Thursday, April 5, 2012

Budaya Sandal Jepit

BY HUM IN , No comments

13336372131746731852
13336372131746731852
13336372131746731852


Kira-kira apa yang bisa Anda deskripsikan dari gambar di atas? Beberapa pasang sandal yang berserakan? Yup..lebih tepatnya pada gambar di atas terlihat ada 10 pasang sandal dan 2 pasang sepatu. Gambar di atas diambil ketika mampir ke sebuah tempat belanja beberapa waktu yang lalu. Iseng amat yak sandal jepit pakai acara difoto segala..hehehe...

Sebenarnya yang menarik perhatian bukan sandalnya. Coba kita perhatikan lebih cermat lagi. Dari total 12 pasang sandal dan sepatu dalam gambar, hanya ada 2 pasang sandal dan sepasang sepatu yang berada pada tempatnya..yup pada tempat yang semestinya..yaitu rak sandal, 9 pasang yang lainnya tidak/belum berada pada tempat yang semestinya. Ada yang mungkin buru-buru sehingga sebelah sandalnya dalam posisi tebalik. Bahkan ada juga yang "melampaui batas" sehingga sandal jepit birunya melewati batas keset.

Gambar sandal-sandal dan sepatu tadi sedikit menggelitik saya untuk tidak melewatkan mengabadikannya, meskipun momen ini bukan momen yang sepesial dan pasti akan sangat amat mudahnya kita jumpai di tempat lain yang sejenis. Sudah sangat "biasa" mestinya kita melihat pemandangan seperti ini. Satu hal yang terlintas di pikiran adalah "kasihan amat si pengelola tempat tersebut", sudah menyediakan rak sandal di situ, yang ternyata hanya 3 dari 12 orang yang memanfaatkan fungsi rak tersebut, 8 orang jelas-jelas tidak memanfaatkan fungsi rak sebagai tempat menyimpan sandal/sepatu mereka. Tampak juga sepasang sandal yang masih dipakai orangnya. Kira-kira dia akan mengikuti jejak 3 org yang memanfaatkan funngsi rak tersebut atau ikutan yang mayoritas..?? :)

Kisah tentang sepatu atau sandal jepit di atas hanyalah sebagian gambaran dari kebiasaan atau budaya kita sehari-hari, cerminan dari gaya hidup kita yang "amburadul"..."semau gue". Padahal coba kalau kita pikir, sudah tersedia rak sandal, kenapa lebih banyak yang memilih untuk "tidak memanfaatkannya"..? apakah perlu diberi tulisan "letakkan sandal/sepatu Anda di sini" untuk menarik minat orang-orang memanfaatkan rak tersebut? atau bahkan harus diberikan sangsi bagi yang tidak menyimpan sandal/sepatunya di rak tersebut? Kuncinya sebenarnya adalah kesadaran diri. Bisa dibilang orang-orang yang tidak memanfaatkan rak tersebut tidak sadar bahwa sudah disediakan tempat buat sandal/sepatu mereka. Tidak sadar bahwa akan terlihat rapi kalau sandal/sepatu mereka tersusun rapi di rak tersebut.

Banyak contoh lain yang seringkali kita lewatkan dalam hal membangun kesadaran dan disiplin buat diri kita sendiri yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Banjir yang menjadi langganan warga ibukota sedikit banyak disumbang dari aktivitas warganya yang belum sadar membuang sampah pada tempatnya, bahkan tidak sedikit yang dengan sengaja membuang sampah di sungai atau selokan. Contoh lain yang kasat mata adalah ketaatan terhadap peraturan lalu lintas. Banyak pengendara sepeda motor yang belum sadar apa pentingnya helm buat keselamatan, apa fungsinya lampu pengatur lalu lintas. Salah satu penyumbang besar masalah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas adalah faktor pengguna jalan itu sendiri. Memang kadang hal-hal yang (dianggap) kecil  tersebut seringkali luput dari kesadaran kita, padahal seperti konsep evolusi bahwa perubahan yang terus menerus meskipun pelan akan membawa dampak yang signifikan tanpa kita sadari. Perubahan-perubahan kecil yang pelan tapi pasti inilah yang akan menciptakan sebuah "kebiasaan" yang pada akhirnya menjadi "budaya" pada komunitas tersebut. Alangkah baiknya kalau perubahan-perubahan tadi menjadi sebuah kebiasaan yang positif sehingga tanpa kita sadari akan memberikan dampak positif juga seiring berjalannya waktu.

Balik lagi ke gambar di atas, kira-kira siapa ya pemilik sandal/sepatu yang nangkring pada tempatnya di rak tersebut? Yup...salah satu sandal yang menempati posisi manis di atas rak tersebut adalah sandal saya..hehhe....jadi saat ngambil foto di atas sedang bergaya tanpa alas kaki alias nyeker men.... hehehehe.....upss...

Salam,
HUM

0 comments:

Post a Comment