  Seorang goweser sejati selalu memulai kayuhannya dari  titik nol. Coba kita simak kata-kata berikut..(dari Cycle of Life)

 “ Hidup ibarat mengayuh di atas sepeda, selalu bergerak dinamis mulai dari titik nol. Dimulai dengan kayuhan pertama dan terus menerus mengayuh tanpa henti, hingga mencapai tempat tujuan yang telah ditargetkan”. 

Tepat sekali, harus punya target tujuan yang jelas.

“Tuhan bersama orang yang berusaha bukan bersama mereka yang penuh galau keraguan. Keraguan adalah pantang bagi para pesepeda sejati. Tuhan memberikan kekuatan pada siapapun yang meyakininya dalam menempuh beragam perjalanan kita terus menguatkan diri untuk terus menguatkan kayuhan dalam kelelahan.”

Sipp..goweser sejati percaya bahwa Tuhan selalu bersama kita.

Massimo Percossi / EPA
Seorang pria mencoba menerjang lebatnya hujan salju dengan menggunakan sepeda di Roma, Italia. Pejabat negara setempat melaporan bahwa hawa dingin yang parah telah menewaskan lebih dari 100 orang di seluruh semenanjung Eropa, dimana suhu di beberapa daerah telah menurun sangat drastis.
Sumber: MSNBC
Nah, untuk mendukung arah dan tujuan dari target goweser tadi, teknologi saat ini sangat mengerti dan mendukung akan kebutuhan ini. GPS bisa dimanfaatkan sebagai media penunjuk arah, tracking rute yang sudah dan mungkin akan dilewati oleh goweser lainnya. Mengikuti perkembangan jaman dan memanfaatkan teknologi secara positif merupakan bagian dari ilmu “ngeli tanpo keli”. Coba apa jadinya kalo’ kita nggak ngikutin jaman yang cepat sekali mengalami perubahan..kalo’ gak dibilang gaptek ya nggak gahooll.....kalah deh sama alay yang lebay...cobain deh tracking pakai si ondel-ondel... hehhehe...




So..selalu ingatlah bahwa.. “there is no bad day, because everyday is a happy day”....cheeerrsss...^_^

Salam Gowes,

It's All About Bicycle

0 comments:

Post a Comment